Politikus PSI Kritik Anies Baswedan Gubernur Amatiran

Politikus PSI Kritik Anies Baswedan Gubernur Amatiran

Oleh: 




William Aditya Sarana


Rayapos | Jakarta - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana menyebut, Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta amatiran.

William Aditya Sarana menyebut Anies Baswedan juga alergi transparansi.

Kritikan Politikus PSI William Aditya terhadap Anies Baswedan itu kembali menjadi sorotan publik.

Diketahui, keberanian William Aditya Sarana kritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan membongkar soal anggaran yang dianggap ganjil. Yakni, lem aibon Rp 82 miliar dan ballpoint Rp 124 miliar.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini tidak segan-segan menyebut Anies Baswedan sebagai gubernur yang amatiran.

William Aditya menilai Anies Baswedan tidak transparansi terhadap anggaran yang diajukan Pemprov DKI.

Hal itu diungkapkan William Aditya saat menjadi narasumber di Mata Najwa.

Di acara tersebut, ada beberapa point yang disampaikan William Aditya.

Kritikannya terhadap Anies Baswedan begitu berani.

Bahkan pria berusia 23 tahun itu dengan lantang memberikan ultimatum pada orang nomor satu di Jakarta.

William juga membeberkan keganjian yang didapatnya soal anggaran usulan Pemprov DKI Jakarta.

"Ada dua point yang ingin saya sampaikan, yang pertama Pak Gubernur Anies Baswedan ini adalah Gubernur yang amatiran," ucap William Aditya Sarana dikutip dari YouTube Mata Najwa, pada Kamis (7/11/2019).

"Yang kedua Pak Gubernur Anies Baswedan ini adalah yang alergi terhadap transparansi," imbuhnya.

Hal tersebut disampaikan William Aditya Sarana saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa, pada Rabu (6/11/2019).

Nama William Aditya Sarana saat ini memang tengah ramai diperbincangkan.

Anggota DPRD DKI Jakarta termuda itu memgkritisi sejumlah anggaran tak masuk akal di KUA-PPAS 2020.

William Aditya Sarana kemudian membeberkan alasannya sebut Anies Baswedan sebagai gubernur amatiran.

Ia menyebut Anies Baswedan tak paham soal proses penggaran APBD yang benar.

"Kenapa saya bilang amatiran? Karena Pak Anies Baswedan ini tidak paham soal proses penggaran dengan baik," kata William Aditya Sarana.

"Karena kenapa? di DPRD itu di bulan Juli kami diberikan KUA-PPAS itu Rp95 triliun,"

"Lalu pada pembahasan di banggar menjadi Rp89 triliun ada pengurangan Rp 6 triuliun,"

"Jadi Pak Anies Baswedan ini memberikan barang mentah kepada DPRD," imbuhnya.

William Aditya Sarana menjelaskan DPRD seharusnya menerima rancangan anggaran yang sudah diedit oleh eksekutif, yakni gubernur.

"Jadi DPRD seharusnya menerima yang sudah bersih di eksekutif tiba-tiba ke DPRD kita bersih-bersih lagi," kata William Aditya Sarana.

"Kami baru diberitahu ada pengurangan (Rp) 89 triliun itu dan tidak ada postur pembelanjaannya, hanya pendapatannya saja," imbuhnya.

Tak cuma itu, William Aditya Sarana juga mengungkapkan alasan mengatakan Anies Baswedan alergi terhadap transparansi.

"Yang kedua kenapa saya bilang alergi transparansi? karena harusnya dokumen RAPBD 2020 ini sudah di unggah ke website," ujar William Aditya Sarana.

"Dan terakhir saya mengatakan PNS dan ASN sudah memiliki niat untuk transparan tapi Pak Anies Baswedan ini saja yang enggak mau," imbuhnya.

William Aditya Sarana lantas memberikan ultimatum kepada Anies Baswedan, untuk segara mengunggah dokumen RAPBD 2020 ke website resmi.

"Saya mengultimatum, paling telat 11 November Gubernur Anies Baswedan segera mengunggah dokumen RAPBD ke website," kata William Aditya Sarana.

"Kalau tidak mengunggah juga kami dari fraksi PSI akan mencari cara lebih keras lagi," imbuhnya diiringi tepuk tangan penonton. (*)