Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Cegah Kerumunan, Bawaslu: Undian Nomor Paslon Pilkada Digelar Daring


Politik

Cegah Kerumunan, Bawaslu: Undian Nomor Paslon Pilkada Digelar Daring

oleh. Andrew Tito- Senin, 21 September 2020 18:29 WIB
IMG
Ketua Bawaslu, Abhan. Foto: Antara

Rayapos | Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan potensi terjadinya kerumunan, saat pengundian nomor urut pasangan calon peserta Pilkada Serentak 2020. Bawaslu mengusulkan KPU melakukan itu secara daring.

"Bawaslu mengharapkan, merekomendasi kepada KPU untuk mempertimbangkan kembali soal penetapan dan pengundian nomor urut pasangan calon ini, kalau masih dimungkinkan dengan fasilitasi daring. Kalau memang dari regulasi memungkinkan itu, apakah memungkinkan nggak terhadap penetapan dan pengundian nomor urut itu dengan daring," kata Ketua Bawaslu, Abhan, dalam rapat di Komisi II DPR, Senin (21/9/2020).

Untuk diketahui, pengundian nomor urut paslon akan dilaksanakan pada 23 September 2020, sementara penetapan paslon dilakukan pada 24 September. Bawaslu meminta KPU melaksanakan tahapan tersebut secara daring karena khawatir ada pengerahan massa yang tidak terkendali.

"Karena kalau dari pengalaman, oke di ruangan akan patuh, tapi di luarnya itu yang nggak bisa dikontrol. Jadi kalau masih memungkinkan secara hukum, secara regulasi bahwa penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut pasangan calon bisa dilakukan dengan media daring," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Abhan juga melaporkan sejumlah pengawas pemilu yang terpapar virus Corona (COVID-19). Ada 6 pegawai di Bawaslu pusat yang terkonfirmasi positif virus tersebut.

"Pertama di tingkat Bawaslu RI pusat. Ada 6 orang terkonfirmasi positif, kemudian 5 sembuh, 1 masih proses penyembuhan. Ini di Bawaslu RI ini semuanya adalah sekretariat, pegawai protokol, kemudian Kasubag Protokol, jadi memang yang berinteraksi dengan publik seperti itu," ungkap Abhan.

Jajaran Bawaslu provinsi tidak ada yang terpapar Corona, namun ada sejumlah pegawai di Sekretariat Bawaslu provinsi yang positif. Sementara itu, ada puluhan anggota Bawaslu kabupaten/kota yang positif Corona.

"Kemudian di tingkat provinsi, jajaran pengawas pemilu sampai hari ini nihil, mudah-mudahan nihil. Kemudian Sekretariat Bawaslu Provinsi ada 23 yang terkonfirmasi, 13 orang reaktif, kemudian yang positif ada 10. Sembuh 4, ada 6 masih proses penyembuhan," jelas Abhan.

"Kemudian di Bawaslu Kabupaten/Kota. Jajaran pengawas pemilu terkonfirmasi 15 orang, 3 reaktif, 12 positif, 12 sembuh. Alhamdulillah yang 12 positif ini 12-nya udah dinyatakan sembuh. Kemudian jajaran Sekretariat kabupaten/kota. Ada 19 terkonfirmasi, 2 reaktif, 17 positif, 13 sembuh. Masih ada 4 yang proses penyembuhan," imbuhnya.

Selain itu, ada pula puluhan Panwas di kecamatan yang terpapar Corona. Tak hanya itu, bahkan hampir ada 100 orang Panwas di tingkat desa yang juga terkonfirmasi positif Corona.

"Kemudian di Panwaslu Kecamatan, ini yang cukup banyak karena jumlahnya banyak. Pengawas pemilu ada 52 yang terkonfirmasi, 30 positif, 22 sembuh. Masih ada 8 yang proses penyembuhan. Kemudian di Panwaslu desa/kelurahan, ini yang cukup banyak. Ada 96 terkonfirmasi, 8 reaktif, 88 orang positif, 82 sembuh. Jadi masih ada 6 yang proses penyembuhan," ungkapnya. (*)