Penusuk Wiranto di Mata eks Teroris Medan

Penusuk Wiranto di Mata eks Teroris Medan

Oleh: Muchlis Aji




Rumah tersangka penusuk Wiranto, Syahril Alamsyah di medan sedang digeledah petugas. Foto: JPNN


Rayapos | Medan - Siapa sih penusuk Menko Polhukam Wiranto? Sudah ditangkap, Syahril Alamsyah dan isterinya Fitri Andriana. Tapi, siapa mereka?

Eks teroris Medan, Khairul Gazhali, menceritakan kepada wartawan tentang Syahril Alamsyah yang juga asal Medan.

Khairul Gazhali merupakan mantan terpidana terorisme yang terlibat dalam perampokan Bank CIMB Niaga di Kota Medan. Juga penyerangan Polsek Hamparan Perak pada 2010.

Khairul Gazhali mengaku, memang tidak kenal dengan Abu Rara dan Fitri.

Meski begitu, ia menyebut di Medan banyak simpatisan dan pendukung ISIS.

"Memang saya tidak kenal, karena dia kan pelaku yang baru-baru muncul.

Kami dulu banyak mencuci otak anak-anak muda untuk melakukan amaliyat teror. Jadi, ya, tidak kenal satu per satu.

Tapi, memang di Medan banyak simpatisan dan pendukung ISIS," kata Gazhali kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Adapun Syahril Alamsyah alias Abu Rara berasal dari Medan.

Ia lama tinggal di Jalan Alfaka VI No 104 LK, Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Kota Medan.

Sedangkan Fitri Andriana berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Pasangan suami istri itu menetap di Pandeglang, beberapa waktu terakhir.

Ghazali menuturkan, penganut paham radikal seperti yang dilakukan Abu Rara sudah biasa terjadi di Timur Tengah.

Model seperti ini, katanya, sudah mulai diterapkan di Indonesia dan sekarang sudah sangat berkembang.

"Hancurnya ISIS di Timur Tengah menurun ke Indonesia, apalagi pengaruh media sosial.

Penyerangan yang dilakukan Abu Rara memang sudah direncanakan.

Hanya saja, sekarang pelaku-pelaku teror menggunakan apa yang ada.

Maksudnya, benda apa saja yang dapat melukai targetnya dan dilakukan secara jihad individu," ujarnya.

Gazhali menambahkan, penyerang Wiranto yang berasal dari Medan ini hampir bisa dipastikan simpatisan ISIS.

Karena di Medan cukup menjadi kantong-kantong paham radikal.

Apalagi, baru-baru ini juga ditangkap DPO yang menunggangi demonstrasi di Medan dengan inisial RSL.

"Untuk titik-titik pusatnya di Kota Medan sudah acak.

Artinya, sudah mulai tersebar di mana saja. Kampus juga termasuk menjadi sasaran penyebaran paham radikal seperti ISIS.

Makanya saya bilang, penyerangan ini sudah biasa dipraktikkan di Timur Tengah, dan kalau tidak dicegah kasus-kasus seperti ini akan terus berkembang," jelasnya.

Penjelasan Mabes Polri

Sementara itu, Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membeberkan kronologi penyerangan Wiranto.

Kedua pelaku tiba-tiba saja mendekat ke arah Wiranto.

Pelaku pria membawa senjata tajam yang diperkirakan sebuah pisau kecil.

“Kemudian pelaku lakukan serangan penusukan ke bagian depan Pak Menko, disitu ada Pak Kapolsek dan Kapolda juga,” kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (10/10/2019).

Bukan hanya Wiranto, akibat penyerangan itu Kapolsek juga mengalami luka tusukan di bagian belakang.

Dedi menjelaskan, akibat penyerangan tersebut, Kapolsek dan Wiranto langsung dibawa ke rumah sakit setempat.

Sementara kedua pelaku diamankan petugas.

“Terduga pelaku kini diamankan Densus 88,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, kedua pelaku sudah terpapar paham radikal ISIS.

“Ini sedang didalami apakah mereka bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon atau Sumatera Utara,” kata Dedi.

Dibawa ke Mabes Polri

Kamis malam, pasangan suami istri penusuk Wiranto dibawa ke Mabes Polri setelah dilakukan serangkaian interogasi di Polek Menes, Pandeglang.

Keduanya dibawa ke Mabes Polri menggunakan minibus dengan penanganan ketat polisi.

"Saat ini kedua pelaku setelah kita interogasi mendalam motif dan tujuannya, langsung ditangani oleh Densus 88 Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, di Polsek Menes, Kamis (10/10/2019).

Edy mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kedua pelaku, termasuk penggeledahan di kontrakan yang disewa oleh pelaku.

Kata Edy, penggeledahan sudah dilakukan oleh Densus 88 dan Polda Banten di kontrakannya di Kampung Sawah RT 04 RW 01 Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Dalam penggeledahan tersebut tim mengamankan sejumlah barang dari kediaman pelaku. (*)