Inikah Gundik Eks Dirut Garuda? Dia Klarifikasi Begini...

Inikah Gundik Eks Dirut Garuda? Dia Klarifikasi Begini...




Pramugari Siwi Sidi


Rayapos | Jakarta - Di zaman Sosmed kini, orang bisa kaget. Posisi Dirut Garuda Indoneisa Tbk bisa jatuh total karena melanggar aturan dan jadi viral. Bahkan, gundiknya pun diungkap.

Eks Dirut Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara (Ari Askhara) yang sudah dicopot dari jabatannya oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, diungkap di sosmed, bahwa nama gundiknya adalah Pramugari Garuda, Siwi Sidi yang cantik.

Lantas, Siwi Sidi menanggapi kabar dia jadi gundik Ari Askhara yang viral itu.

Awalnya, kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton melibatkan eks Dirut Garuda Indonesia.

Kemudian melebar ke rumor skandal perselingkuhan eks pemimpin maskapai 'plat merah' itu.

Nama pramugari Siwi Sidi mendadak viral setelah dituding menjadi gundik satu di antara eks direksi Garuda Indonesia yang diduga terlibat dalam kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton.

Siapa eks direksi dimaksud?

Sebelumnya, 5 direksi Garuda Indonesia dicopot, yakni Direktur Utama Ari Askhara,  Direktur Operasi  Bambang Adi Surya, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, serta Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar.

Mengetahui dirinya diterpa isu tak sedap, pramugari Siwi Sidi bantah isu gundik.

Hal ini tampak pada posting-an melalui akun Instagram sang pramugari yang kemudian diunggah melalui YouTube Ratu Unboxing, Senin (9/12/2019).

"Udah gosipin salah, nama salah, gosipnya salah, orang salah, wkkk, biarlah, nanti juga habis dimakan waktu menggosip itu, mari berkawan," demikian ditulis Siwi Sidi.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan tak masalah jika dikomentari negatif oleh netizen.

"Uhuy aku suka menanggapi netizen yang SOTOY, Alhamdulillah gitu aku difitnah, yeiiiiiii," tulis Siwi Sidi.

Pramugari itu juga menyangkal kabar yang menyebut dirinya gundik sang Dirut Garuda Indonesia.

"Semoga gundiknya cepat kelihatan mana yang gundik, semoga tidak menjadi fitnah dunia dan akhirat. Think smart netizen yg budiman," tulisnya.

TERUNGKAP, godain istri orang

Fakta buruk kepemimpinan Ari Askhara terus terkuak ke publik. Inilah bagian dari risiko pemimpin, yang mestinya jadi panutan.

Satu di antaranya seperti cerita yang disampaikan Pramugari senior Garuda Indonesia Yosephine.

Yosephine terang-terangan mengungkap pelecehan seksual yang pernah dialaminya dan rekannya.

Semasa Ari Askhara menjabat Dirut jadi masa kelam bagi sebagian besar karyawan Garuda Indonesia.

Pramugari senior tersebut adalah Yosephine, yang menjadi bintang tamu di sebuah acara di Official iNews, Senin (9/12/2019).

Yosephine pun mengungkap sebuah pelecehan seksual yang baru terjadi di masa kepemimpinan sang mantan dirut.

Yosephine menyebut selain melecehkan, Ari Askhara juga melakukan diskriminasi pada  pramugari  Garuda.

"Kalau saya untuk diskriminasinya dulu ya," kata Yosephine.

"Diskriminasi benar terjadi karena sekelas direktur atau direksi itu bisa masuk ke kelas-kelas di saat siswa sedang belajar."

Yosephine mengungkapkan, para direksi memberikan posisi khusus untuk para pramugari yang tampak cantik dan bertubuh indah.

"Dan memilih siapa saja yang bisa disekolahkan 777, siapa yang bisa naik jabatan," ucap dia.

"Memang yang dipilih adalah orang-orang yang mungkin sedikit cantik, sedikit tubuhnya bagus gitu."

Lantas, ia menyebut pramugari incaran direksi itu bisa langsung menempati posisi yang seharusnya memiliki syarat khusus.

"Seharusnya untuk sekolah type rating itu memang ada ketentuannya tidak lebih dari 6 bulan kita akan disekolahkan type rating baru," ucap Yosephine.

"Tapi untuk anak baru itu, kurang dari setahun bisa loncat langsung ke type rating ke pesawat 777."

Para direksi itu lantas menanyakan biodata si pramugari incaran.

Bahkan, Yosephine menyebut direksi itu sampai menghubungi si pramugari secara pribadi.

"Dia bisa masuk ke kelas-kelas nanyain siapa namanya, nanyain 'Kamu mau jadi pegawai tetap atau enggak? Kamu mau sekolah 777 apa enggak?'," ucap dia.

"Dia langsung dan ada lah asisten dia yang mencatat 'Catat nama dia dan nomor telepon dia', enggak lama kemudian langsung di WhatsApp oleh salah satu direksi."

Lebih lanjut, Yosephine pun membeberkan adanya pelecehan terhadap pramugari di era Dirut  Ari Askhara.

"Ada lah salah satu pengurus Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia di mana dia sudah menikah, suami istri menikah di Garuda," ujar Yosephine.

"Namun saat direksi sedang melakukan pertemuan terkait kartel di Bali, salah satu direksi itu meminta untuk si istri pramugara ini menemani dia di karaoke di Bali."

Yosephine pun menyebut bahwa si pramugari yang sudah menikah itu terpaksa menemani para direksi berkaraoke.

"Dan itu mengatasnamakan salah satu manajemen, yaitu deputi chief-nya si istri ini," ujar dia.

"Istrinya sudah datang ternyata datang ke tempat karaoke, dia kaget merasa kesal terus ngadu ke suaminya."

Lebih lanjut, Yosephine menyebut si pramugari itu sudah lama diincar oleh direksi Garuda.

"Ada direksi di situ, jadi direksi itu di Bali karaoke minta ditemenin sama pramugari yang dia suka," kata Yosephine.

"Dia sudah mengincar lama pramugari ini, udah ditargetin."

Lantas, ia menyebut dalam hal itu para direksi melibatkan diputi chief si pramugari.

"Dan dia minta tolong sama deputi chief-nya, 'Kamu kenal enggak sama si A ini?', Deputi chief-nya menjembatani agar si pramugari ini hadir ke tempat karaokenya di mana direksi ada di situ," kata Yosephine.

"Akhirnya si teman saya ini ngadu ke suaminya, suaminya marah ke chief, 'Kita ini kan satu perusahaan dan dia istri saya, bapak atau ibu tahu istri saya? Kenapa bapak jual istri saya?'," sambung dia.

Terkait penjelasan Yosephine itu, sang presenter pun dibuat penasaran.

"Memang hal seperti itu sering terjadi?," tanya sang presenter.

Namun, fakta mengagetkan diungkap oleh Yosephine.

Ia menyebut pelecehan terhadap pramugari itu terjadi sejak Ari Askhara (AA) memimpin Garuda.

"Tidak pernah baru di kepemimpinan AA ini, baru sekarang," ujar Yosephine.

"Mulai dia diganti lah, September 2018. Semua daerah pasti ada." (*)