Perampokan - Pembunuhan Sadis di Blitar, Pelaku Dibekuk

Perampokan - Pembunuhan Sadis di Blitar, Pelaku Dibekuk




Mayat korban perampokan dan pembunuhan sedang dievakuasi. Foto: JPNN


Rayapos | Blitar - Suami-isteri guru, Rofi'i (54) dan Listichar (54) dirampok lalu dibunuh di rumahnya, Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Blitar, Jatim, Rabu (2/10/2019) sore.

Perampokan berlangsung sadis. Dua pelaku sudah dibekuk polisi.

Para pelaku menggunakan penutup wajah dan helm saat beraksi. Mereka merampok pasangan guru SMP itu saat mereka tiba di rumah dalam waktu berdekatan.

Keduanya disekap, harta benda disikat. Termasuk kartu ATM beserta pinnya.

Tapi, tak sampai dari 24 jam, polisi berhasil menangkap kawanan perampok sadis itu.

Penangkapan dilakukan anggota Satreskrim Polres Blitar Kota dan Unit Reskrim Polsek Ponggok.

Kronologi

Perampokan terjadi Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Ketika itu, Rofi'i baru tiba di rumah sepulang mengajar.

Belum lama di rumah, kedua pelaku datang. Pelaku memakai penutup wajah dan helm.

Pelaku juga membawa pistol (kemudian terbukti pistol mainan) untuk menakuti korban.

Kedua pelaku langsung menyekap Rofi'i.

Pelaku sempat menganiaya Rofi'i agar menunjukkan harta bendanya.

Tak lama kemudian, istri Rofi'i, Listichar tiba di rumah. Listichar juga baru pulang mengajar.

Pelaku juga langsung menyekap Listichar. Pelaku mengikat tangan pasangan suami istri itu.

Pelaku menyekap pasangan suami istri selama sekitar empat jam mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

Kedua pelaku meninggalkan rumah korban setelah menggasak uang, perhiasan, dan ponsel milik korban.

Korban juga menyerahkan ATM beserta nomor pin-nya ke pelaku.

"Kamis (3/10/2019) pagi, korban baru melapor ke Polsek Ponggok.

Polsek langsung koordinasi dengan Polres dan dilakukan pengejaran terhadap pelaku.

Kedua pelaku kami tembak kakinya karena berusaha melawan saat ditangkap hari itu juga," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar saat merilis kasus itu, Jumat (4/10/2019).

Cerita Penangkapan

Penangkapan kedua pelaku berdasarkan petunjuk dari rekaman CCTV di ATM.

Kedua pelaku, yaitu, Arif Dian Anjas (37), warga Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Dan, Eko Heri Safaat (29), warga Desa Besuki, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

"Setelah memperoleh laporan, polisi dan korban ke bank untuk memblokir rekening korban.

Sebab, korban juga menyerahkan ATM beserta nomor pin ke pelaku," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira.

AKBP Adewira melanjutkan, saat hendak melakukan pemblokiran rekening milik korban, pihak bank menginformasikan baru saja ada transaksi penarikan uang di tabungan korban.

Pelaku sempat menarik uang tabungan korban di ATM Srengat pada Kamis (3/10/2019) pagi.

Pelaku menarik uang di ATM sebesar Rp 5 juta.

Dari situ, polisi mencoba mengecek rekaman kamera CCTV di ATM Srengat.

Polisi melihat ciri-ciri pelaku atas nama, Arif Dian Anjas, yang menarik uang di ATM.

Polisi kemudian bergerak, mengecek ciri-ciri pelaku di sekitar lokasi perampokan.

Saat mengambil uang di ATM, polisi mendapat ciri-ciri pelaku berjalan pincang.

Setelah dicek, ternyata benar, Arif memang berjalan pincang.

"Kaki Arif terkilir saat berusaha kabur dari rumah korban. Dia masih berjalan pincang," ujar AKBP Adewira Negara Siregar.

Setelah mendapat informasi itu, polisi menggerebek Arif di rumahnya.

Dari penangkapan Arif, polisi kemudian membekuk pelaku satunya, Heri, di rumahnya.

"Kedua pelaku kami tangkap kurang dari 24 jam setelah beraksi," katanya. (*)