Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Luar Biasa... Sawah Not Balok di Gorontalo


Regional

Luar Biasa... Sawah Not Balok di Gorontalo

Minggu, 29 Desember 2019 14:29 WIB
IMG
Indahnya sawah not balok di Gorontalo

Rayapos | Gorontalo - Indah. Petak sawah di Desa Huntu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sulawesi berbentuk not balok musik. Karya seniman Iwan Yusuf.

Kini jadi tempat favorit warga Gorontalo dan wisatawan dari berbagai wilayah. 

Untuk menuju ke sana ini terbilang mudah. Lokasinya tidak jauh dari pusat Ibu Kota Gorontalo.

Karya Iwan Yusuf ini bagian dari land art selama pameran di desa tersebut. Iwan mengatakan sawah dengan notasi balok musik ini diberi judul Not Khatulistiwa.

Sejumlah pengunjung mengaku takjub ada sebuah petak sawah bisa berbentuk not balok musik.

"Kemarin sempa viral di media sosial. Jadi saya sempatkan hadir di tempat ini melihat langsung. Memang sangat indah," kata Yoice warga Buladu Kota Gorontalo, Minggu (29/12/2019).

"Gorontalo kan banyak sawah dan ada sawah dengan not balok. Walau saya harus naik di ketinggian untuk melihat dari atas," 

Dia menyatakan untuk menuju lokasi sangat mudah. Sawah balok musik ini berada di tepi jalan desa.

"Dari Kota Gorontalo ke lokasi sawah ini paling lama 10 menit. Pokoknya sangat dekat. Ini juga bisa jadi tempat wisata alternatif warga yang ingin foto selfie," lanjjut Yoice, Guru SMA di Kota Gorontalo.

Untuk membuat Sawah Not Khatulistiwa ini, Iwan Yusuf dibantu beberapa teman seniman mengerjakan sejak tanggal 4 Desember hingga 15 Desember 2019. 

Sawah not balok musik ini menghabiskan sekitar 65 kilo benih padi, hingga bisa tunbuh sampai sekarang.

Seniman Gorontalo bernama Rizal, menjelaskan, sawah ini merupakan salah satu karya Iwan Yusuf buat Gorontalo. 

Tahun-tahun sebelumnya, karya Iwan Yusuf sempat hadir di Danau Limboto yang menampilkan Telapak Kaki Raksasa.

"Setahu saya apa yang diungkapkan Iwan Yusuf adalah respons apa yang dirasakan petani-petani kita ada sesuatu yang hadir yaitu nada khatulistiwa. padi dan sawah adalah kehidupan, kalau saya menafsirkan itu adalah suara rakyat, tolong diperhatikan," jelas Rizal, seniman yang kini bermukim di Yogyakarta. (*)