Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Vulkanisme, Ancaman Besar Bagi Indonesia


Sains

Vulkanisme, Ancaman Besar Bagi Indonesia

by. Rangga- 12 May 114 Views
IMG
Letusan gunung api selalu menjadi bencana paling ditakuti di Indonesia.

Rayapos | Jakarta – Beberapa gunung berapi di Indonesia baru-baru ini mengalami peningkatan akivitas secara bersamaan, sebut saja Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Anak Krakatau, hingga Gunung Kerinci.

Gunung Anak Krakatau menjadi yang paling panas untuk diperbincangkan, setelah pada Sabtu malam (22/12/18) erupsinya menyebabkan Tsunami di sekitaran Banten hingga pesisir Lampung. Selepas bencana yang merenggut lebih dari 430 orang itu, kini gunung yang posisinya berada di tengah Selat Sunda itu berubah karakter dari yang sebelumnya tidak memiliki danau kawah (Kaldera).

Namun yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah soal penyebab kenaikan aktivitas gunung-gunung di Indonesia yang terjadi hampir secara bersamaan. Aktivitas vulkanik yang sangat fluktuatif ini tentu menjadi kekhawatiran banyak orang karena kebanyakan gunung-gunung berapi ini letaknya berada di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara yang kepadatan penduduknya relatif tinggi.

Beberapa ahli Geologi di Indonesia menyebutkan bahwa penyebab meningkatnya aktivitas Vulkanik yang terjadi secara bersamaan adalah dikarenakan adanya aktivitas rutin dari Lempeng Hindia yang mendesak masuk ke Lempeng Eurasia.

Gerakan mendesak inilah yang menyebabkan adanya air yang masuk ke dalam pusat magma, kemudian air tersebut mengencerkan sebagian magma yang tadinya berbentuk keras. Magma yang berubah menjadi cair inilah yang akan terdorong masuk ke kantong-kantong magma yang ada di gunung-gunung berapi.

Jika ditanyakan kenapa statusnya bisa naik secara bersamaan, maka jawabanya hanya sebuah kebetulan saja.  Dikatakan hanya kebetulan karena pada dasarnya peningkatan aktivitas atau bahkan erupsi dapat terjadi jika tekanan yang ada di dalam dapur magma sudah cukup untuk lontarkan magma keluar dari lobang kawah.

Tekanan yang ada di dalam dapur magma tersebut juga tidak dapat diprediksi kapan akan mampu melontarkan magma dari dalam bumi, karena satu-satunya yang bisa dilakukan adalah upaya mitigasi bencana yang disimpulkan menggunakan alat seperti seismograf.

Maka yang perlu di persiapkan dengan matang adalah kewaspadaan dan edukasi tentang antisipasi bencana gunung api, agar tidak ada korban jiwa saat terjadi erupsi.

Category