Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Menlu dan Men BUMN ke Inggris, 100 Juta Vaksin Corona Siap Masuk RI


Regional

Menlu dan Men BUMN ke Inggris, 100 Juta Vaksin Corona Siap Masuk RI

oleh. Kemal Setiawan- Rabu, 14 Oktober 2020 23:48 WIB
IMG
Menlu Retno Marsudi dan Menlu Inggris, Dominic Raab. Foto: Kedubes Inggris untuk Indonesia

Rayapos | Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Inggris. Mereka melakukan sejumlah pertemuan dan kerjasama bilateral terkait vaksin COVID-19.

Kunjungan pertama Menlu dan rombongan dilakukan bersama Menlu Inggris, Dominic Raab, untuk membahas kerjasama bilateral antara kedua negara. Kemudian, dalam pertemuan AstraZeneca (AZ), Retno mengatakan AZ akan memberikan penyediaan vaksin sebanyak 100 juta kepada Indonesia.

"Pertemuan dengan jajaran pimpinan AstraZeneca telah berjalan dengan baik. Indonesia telah menyampaikan permintaan penyediaan vaksin sebesar 100 juta untuk tahun 2021," kata Retno dalam telekonfrensi pada Rabu (14/10/2020).

Retno mengatakan pengiriman vaksin bertahap akan dilakukan pada awal semester 2021. 

"Pihak AZ menyambut baik permintaan tersebut. Pengiriman pertama diharapkan dapat dilakukan pada semester pertama tahun 2021 dan akan dilakukan secara bertahap," tuturnya.

Selain itu, dalam pertemuan dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI), Retno membahas soal tindak lanjut dari due diligence atau uji tuntas vaksin Corona CEPI dengan PT Biofarma.

"Inti pertemuan adalah membahas tindak lanjut dari due diligence yang dilakukan CEPI terhadap Biofarma pada September lalu, selain itu, kita juga membahas peluang kerja sama strategis yang dapat dilakukan beyond COVID-19," kata Retno

Retno mengatakan CEPI siap melakukan kerja sama vaksin dengan PT Bio Farma. Bahkan, menurutnya, CEPI menyambut baik keinginan Indonesia untuk melakukan kerja sama strategis jangka panjang.

"CEPI siap melakukan kerja sama dengan Bio Farma. Hasil baik due diligence ini juga merupakan pengakuan, teman-teman, terhadap kapasitas dan kualitas yang dimiliki Bio Farma untuk manufacturing vaksin," ujar Retno.

"Selain itu, CEPI juga menyambut dengan baik keinginan Indonesia untuk melakukan kerja sama strategis jangka panjang dengan terkait pengembangan berbagai platform teknologi rapid vaccine dan imunoprofilaksis untuk melawan patogen yang tidak diketahui. Dan juga melakukan riset dan pengembangan inovasi vaksin berpotensi epidemi/pandemi," sambungnya

Retno juga mengungkapkan Indonesia dan Indonesia Imperial College London (ICL) masih terus membahas kemungkinan dilakukannya uji klinis tahap 3 dati vaksin saRNA Indonesia. Retno menilai vaksin jenis ini penting guna melakukan pengembangan lebih lanjut.

"Indonesia dan ICL masih terus membahas kemungkinan dilakukannya uji klinis tahap 3 vaksin saRNA di Indonesia. Vaksin saRNA ini memiliki arti penting karena memungkinkan pengembangan unit manufaktur modular atau 'pop up' yang dapat memastikan akses cepat atas vaksin dimanapun di dunia," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Erick mengatakan ada 4 pertemuan terkait kerja sama vaksin yang dilakukannya bersama Menlu di Inggris. Ia menekankan kerja sama tersebut harus dapat menguntungkan dua pihak.

"Ada 4 hal yang coba kita kerja samakan dengan Inggris. Tadi Bu Menlu betul sampaikan harus win-win, kalau memang mereka melihat kita sebagai negara sahabat, perdagangan kita harus di-support, sama dengan ketika kita undang mereka menjadi partner," ujar Erick.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi akan bertolak ke Inggris dan Swiss bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Tim Kementerian Kesehatan. Kunjungan itu dalam rangka mendalami kerja sama pengadaan vaksin COVID-19.

"Sebentar lagi bersama dengan Menteri BUMN dan Tim Kementerian Kesehatan, saya akan berangkat menuju ke London, Inggris, dan kemudian dilanjutkan ke Bern dan Jenewa, Swiss. Tujuan utama dari perjalanan ini antara lain mengamankan komitmen dari sumber lain untuk vaksin COVID-19 dalam kerangka kerja sama vaksin bilateral," kata Retno dalam pernyataan tertulis, Senin (12/10) (*)