Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Bawaslu akan Tolak Permohonan Sengketa yang Bawa Massa


Politik

Bawaslu akan Tolak Permohonan Sengketa yang Bawa Massa

oleh. Andrew Tito- Selasa, 08 September 2020 13:04 WIB
IMG
Ketua Bawaslu Abhan

Rayapos | Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatakan akan tetap mengetatkan protokol kesehatan dalam pendaftaran sengketa Pilkada. Bawaslu tidak akan menerima pengajuan sengketa bila pemohon membawa massa.

"Kami akan menerapkan protokol kesehatan saat pendaftaran sengketa. Juga, manakala pendaftar membawa massa banyak tentu tidak akan kami register sebelum bisa mengendalikan massa itu," ujar Ketua Bawaslu Abhan, dalam keterangannya terkait rapat terbatas yang ditayangkan melalui youtube Sekretariat Presiden, Selasa (8/9/2020).

Abhan mengatakan, permohonan sengketa cukup dilakukan oleh kuasa hukum. Atau orang yang akan mengajukan permohonan.

"Cukup permohonan dilakukan oleh kuasa hukum, ataupun satu atau dua orang yang mengajukan permohonan sengketa," kata Abhan.

Abhan menyebut, berdasarkan pemilu sebelumnya. Maka permohonan sengketa banyak dilakukan usai KPU melakukan penetapan pasangan calon.

"Kenapa karena pengalaman Pemilu 2015, 2017, 2018 banyak sengketa proses ini diajukan kepada Bawaslu pasca penetapan Pasangan calon oleh KPU," tuturnya.

Abhan menilai, terdapat beberapa tahapan pilkada yang dapat menimbulkan kerumunan. Diantaranya, pendaftaran, penetapan paslon, protes hasil penetapan hingga pengajuan sengketa.

"Setelah pendaftaran pasangan calon ini, maka ada potensi yang menyebabkan kerumunan massa juga terutama pada saat penetapan pasangan calon tanggal 23 September ini. Kemudian potensi juga ketika ada protes-protes keberatan atas penetapan pasangan calon yang ditetapkan oleh KPU, dan juga potensi keberatan yang diajukan kepada Bawaslu melalui proses sengketa proses," pungkasnya. (*)