Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Indie Atau Folk, Jangan Salah Kaprah


Musik

Indie Atau Folk, Jangan Salah Kaprah

by. Rangga- 08 May 245 Views
IMG
Stars and Rabbit adalah salah satu band indie folk asal Yogyakarta yang cukup digandrungi kawula muda masa kini.

Rayapos | Jakarta – Fenomena anak indie dan aliran musik folk sedang menjadi tren di kalangan remaja, namun dua hal tersebut sampai saat ini masih masih banyak yang gagal paham dengan artian secara harfiah dari kata tersebut. Jumat (08/05/2020) WIB.

Konsep Indie sebenarnya lebih merujuk kepada proses produksi karya seni musik yang dilakukan secara independen (bebas), dimana pemaknaan kata bebas yang dimaksud adalah tanpa campur tangan major label yang lebih cenderung berorientasi kepada uang.

Artinya musisi indie mengerjakan proses produksi karyanya secara mandiri di studio-studio rekaman diluar major label, bahkan ada juga yang mencetak CD, marchendise, dan mengadakan promo tour promo dari satu radio ke radio lain.

Musisi indie pada dasarnya sangat memegang teguh idealisme musiknya, mereka menciptakan karya tanpa harus memikirkan hal-hal yang sifatnya untuk mengejar materi atau menyenangkan segelintir pihak saja.

Hal ini membuat musisi Indie bebas menciptakan karyanya sendiri tanpa harus terpatok dengan selera pasar (tren musik), karya mereka cenderung berbeda dari pasaran dan seolah-olah tampil sebagai pembeda dalam belantika musik nasional.

Sebelum istilah indie menjadi tren, dahulu pada dekade tahun 90-an musik independent lebih dikenal sebagai musik underground.

Musisi era underground yang meraih popularitas pada masa masanya adalah band-band cadas macam Pas Band, Betrayer, hingga Siksa Kubur.

Namun band-band tersebut cenderung hanya berjaya di segmen lokal saja, dimana pada saat itu belum ada wadah yang mendukung perkembangan musik diluar tren.

Konsep Indie Music di Indonesia pada dasarnya marak dan berkembang sejak awal tahun 2000-an, yaitu sejak kemunculan bvand independen seperti Efek Rumah Kaca, Navicula, Burgerkill, Rocket Rockers dan Pure Saturday.

Hingga pada periode tahun 2015 keatas menjadi titik tertinggi berkibarnya bendera musik independent dengan ditandai suksesnya musisi indie modern seperti Payung Teduh, Fourtwnty, Fiersa Besari, Dialog Dini Hari, Barasuara, dan The S.I.G.I.T.

Era Indie modern ini juga sekaligus momen gebrakan dari segmentasi musik yang bahkan sebelumnya tidak banyak dikenal orang, yaitu aliran musik Folk.

Musik Folk Di Indonesia

Indie dan Folk menjadi pertanyaan bagi banyak orang, dimana identiknya indie dengan aliran musik folk membuat banyak yang mengganggap indie sebagai sebuah aliran musik.

Kebangkitan musik folk di Indonesia memang tidak lepas dari banyaknya platform aplikasi musik yang memudahkan musisi yang bermain pada segmentasi musik diluar pasar mendapatkan angin segar untuk mempromosikan karyanya.

Saat ini semakin marak Group band dan penyanyi solo yang sukses memainkan musik folk seperti Fourtwnty, Fiersa Besari, Banda Neira, Stars and Rabbit, dan Dialog Dini Hari.

Kelahiran musik Folk sebenarnya belum bisa dipastikan kapan tepatnya, namun yang pasti musik ini telah ada sejak 1960-an melalui karya-karya Bob Dylan yang mempromosikan musik folk di industri musik dunia.

Karakteristik musik folk adalah komposisi etnik atau musik tradisional, etnografi dan kebudayaan sangat erat dengan musik ini.

Petikan gitar dan alunan musik yang halus membuat musik folk terasa sangat emosional ketika hujan dan sambil ditemani secangkir kopi panas.

Hal yang harus ditegaskan adalah Indie dan folk merupakan dua hal yang berbeda, dimana Indie lebih mengacu kepada produksi musik dan Folk merupakan aliran musik.

(**)

Category