Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Cerita Pasien 02: Saya Sudah Lihat Jalan Pulang


Kesehatan

Cerita Pasien 02: Saya Sudah Lihat Jalan Pulang

by. Andrew Tito- 17 May 45 Views
IMG
Menteri Kesehatan, dr Terawan Agus Putranto, Pasien 01, 02 dan 03

Rayapos | Jakarta - Pasien 02 Covid-19, Maria Darmaningsih mengaku sudah putus asa, waktu dia dinyatakan positif Covid-19. Dia merasa sudah melihat jalan pulang ke rumah Bapa.


Itu dikatakan Maria Darmaningsih dalam diskusi bertajuk 'Seni Sebagai Terapi Menghadapi Pandemi' di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (17/5/2020).


Maria dinyatakan positif bersama puterinya (pasien 01) pada akhir Februari 2020. Mereka tinggal di Depok. Sejak itu Indonesia heboh Covid-19.


Saat Maria Darmaningsih dirawat bersama puterinya di RS Sulianti Saroso Jakarta, mereka berdua stress berat. Sebab, pemberitaan media massa begitu gencar. Sehingga mereka marasa tertekan ditanya berbagai orang.


"Perasaan saya luar biasa. Susah digambarkan. Tetapi saya merasa bahwa aduh... ini udah jalannya. Ini saya sudah mau pulang. Itu rasanya. Rasanya sudah melihat jalan pulang," kata Maria 


Yang dia maksud "melihat jalan pulang" adalah merasa, bahwa dirinya bakal segera meninggal.


Dia ceritakan: 


Awalnya, dia dan anaknya (pasien 01) mengalami sakit yang agak aneh. Mereka tak mengetahui jenis penyakit apa yang mereka derita. 


Namun, berkat dorongan saudaranya, akhirnya mereka memeriksakan diri ke RSPI Sulianti Saroso. 


"Kami belum tahu apa itu. Kemudian kakak saya yang ada di austria selalu mendorong kami bertiga untuk memeriksakan diri. Tetapi tentu saja waktu itu kan belum siap ya kita semuanya. Dan akhirnya setelah anak saya memaksa dan juga saya memaksakan kemudian kami di RSPI dan dinyatakan positif, itu hadiah yang luar biasa kayaknya," kenangnya. 


Maria mengakui dirinya sempat stres saat menjalani perawatan. Sebab, dia masih tak yakin bahwa dia menderita COVID-19. 


"Ya saya stress juga karena saya sebetulnya belum percaya juga kalau sebetulnya saya sakit. Karena yang saya tahu saya batuk, enggak suka makan. Dan waktu itu pengetahuan tentang COVID-19 juga belum tahu ya," paparnya. 


Kendati demikian, dengan ketidaktahuan penyakit apa yang menyerang mereka, Maria menyebut hal itu justru mendorong mereka optimis untuk sehat.


"Jadi, saya merasa sehat. Jadi, mungkin itu juga yang menyembuhkan saya. Bahwa itu kan semua dari pikiran," sebutnya


Selama dirawat, Maria mengaku kerap melukis. Peralatan melukis itu didapat dari sahabatnya seorang Psikolog sekaligus pekerja seni juga Ina M Surya Dewi. 


"Saya punya sahabat Ina Surya Dewi yang kemudian mengusulkan mba coba gambar. Kebetulan kami dosen IKJ dan penari juga jadi memang dekat dengan kesenian. Coba deh gambar gambar terus saya dikirimin alat-alat gambar, selanjutnya saya gambar," katanya.


Beberapa perasaannya dituangkan melalui lukisan, mulai dari menggambar tulisan Allah, perasaan saat ditanyai wartawan, dan perasaan bahagia disalurkannya lewat tulisan. 


Tak hanya melukis, Maria juga kerap mendengarkan lagu, hingga menyanyi selama menjalani masa perawatan.

 

"Kebahagiaan. Tetapi menghibur saja. Dan saya rasa seperti ada energi yang keluar. Karena ketika kita bahagia imun kita akan baik kan" kata Maria. (*)

Category