Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Wow... Robot Medis Akan Tangani Pasien Covid-19 di RS Pertamina Jaya


Sains

Wow... Robot Medis Akan Tangani Pasien Covid-19 di RS Pertamina Jaya

by. Djono W. Oesman- 07 Apr 538 Views
IMG
RobotAmy, akan melayani pasien Covid-19 di RS Pertamina Jaya. Tampak Menteri BUMN, Erick Thohir. Foto SPNN

Rayapos | Jakarta - Rumah Sakit Pertamina Jaya Jakarta yang kini sedang disiapkan pengoperasiannya, akan dilengkapi dua robot medis. Itu untuk menangani pasien Covid-19.

Diketahui, robot tersebut berjenis CSJbot, yang dikenal sebagai robot yang biasa dihadirkan pada restoran-restoran tertentu.

Dua robot di RS Pertamina Jaya diberi nama Amy dan Penny.

Adapun robot Amy akan digunakan untuk membawa makanan, obat, dan segala kelengkapan lain untuk pasien.

Sementara, robot Penny akan digunakan untuk melakukan kontrol juga sebagai media komunikasi antara pasien dengan perawat atau tim medis.

Kedua robot ini rencananya akan mulai dioperasikan bersamaan dengan dibukanya RS Pertamina Jaya.

Adanya robot-robot ini juga menjadi penguat atas sikap menjaga jarak (social distancing) antara medis dengan pasiennya.

Dua robot tersebut merupakan kecanggihan teknologi yang melengkapi keperluan medis di RS Pertamina Jaya ini.

Dalam pelaksanaan penanganan pasien Corona, RS Pertamina Jaya juga dilengkapi Command Center.

Command Center merupakan lokasi yang memiliki fasilitas perusahaan dengan infrastruktur lengkap dalam sebuah perusahaan.

Dengan adanya Command Center, maka seorang Direktur (Ketua CMT) bersama-sama dengan Tim dapat melakukan pertemuan, mengambil keputusan menugaskan, mengoordinasi, memonitor dan mengontrol seluruh tindakan yang diperlukan sebagai respon terhadap krisis yang dihadapi pihak rumah sakit.

Adapun pihak rumah sakit dapat segera bertindak dengan aksi tanggap darurat, action plan untuk perbaikan dan pemulihan, langkah pengadaaan, dan langkah penyediaan informasi publik.

Command Center ini akan terkoneksi dengan 65 Rumah Sakit BUMN di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, pihak rumah sakit di seluruh Indonesia mampu mengetahui mana rumah sakit yang masih kekurangan alat dan masih tersedia kamar untuk pasien.

Adanya Command Center ini tentu akan memudahkan para medis dan pemerintah untuk mengantisipasi pasien dan memberikan pelayanan prima yang terbaik.

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Tohir dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin telah melakukan peninjauan ke RS Pertamina Jaya pada Senin (6/4/2020).

Beberapa hasil kunjungannya, Erick Tohir menyampaikan rumah sakit ini terdiri dari 160 kamar dengan 409 tempat tidur yang akan disiapkan.

Adapun tempat tidur tersebut akan diletakkan dalam ruangan isolasi bertekanan negatif (negative pressure).

Ruangan isolasi dengan negative pressure itu sendiri adalah ruangan dengan udara yang akan melalui teknologi penyaringan, sehingga udara yang keluar dari ruangan isolasi sudah disaring.

Adapun kandungan udara tersebut akan sama dengan udara di lingkungan sekitar atau di luar ruangan isolasi.

Dalam hal ini, dapat memberikan informasi kepada warga yang berada di lingkungan RS Pertamina Jaya agar tetap tenang dan tidak khawatir.

Erick menyampaikan, persiapan RS Pertamina Jaya sudah hampir selesai dan akan segera beroperasi pada Jumat, (10/4/2020).

Diketahui, persiapan RS Pertamina Jaya telah dilakukan setidaknya dalam 3 minggu terakhir seusai kunjungan sebelumnya pada Rabu, (11/3/2020) lalu.

Italia Gunakan Robot Medis

Di sisi lain, ternyata penggunaan robot medis telah dilakukan oleh para medis di Italia.

Pemerintah Italia kini sudah punya 6 robot untuk membantu para medis dalam penanganan pasien terjangkit Corona.

Keenam robot tersebut salah satunya bernama Tommy.

Robot Tommy dan kelima robot lainnya tersebut berada di Rumah Sakit Circolo, Varese, wilayah Lombardy, Italia.

Robot Tommy ini berukuran tinggi anak kecil dan memiliki mata besar yang berkedip pada layarnya.

Kepala robot ini juga dilengkapi dengan sensor, sehingga mudah menangkap sinyal pasien yang ada di hadapannya.

Pasien dapat merekam pesan dan mengirimkan keluhan ke dokter melalui wajah robot yang berupa layar sentuh.

Robot tersebut juga akan menjaga pasien Corona di dalam kamar tepatnya diletakkan di samping tempat tidur pasien.

Dalam pelaksanaannya, para dokter dan tim medis mampu mengontrol robot-robot tersebut dalam jarak jauh.

Di sisi lain, para dokter juga lebih efisien waktu dalam menjadi pasien lain yang harus mendapat perawat lebih serius.

Robot Medis Menghemat Alat Pelindung Diri (APD)

Tingginya permintaan alat medis seperti masker, hand sanitizer, jas hazmat (mantol pelindung) membuat stok APD tersebut semakin menipis.

Adanya robot medis ini dapat mengurangi penggunaan borosnya APD setiap waktu dalam jumlah ratusan ribu permintaan.

Namun, siapa sangka kehadiran robot-robot di rumah sakit Italia tersebut ternyata sempat menuai respon negatif dari para pasien khususnya pasien tua.

Para pasien butuh diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keyakinan bahwa robot-robot itu mampu menerima perintah dari medis.

Selain menghemat APD dan meminimalisir penularan kepada tim medis, keunggulan Tommy dan robot-robot lain adalah dapat bekerja tanpa kenal lelah.

Robot-robot itu hanya membutuhkan pengisian batrei yang dapat diisi ulang.

Setelahnya, mereka akan kembali bekerja melayani dan merawat para pasien terjangkit virus Corona. (*)

Category