Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Tertidur Saat Rapat, Kapolsek Ditegur Kapolda Jatim


Peristiwa

Tertidur Saat Rapat, Kapolsek Ditegur Kapolda Jatim

by. Kemal Setiawan- 22 May 426 Views
IMG
Kapolda Jatim, Irjen M. Fadil Imran

Rayapos | Surabaya - Kapolsek Gubeng, Surabaya ditegur keras oleh Kapolda Jatim, Irjen M. Fadil Imran. Sebab, saat rapat bersama unsur pimpinan di Surabaya, kapolsek itu tertidur.

Itu terjadi saat rapat koordinasi soal Kampung Tangguh di Gedung Sawunggaling, Surabaya, Jumat (22/5/2020).

Rapat selain dihadiri jajaran Polda Jatim, juga Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Pangdam V Brawijaya. Kemudian ada para kapolsek, Danranmil serta camat se-Surabaya.

Kapolda Jatim, Irjen M Fadil Imran saat memberikan pemaparan soal pembentukan Kampung Tangguh untuk menangani wabah Corona, Jumat (22/5/2020) mengatakan:

"Masih positif (Corona) ada pada angka 502 pada tanggal 21 kemarin dari gugus pusat. Sementara ada 311 di Surabaya. Mengapa dia naik? Nggak papa kita nggak usah kecil hati. Ini tantangan kita," 

Namun tiba-tiba pandangan Irjen Fadil tertuju pada seorang kapolsek yang tertidur. 

Ia memberikan teguran secara lisan hingga meminta yang bersangkutan keluar ruangan.

"Heh kapolsek, tolong jangan tidur kamu kapolsek. Jangan tidur ya, Anda jangan tidur ya. Kalau tidur anda keluar saja. Karo SDM, ganti kapolsek mana ini," tegurnya.

Suasana rapat hening. Perhatian peserta tertuju pada kapolsek yang tertidur.

"Saya minta serius ya, saya minta para kapolsek jangan main-main. Gimana kalau mau kerja. Eh kamu menghadap Kabid Propam sekarang ya. Jelas," imbuh M Fadil.

Kapolsek yang tertidur itu Kapolsek Gubeng, Kompol Naufil Hartono. Setelah mendapat teguran, ia kemudian bersikap siap dan meninggalkan ruangan.

Sementara M Fadil meminta jajaran kapolsek di Surabaya serius ikut serta dalam penanganan COVID-19. 

Kemudian Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Kapolda Jatim hanya memberikan teguran secara lisan kepada kapolsek tersebut.

"Kapolda memberikan teguran secara lisan, itu agar kita mengevaluasi diri. Apa yang menjadi arahan, pertama arahan untuk kepentingan masyarakat, dalam pelayanan dan kepentingan masyarakat adalah yang paling utama. Bagi Kapolda itu menjadi tindakan bersifat teguran langsung pimpinan," tambah Trunoyudo.

Trunoyudo menjelaskan, meski sudah mendapatkan teguran secara lisan, yang bersangkutan tetap harus menghadap ke Propam Polda Jatim.

"Tetap menghadap ke Propam. Kan tentunya menjadi rujukan bagi kapolda memberikan teguran tadi juga," pungkas Trunoyudo. (*)

Category