Lagi Tidur, di Sebelahnya Ada Isteri ML dengan Selingkuhan

Lagi Tidur, di Sebelahnya Ada Isteri ML dengan Selingkuhan




Ilustrasi


Rayapos | Sumbawa - Kasus di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini menghebohkan. AP (pria) tidur, sedangkan isterinya, SU malah ML (Make Love) dengan selingkuhannya, CAN, persis di sebelah AP.

Begitu mendengar suara berisik, AP terbangun. Longok kiri, longok kanan...

Pasti, AP sangat kaget mendapati isterinya masih sedang bersetubuh dengan pria lain, CAN. Sedang dalam proses.

Seketika itu juga CAN menyambar pakaian, lalu kabur. Sedangkan SU tergopoh-gopoh mengambil pakaian juga. 

Di saat bersamaan, AP mengambil golok. Lantas ditebaskan ke tubuh isterinya, SU berkali-kali.

Untung, SU tidak tewas. Tapi dia luka parah. 

Telunjuk kanan putus total. Lengan kanan sobek. Paha kanan sobek. Dia menjerit-jerit kesakitan. Dia diselamatkan kedatangan tetangga.

Kasus ini sekarang ditangani Polres Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tapi, menimbulkan pertanyaan, betapa gila... SU berani bersetubuh dengan pria selingkuhannya, persis di sebelah suami yang sedang tidur.

Bagi orang di kota besar, mungkin hal itu bisa dilakukan di hotel atau motel, atau apa pun. Tapi ini di desa. Di Sumbawa. Yang rumahnya masih berbentuk rumah panggung, menghindari binatang buas.

Agar lebih jelas, berikut ini kronologi peristiwa tersebut seperti disampaikan Kapolsek Alas, Kompol Nurdin, kepada wartawan, Selasa (14/1/2020):

Jumat, 10 Januari 2020

Pukul 00.30 Wita

CA datang ke rumah SU yang terletak di Desa Pulau Bungin, Alas, Sumbawa. Mereka lalu ke kolong rumah.

Pukul 01.00 Wita

SU bersetubuh dengan CAN di kolong rumah. SU tak menyadari bahwa AP tidur di sofa yang ada di kolong rumah itu. Posisi SU dan CAN ada di balik sofa itu.

AP terbangun. Dia mengamuk sejadi-jadinya melihat istrinya bercinta dengan laki-laki lain. CAN lari tunggang langgang. 

AP menganiaya istrinya. Jari telunjuk kanan SU putus karena dibacok. Pergelangan tangan dan paha kanan SU juga luka parah.

Pukul 01.26 Wita

Polisi mendapat informasi dari masyarakat Desa Pulau Bungin telah terjadi tindak pidana penganiayaan dan selanjutnya menginformaskan ke piket SPKT Polsek Alas.

Pukul 01.30 Wita

Polisi berangkat ke TKP dan sekitar Pukul 02.00 Wita anggota tiba di TKP.

Pukul 02.23 Wita

Polisi mengamankan CAN yang sudah lari pulang, lalu membawanya ke Mapolsek Alas. 

Sedangkan, AP dan keluarganya memburu CAN. Akhirnya mereka tahu, bahwa CAN sudah diamankan polisi. 

Kemudian terjadi ketegangan. AP dan keluarganya mengancam polisi yang mengamankan CAN. Maksudnya, AP sekeluarga hendak 'mengadili' CAN.

Polisi berhasil mengatasi ini. CAN tidak sempat 'diadili' AP.

Pukul 03.44 Wita

CAN dibawa ke Polsek Utan untuk diamankan (dititipkan). Sementara SU dirawat di Puskesmas Alas.

Tapi, karena luka SU dinilai parah, maka dirujuk ke RSUD Sumbawa.

Kasusnya sementara ini belum diproses hukum. 

Sebab, dalam hukum, perzinahan termasuk delik aduan. Artinya, penyidik polisi baru bertindak setelah ada aduan atau laporan korban.

Sedangkan, AP tak mau melaporkan perselingkuhan istrinya ke polisi, karena dia ingin menghukum CAN dengan tangannya sendiri. 

Sementara SU disebut tak mau melaporkan penganiayaan oleh AP karena masih sayang.

Sementara CAN kini diamankan polisi di Polres Sumbawa, agar tak dihakimi oleh AP dan keluarganya. (*)