Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Demo 212, Ada yang Teriak, Jatuhkan Presiden Jokowi


Hukrim

Demo 212, Ada yang Teriak, Jatuhkan Presiden Jokowi

21 Feb 115 Views
IMG
Demo 212 di seputaran Monas Jakarta, Jumat (21/2/2020). Foto: JPNN

Rayapos | Jakarta - Massa Aksi 212 berorasi di Pintu Barat Monas dekat Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta. Salah seorang orator menyerukan menjatuhkan Presiden Joko Widodo.

Orator yang berteriak, mengajak massa menjatuhkan Presiden RI Joko Widodo itu dari Forum Ukhuwah Islamiah Sulawesi Selatan. Namanya Abdullah Maher.

Dia dengan berapi-api meminta agar praktik-praktik korupsi di Indonesia disikat habis. Dia meminta agar koruptor ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Kami dari Sulsel alhamdulillah pada waktu yang lalu melakukan aksi yang sama di depan gedung DPRD Sulsel menuntut para koruptor yang ada di Jiwasraya, Asabri, dan lainnya untuk ditegakkan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya, Jumat (21/2/2020).

Dalam orasi, dia juga mengatakan Indonesia kini dikendalikan oleh konglomerat dari etnis Tionghoa.

"Rabu lalu salah seorang kawan saya yang lawyer mengundang untuk menemani saya kepada salah satu mafia China 9 Naga dan dalam pembicaraan mereka, pemerintah, para China-China ini telah mengendalikan negeri ini," serunya menggebu-gebu.

Di akhir orasinya, dia berseru solusi untuk itu adalah revolusi dengan menjatuhkan Presiden Jokowi dari jabatannya.

"Hanya satu, solusinya adalah revolusi, jatuhkan Jokowi karena sumber malapetaka. Allahu Akbar," serunya diikuti takbir oleh massa.

Pemerintah Minta Demonstrasi Sesuai Aturan

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md tidak mempermasalahkan adanya Aksi 212 yang digelar hari ini. Mahfud berpesan, aksi digelar dengan tertib.

"Bagus, bagus. Biar ada tekanan publik sekaligus publik tahu apa yang dikerjakan pemerintah dan pemerintah tahu bahwa masyarakat peduli dengan hal itu," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/2).

Mahfud mengatakan adanya aksi dalam negara demokrasi merupakan hal yang positif. Namun dia menekankan agar aksi tersebut tidak berujung rusuh.

"Yang penting tertib saja, demonstrasi itu dibuat memang dibuat undang-undangnya karena demonstrasi itu tidak bisa dilarang. Yang kedua memang bagus di dalam negara demokrasi bagus, saya dukung," ujar Mahfud. (*)

Demo dengan teriakan menjatuhkan Presiden RI yang sah, sudah sering. Dan, tidak ada tindakan hukum untuk itu. Contohnya ini: