Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Habib Bahar Ditangkap Lagi, Begini Kronologinya


Hukrim

Habib Bahar Ditangkap Lagi, Begini Kronologinya

by. Andrew Tito- 19 May 686 Views
IMG
Habib Bahar bin Smith

Rayapos | Jakarta - Terpidana Bahar bin Smith proses asimilasinya dicabut. Setelah dua hari dibebaskan, pada Selasa (19/5/2020) dini hari tadi dia dijemput untuk dimasukkan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor.


Proses asimilasi Habib Bahar bin Smith dicabut, sebab dia melanggar syarat pembebasan bersyarat (asimilasi). Yakni, menghasut masa membenci pemerintah.


Berikut ini kronologi kasus Bahar hingga kembali ditahan sebagaimana dilansir Dirjen Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, Selasa (19/5/2020):


9 Juli 2019


Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis tahun 3 tahun penjara kepada Bahar bin Smith. 


Hakim menyatakan terdakwa Bahar terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak-anak. Bahar kemudian dieksekusi di LP Cibinong.


15 Mei 2020


Bahar mendapatkan asimilasi karena:


- Berkelakuan baik, dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.


- Aktif mengikuti pembinaan dengan baik dan,


- Telah menjalani 1/2 masa pidananya.


- Bahar telah membuat pernyataan yang dituangkan dalam beberapa surat pernyataan, bahwa tidak akan melakukan pelanggaran syarat umum maupun syarat khusus apabila diberikan asimilasi dan integrasi serta pernyataan alamat tinggal selama menjalani asimilasi. 


"Bahwa didasarkan prinsip tidak diskriminasi dan pemenuhan hak narapidana untuk mendapatkan asimilasi serta hal tersebut di atas, yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk diberikan asimilasi di rumah sebagaimana diatur dalam ketentuan Permenkumhan Nomor 10 Tahun 2020 dengan diterbitkannya SK Asimilasi oleh Kepala Lapas Cibinong nomor W11.PAS.PAS 11.PK.01.04 -1473 tanggal 15 Mei 2020," kata Reynhard.


16 Mei Sore


Bahar keluar dari Lapas Gunung Sindur dan menjalani asimilasi di rumah dengan dijemput oleh keluarga dan pengacaranya.


16 Mei Malam


Bahar berceramah di pondok pesantrennya. Isi ceramahnya, menurut pengacaranya, Azis Yanuar, antara lain menyebut pemerintah zalim, pemerintah mengorbankan rakyat kecil, dan menyerang kebijakan-kebijakan penguasa.


Bahar lalu dianggap mengumpulkan massa dan melakukan pidato yang bermuatan provokasi dan ujaran kebencian. 


Hal tersebut melanggar syarat asimilasi yang ditandatangani oleh Bahar.


19 Mei 2020


Pukul 01.45 WIB


Tim yang terdiri atas Tim Direktorat Kamtib Ditjen Pas, Kanwil Jawa Barat, Lapas Kelas II-A Cibinong, Bapas Bogor, dan anggota Kepolisian dari Satbrimobda Polda Jawa Barat, Resmob Polres Bogor, Sabhara Polres Bogor, bergerak menuju kediaman narapidana Bahar bin Smith alias Bahar bin Ali bin Smith.


Pukul 02.00 WIB


Tim tiba di kediaman Bahar bin Smith alias Habib Bahar bin Ali bin Smith. Kalapas Kelas II-A Cibinong membacakan SK Pencabutan asimilasi.


Selanjutnya Kasat Reskrim Bogor melakukan eksekusi narapidana atas nama Bahar dibawa ke Lapas Kelas II-A Gunung Sindur.


Pukul 03.15 WIB


Bahar bin Smith tiba di Lapas Kelas II-A Gunung Sindur kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk rapid test COVID-19, juga dilakukan penggeledahan badan dan barang dan ditempatkan di one man on cell (straf cell) di Blok A (Antasena) kamar 9.


Polisi Ungkap Modus 'Sebatang Rokok'


Polisi mengungkap cerita di balik video viral Habib Bahar minta 'sebatang rokok' sebelum dijemput paksa tim polisi dan Kemenkum HAM.


Habib Bahar ditangkap Selasa (19/5/2020) dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. 


Saat hendak dibawa, Bahar meminta waktu untuk merokok. 


Video percakapan antara Habib Bahar dengan Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi beredar di media sosial. Potongan percakapannya sebagai berikut:


Habib Bahar: Malam ini saya balik ke lapas, kita ngerokok sebatang dulu, saya ngerokok dulu sebatang.


Kasat Reskrim: Kita dengan tim dikejar waktu.


Habib Bahar: Nggak, saya ngerokok dulu sebatang.


Kasat Reskrim: Saya minta dengan hormat.


Habib Bahar: Iya, saya memahami. Saya ikut ke lapas, saya nggak bakal kabur, saya nggak bakal lari, ini pengacara saya. Pak Kasat ikut saya ke dalam, ngerokok sebatang sama saya, Setting mobil bapak di sini, nanti kita bareng. Saya yang jamin.


Kasat Reskrim: Saya bertanggung jawab di lapangan penuh.


Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi membenarkan percakapan itu. 


Dia menduga permintaan ngerokok itu adalah upaya Habib Bahar mengulur waktu untuk mendatangkan lebih banyak massa. Saat percakapan itu terjadi, terlihat ada sejumlah orang di sekeliling Habib Bahar.


"Terkait kejadian dia mau ngerokok dulu, mau ketemu istri, mau ambil pakaian, itu modus mengulur waktu untuk mengumpulkan massa," kata Benny kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).


Benny menduga permintaan merokok dan masuk ke tempat ibadah adalah jebakan. Dia menegaskan polisi tak terpancing.


"Prinsipnya ajak ngerokok itu, itu modus dia. Kan dia sengaja memancing polisi untuk masuk ke dalam, tempat ibadah, gitu. Jadi dijebak lah. Kita kan berseragam semua, kita nggak mau masuk ke tempat ibadah karena kita menghargai kan," tutur Benny.


Polisi, dia menambahkan, mengedepankan langkah persuasif dalam penjemputan Habib Bahar. Polisi tak ingin ada gesekan.


"Sengaja kita persuasif karena bulan Ramadan juga supaya tidak ada gesekan," kata Benny.


Pengacara Habib Bahar, Azis Yanuar, telah dihubungi soal dugaan polisi ini, namun belum ada jawaban. Pesan yang dikirim belum dibalas. (*)

Category