Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Gempa Bali di 3 Titik Ini


Hukrim

Gempa Bali di 3 Titik Ini

by. Virsen A.K- 25 Jul 129 Views
IMG
Gempa di Bali ada di 3 titik ini. Foto: Dok BMKG

Rayapos | Jakarta - Bali diberondong tiga gempa, Rabu (24/7/2019). Gempa ke tiga terjadi pukul 20.17 WIB di Samudra Hindia, atau selatan Bali.

Kepala bidang informasi gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya, menyatakan:

"Hasil analisis update yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki kekuatan M 5,2."

Dilanjut: "Episenter terletak pada koordinat 10,57 LS dan 115,00 BT, tepatnya di Samudra Hindia pada jarak 198 km arah baratdaya Nusa Dua dengan kedalaman 10 km." 

Menurut Daryono, berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, tampak bahwa gempa ini merupakan jenis gempa tektonik dangkal di zona megatrust relatif dekat dengan front subduction. 

Dengan memperhatikan mekanisme sumber yang berupa pergerakan naik (thrusting) maka hiposenter gempa ini terletak pada bidang kontak antar Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. 

Gempa semacam ini populer disebut sebagai "interplate earthquake".

"Pusat gempa ini meskipun lokasi sangat jauh dari Bali dan Lombok, tetapi beberapa warga di Lombok merasakan guncangan gempa ini dalam skala intensitas II MMI," katanya.

Sebelum gempa ketiga di Samudra Hindia, selatan Bali malam ini, sebelumnya sudah ada 2 gempa di hari yang sama. 

Gempa pertama terjadi pukul 09.29.13 WITA dengan kekuatan M=4,9 pada kedalaman 71 km. 

Gempa kedua terjadi pukul 18.53.13 WITA dengan berkekuatan M=4,1 pada kedalaman 66 km.

"Ditinjau dari kedalaman hiposenternya maka baik gempa pertama dan kedua adalah gempa dengan kedalaman menengah di zona Benioff," katanya.

Dilanjut: "Ditinjau dari karakterikstik kedalaman dan mekanisme sumbernya tampak bahwa gempa pertama dan kedua lebih memiliki kaitan dengan aktivitas gempa kuat yang terjadi pada tanggal 16 Juli 2019 lalu dengan kekuatan M 6,0 pada kedalaman 75.6 km."

Daryono pun kembali memastikan jika gempa yang ketiga adalah gempa baru di zona megathrust. 

Atas terjadinya 3 gempa tersebut, BMKG dikatakan Daryono, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan namun tidak perlu resah dan khawatir. 

Menurutnya tingkah laku gempa masih sulit dikenali polanya. Aktivitas gempa belum dapat diprediksi kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.

"Hingga malam ini warga Banyuwangi dan Bali masih melontarkan pertanyaan: Apakah rentetan gempa di selatan Bali ini merupakan tipe gempa pembuka?"

Dilanjut: "Jawabnya adalah sangat sulit untuk menentukan sebuah gempa disebut sebagai gempa pembuka atau bukan," ucapnya. (*)

Tag: