Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Peneliti Menganalisis Kemampuan Mendaki Gunung Kambing Rockies Kanada


Sains

Peneliti Menganalisis Kemampuan Mendaki Gunung Kambing Rockies Kanada

oleh. Rangga Ansori- Kamis, 25 Juni 2020 04:08 WIB
IMG
Kambing Gunung Rockies sering memanjat tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat.

RAYAPOS | JAKARTA – Kambing gunung merupakan hewan mamalia yang tersebar di beberapa wilayah dataran tinggi seperti Pegunungan Rocky di Kanda, dan Pegunungan Himalaya di Tibet. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa spesies kambing yang bernama latin Oreamnos americanus ini memiliki kemampuan mengagumkan dalam hal mendaki lereng dengan kemiringan vertikal.

Kemampuan ini membuat banyak orang tercengang, bahkan beberapa tayangan yang menampilkan kebolehan mereka dalam mendaki tebing curam telah ditonton oleh jutaan orang.

Kambing gunung dapat merambat pada lereng curam yang kemiringanya hampir 90 derajat, mereka memanjat lereng dengan gerakan-gerakan yang sangat halus.

Postur tubuh mereka memang boleh dibilang sangat proporsional untuk menunjang kemampuan memanjat vertikal. Bentuk kuku mereka meruncing kedepan sehingga dapat digunakan untuk membuat cerukan. Cerukan-cerukan kecil inilah yang kemudian mereka jadikan sebagai pijakan untuk melangkah di lereng tegak.

Kemudian mereka juga diuntungkan dengan bantalan lembut dibawah kuku mereka, ini membuat mereka mendapatkan pijakan yang melekat sesuai kontur bebatuan tebing.

Selain itu mereka juga memiliki postur tubuh yang kekar dibalik bulu-bulu lebatnya, postur tubuh seperti ini tentu banyak membantu mereka dalam mendapatkan keseimbangan saat berpindah dari pijakan satu ke pijakan yang lainya.

Namun sayangnya aksi berbahaya yang biasa dilakukan oleh kambing gunung ini sangat jarang terekam kamera, sebab tempat mereka tingga merupakan daerah yang sulit di akses.

Di sekitar pegunungan Rocky Kanada, kambing gunung kerap kali memanjat lereng-lereng jurang dan tebing bendungan yang kemiringanya hampir 90 derajat.

Hal ini menarik beberapa ahli Zoologi (Biologi Hewan), Ryan Lewinson dan Darren Stefanyshyn dari University of Calgary kemudian melakukan pengamatan lewat video.

Mereka mendapati cara kerja mekanis otot-otot kambing gunung saat merayap di tembok sebuah bendungan penahan air di sekitar Pegunungan Rocky.

Saat kambing gunung merayap di sisi tebing, bahu berotot mereka memberi mereka dorongan yang cukup besar.

Dengan demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa titik utama kekuatan utama otot kambing saat melakukan tolakan untuk berpindah dari satu cerukan ke cerukan lain adalah pada sendi bahu dan kaki.

"Aspek pertama yang menonjol sebagai kunci untuk pendakian kambing gunung adalah bahwa otot-otot leher mungkin memainkan peran yang lebih besar dalam pendakian daripada yang kita duga,” kata Lewinson kepada The Science Explorer.

"Bersama-sama, otot-otot bahu dan leher kambing tampak sangat kuat."

"Saya yakin siapa pun yang telah melihat hewan-hewan ini beraksi telah terkesan oleh apa yang dapat mereka lakukan, dan mungkin bertanya pada diri sendiri 'bagaimana mereka melakukan itu?'" Kata Lewinson.

"Sebagai ahli biologi margasatwa, Douglas Chadwick menulis dalam bukunya, A Beast the Color of Winter, kambing gunung‘ ... mungkin pendaki gunung terbaik dan terlengkap yang pernah ada di benua mana pun.” pungkasnya.

Kedua ahli tersebut mengatakan bahwa hasil analisis mereka akan diterbitkan dalam sebuah buku Zoology. (**)