Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Masa SMK Jadi 4 Tahun, Setara Program Diploma


Sains

Masa SMK Jadi 4 Tahun, Setara Program Diploma

oleh. Andrew Tito- Jumat, 12 Juni 2020 19:46 WIB
IMG
Ilustrasi

Rayapos | Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menambah masa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setahun, jadi 4 tahun. Segera diberlakukan.


Dikutip dari Antara, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan:


"Dalam waktu dekat, kami akan berinovasi dengan mengubah SMK menjadi empat tahun atau setara dengan diploma satu atau diploma dua."


"Terutama untuk program studi tertentu," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud) Wikan Sakarinto dalam webinar di Jakarta, Rabu (10/6/2020).


Dengan begitu siswa memiliki cukup waktu untuk mendapatkan bekal sebelum terjun ke dunia usaha dan industri.


Siswa SMK juga diwajibkan mengikuti program praktik kerja di industri. Jika tidak, belum bisa diluluskan.


"SMK dirancang empat tahun dan begitu lulus, siswanya bisa langsung kerja di industri," kata dia.


Kurikulum SMK, juga harus disesuaikan dengan kebutuhan industri. Agar dapat membangun kemampuan teknis dan kemampuan nonteknis siswa.


Sehingga bisa menjadi lulusan yang fleksibel dan mampu bekerja di berbagai industri.


Sejumlah upaya dilakukan Kemendikbud untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK.


Mulai dari kerja sama dengan industri, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, praktik kerja di industri, hingga penyusunan kurikulum bersama industri.


Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan rebranding SMK, sehingga semakin banyak ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK.


"Terutama siswa SMP dan para orang tua siswa SMP. SMK harus dikenalkan secara baik kepada mereka," kata Wikan.


SMK dan SMA Negeri Jabar Digratiskan


Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan pihaknya membebaskan biaya sekolah untuk SMA dan SMK negeri di wilayahnya.


Penggratisan biaya SMA dan SMK negeri ini mulai berlaku untuk tahun ajaran 2020-2021.


"Berita baik hari ini juga kami bisa menggeratiskan SMA dan SMK mulai tahun ajaran ini," ujar Ridwan Kamil dalam silaturahmi Universitas Muhammadiyah Bandung yang digelar secara daring, Rabu (10/6/2020).


Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan bantuan untuk siswa SMA dan SMK swasta.


Bantuan tersebut diberikan kepada siswa sebesar Rp 1,5 juta per tahun.


Sementara, siswa tidak mampu yang bersekolah di sekolah swasta bakal ditanggung seluruh biayanya.


"Siswa tidak mampu yang bersekolah di swasta akan kami tanggung 100 persen sepenuhnya," tutur Ridwan Kamil.


Pemprov Jabar menyiapkan anggaran Rp 1,4 triliun untuk bantuan ini. (*)