Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Muhammadiyah Pastikan, Tidak Ikut Demo Bersama PA 212 Besok


Politik

Muhammadiyah Pastikan, Tidak Ikut Demo Bersama PA 212 Besok

oleh. Andrew Tito- Senin, 12 Oktober 2020 14:18 WIB
IMG
Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Rayapos | Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan, pihaknya tidak akan ikut demo yang digelar PA 212 dan kawan-kawan di Jakarta, Selasa (13/10/20) besok.

"Muhammadiyah tidak ada hubungan dan tidak akan ikut dalam aksi yang akan dilaksanakan oleh sejumlah organisasi Islam pada Selasa (13/10). Muhammadiyah lebih fokus pada penanganan COVID-19 dan dampaknya terhadap pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat," ucap Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, dalam keterangannya, Selasa (12/10/2020).

PP Muhammadiyah menyampaikan agar beberapa pihak tidak membuat kerumunan di tengah pandemi virus Corona. Demonstrasi, disebut Muhammadiyah, lebih banyak mudarat daripada manfaatnya.

"Dalam situasi sekarang, sebaiknya semua pihak bisa menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, termasuk demonstrasi," kata Abdul.

"Aksi demonstrasi lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Dalam Islam diajarkan agar meninggalkan perbuatan yang lebih banyak mengandung madlarat dibandingkan manfaat. Dalam hukum Islam, hal yang sangat mendesak (aham) harus lebih diprioritaskan di atas hal yang penting (muhim)," ujarnya.

Meski begitu, Muhammadiyah menghargai PA 212 dkk yang akan melangsungkan aksinya karena dilindungi oleh undang-undang. Namun, mereka harus tertib dan tidak merusak.

"Bagi masyarakat yang berdemonstrasi hendaknya mematuhi undang-undang, tertib, dan menghindari kekerasan (vandalisme). Aparatur keamanan hendaknya memaksimalkan pendekatan persuasif dan humanis agar tidak terjadi clash antara masyarakat dengan aparat," katanya.

Muhammadiyah menyebut tetap akan kritis kepada pemerintah meski tidak turun ke jalan. Namun, mereka menegaskan tidak berniat menjatuhkan atau menurunkan pemerintah.

"Muhammadiyah akan tetap bersikap kritis kepada kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan hukum dan perundangan-undangan, terutama yang bertentangan dengan Islam dan merugikan umat Islam. Akan tetapi, Muhammadiyah tidak akan melengserkan pemerintahan yang sah. Risikonya terlalu besar bagi rakyat dan masa depan bangsa," katanya.

Diketahui, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, yang salah satunya terdiri dari PA 212, akan menggelar aksi 1310 terkait penolakan UU Cipta Kerja. Ketum PA 212 Slamet Maarif menyebut aksi ini akan dihadiri ribuan orang.

Slamet mengatakan, selain menolak RUU Cipta Kerja, terdapat beberapa poin yang akan disuarakan. Di antaranya selamatkan NKRI dan kaum buruh, tolak RUU HIP/BPIP dan bubarkan BPIP, serta ganyang China komunis si dalang.

Terkait izin aksi, Slamet menyebut telah mengirimkan izin ke kepolisian. "Sudah sejak hari Jumat," tuturnya. (*)