Wanita Ini Ketawa sampai Rahangnya Somplak

Wanita Ini Ketawa sampai Rahangnya Somplak




Wanita yang ketawa sampai rahangnya somplak. Foto: odditycentral


Lamer | Jakarta - Ketawa sehat bagi jiwa. Meredakan ketegangan. Tapi, wanita di China ini justru kebalikannya. Akibat ketawa, rahangnya somplak dan sulit dikembalikan.


Dikutip dari odditycentral, insiden unik ini terjadi pada 1 September 2019, di kereta berkecepatan tinggi menuju Stasiun Guangzhou Selatan, China.


Dokter Luo Wensheng, yang naik kereta api dari Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan barat daya menuju ke Rumah Sakit Liwan - bagian dari Universitas Medis Guangzhou. 


Saat berada di kereta, dokter Lou mendengar pengeras suara dalam kereta mengumumkan, dibutuhkan bantuan medis mendesak. Bagi yang berprofesi dokter, dimohon bantuannya.


Sang dokter lalu segera menuju gerbong yang dimaksud dalam pengumuman.


Di gerbong yang dimaksud, dokter Luo melihat seorang penumpang wanita. Mulutnya terbuka. Air liur terus menetes dari bibirnya. 


Sang dokter berpikir, wanita itu terkena serangan stroke. Segera diperiksa tensi darah. Ternyata normal.


Menurut keterangan teman-temannya ternyata wanita itu habis tertawa keras. Terus, tiba-tiba tidak bisa lagi menutup mulutnya. Karena rahangnya meleset, seperti somplak.


"Dia ngiler, jadi saya awalnya mengira dia terserang stroke," kata dr Luo Wensheng kepada Guancha News.


"Tapi ketika diperiksa tekanan darahnya, lalu mengajukan beberapa pertanyaan padanya, dan mengetahui bahwa rahangnya telah bergeser."


Sayangnya, Luo dokter umum. Bukan ahli dalam menangani rahang yang somplak. 


Luo berada dalam situasi yang tidak nyaman. Jika dia menolong dan ternyata salah treatment, maka bisa gawat. Sebaliknya, dia tidak bisa melepaskan tanggung jawab sebagai dokter. Apalagi, ini disaksikan banyak orang.


Dr Luo kemudian mengatakan, bahwa dia akan mencoba membantu. Dikatakan, Luo hanya mengembalikan posisi rahang. Setelah itu harus ditangani di rumah sakit.


"Pasien kelihatan sangat gugup. Otot-otot wajahnya sangat tegang. Akibatnya, saya gagal pada upaya pertama," kata dokter.


“Saya menasihatinya untuk pergi ke rumah sakit, tetapi staf kereta mengatakan kepada kami bahwa itu akan memakan waktu satu jam lagi. Penumpang menjadi sangat gelisah dan ingin rahangnya segera siap, jadi saya setuju untuk mencoba lagi,” tuturnya.


Upaya kedua berhasil. Posisi rahang kembali normal. Mulut wanita itu bisa mengatup.


Lantas, perlahan wanita itu bisa bicara. Dia berterima kasih kepada dokter Luo.


Kemudian, wanita itu bercerita, bahwa itu kali kedua dia mengalami rahang somplak. Dulu dia juga pernah mengalami hal serupa. Sembuh setelah dibawa ke rumah sakit.


Dr Luo mengatakan, ada kemungkinan kasus seperti itu bakal terulang. Artinya, orang yang pernah mengalami, bisa mengalami lagi. Sebab, posisi rahangnya seolah menemukan celah untuk bergeser.


Jadi, berhati-hatilah. Jangan tertawa terbahak-bahak. (*)