Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Oknum Habib ini Tak Layak Jadi Panutan


Hukrim

Oknum Habib ini Tak Layak Jadi Panutan

by. Kemal Setiawan- 22 May 59 Views
IMG
Habib Umar Assegaf bergamis.

Rayapos | Jakarta - Pria bergamis terekam video melawan petugas. Dia mencak-mencak tak mau mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 


Dengan arogan dia menunjuk-nunjuk polisi sambil marah. Namun petugas Polantas berusaha dengan sabar menjelaskan aturan PSBB.


Diketahui kemudian, dia adalah Habib Umar Assegaf asal Bangil, Jawa Timut. Dia melanggar PSBB namun justru menantang petugas yang sedang bertugas di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore.


Sikap Habib yang sok dan arogan tersebut terekam dalam video dan viral di media sosial.


Peristiwa ini mendapat tanggapan pengamat hukum Dr Urbanisasi. Staf Pengajar Program Pasca Sarjana Universitas Tarumanegara dan eks dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang ini sangat menyesalkan perilaku Habib yang tak mencerminkan sebagai tokoh agama yang menjadi panutan.


"Apalagi ini terjadi di bulan Puasa dimana setiap orang harus mampu mengendalikan diri dan menjaga kesabaran," ujarnya ketika dihubungi Rayapos, di Jakarta, Jumat (21/5/2020) 


Urbanisasi juga mengapresiasi dan memuji kesabaran petugas Polantas yang tidak terpancing emosinya meski direndahkan oleh si Habib. "Saya salut dan memuji kesabaran dan sikap petugas Polantas yang telah bersikap profesional mengayomi dan tidak terpancing oleh emosi, yang sangat saya sesalkan justru sikap Habib yang tidak mencerminkan keteduhan umat Islam," paparnya.


Urbanisasi menilai, aparat telah menjalankan tugas dengan baik dan bersikap profesional. Karena tidak terpancing oleh ulah Habib yang memang membuat geram publik yang menonton videonya.


"Video ini beredar dan publik marah dengan sikap habib itu yang arogan mentang-mentang tokoh agama bisa bebas dari aturan, ini tidak boleh terjadi, aturan tidak memandang bulu siapapun karena penularan virus Corona tidak memandang orang alim, habib atau siapapun," kata peneliti jebolan Program Doktoral FH Universitas Hasanudin Makassar ini.


Urbanisasi mendesak aparat kepolisian segera menindak tegas si Habib yang telah mencoreng institusi Kepolisian karena tidak menghargai dan menghormati aparat negara yang sedang bertugas.


"Ulah Habib itu telah merendahkan kehormatan negara. Polisi adalah aparat penegak hukum yang wajib, patut diikuti dan dipatuhi siapapun, karena kewenangan polisi melindungi dan mengayomi masyarakat sudah melekat dalam tugasnya, jadi siapapun tidak boleh melecehkan mereka," sesal Urban.


Urbanisasi berharap polisi segera memproses hukum Habib yang telah melecehkan tugas polisi selaku aparat negara. "Setiap warga negara yang tidak taat dengan hukum harus ditindak tegas agar di kemudian hari tidak muncul preseden buruk bahwa hukum kita mudah dilanggar dan bersifat diskriminasi, jika tokoh agama bisa seenaknya melanggar aturan," katanya.


Pola seperti ini, lanjut Urban jangan lagi terjadi di Indonesia. "Karena hukum tidak diskriminatif, berlaku bagi semua orang, siapapun yang melanggar aturan ya harus taat dan menghargai aparat negara yang sedang bertugas, jangan mentang-mentang pakai gamis menganggap dirinya lebih mulia ketimbang petugas yang sudah rela bekerja seharian demi melindungi warga dari adanya ancaman penularan virus Corona.


Urbanisasi menilai akhlak dan perilaku Habib ini tidak bisa jadi panutan masyarakat. "Perilakunya yang menuding dan membentak polisi itu sama dengan ia mengajari masyarakat untuk berani dengan aparat, dan perilaku semacam itu sudah bukan menggambarkan ia tokoh agama lagi, tapi sudah jadi provokator, maka agar tidak masyarakat mudah ikut-ikutan ia harus ditindak secara hukum," tandas Urbanisasi. (tim)

Category