Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Pengantin di Minahasa Ini Menikah di Depan Jenazah Mama


Peristiwa

Pengantin di Minahasa Ini Menikah di Depan Jenazah Mama

oleh. Muchlis Aji- Sabtu, 10 Oktober 2020 15:59 WIB
IMG
Pernikah Stenly Piong dan Regina Pakasi di depan jenazah Mama Regina. Foto: Facebook

Rayapos | Manado - Pernikahan Stenly Piong dengan Regina Pakasi di gereja Desa Watumea, Kecamatan Eris, Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (9/10/20) berubah jadi duka, karena ibunda Regina mendadak meninggal dunia, di detik-detik menjelang peneguhan nikah.

Dari akun Facebook Regina Pakasi (Gina), tertuang tulisan Regina tentang kronologi kedukaan itu. 

Unggah itu dilengkapi foto-foto yang beredar di beranda media sosial warganet Sulut, Sabtu 10 Oktober 2020. Tampak Regina Pakasi dengan gaun pengantin putih melakukan proses peneguhan di depan jenazah ibunya.

Dengan mata sembab Regina terlihat berdiri dan berlutut di depan pendeta dan juga depan jasad ibunya.

Di samping Regina ada juga sosok pria berjas biru yang tak lain adalah mempelai pria, Stenly Piong.

Di foto lain Regina Pakasi tampak terduduk lesu dengan kepala dimiringkan dan disandarakan di bahu mempelai pria.

Dari akun Facebook Regina Pakasi, Gina sapaan akrabnya terpantau menulis perasaan yang ia rasakan.

Ia juga melampirkan foto-foto serta caption panjang yang menjelaskan peristiwa tersebut. Tertulis, pada 09 Oktober 2020 ternyata merupakan hari penikahan Gina.

Ia juga menuliskan sebelum peneguhan nikah, Tuhan telah memberikannya kado begitu indah namun menyakitkan untuk diterima.

Hadiah indah yang Regina Pakasi maksud ialah berpulangnnya sang Mama ke pangkuan pencipta.

Kata Regina Pakasi seperti dikutip dari Facebook, Sabtu (10/10/2020) itu hadiah yang sangat indah karena ia takkan melihat ibunya menahan sakit akibat penyakit yang diderita sang Mama.

Dijelaskannya, almarhum Mamanya menderita penyakit kronis diabetes yang telah diderita mamanya sejak Regina Pakasi masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD),

Dijelaskannya lagi, selain diabetes, ibunya juga menderita kolestrol dan asam urat.

"30 Juni 2016 mama jatuh sakit dan harus di rawat inap di RS, dalam perawatan dokter mengatakan mama mengalami gagal ginjal dan harus cuci darah," tulisnya.

Dilanjut: "Karna tidak ingin mama menderita dengan proses cuci darah kami keluarga mencari alternatif lain, dan akhirnya kami di pertemukan dengan seorang dokter yg memberikan solusi lain yaitu mama tidak perlu cuci darah."

"Hanya perlu minum vitamin ginjal tapi konsekuensinya kami keluarga tidak bisa menggunakan BPJS karna vitamin ini tidak di tanggung oleh BPJS, kami pun merawat mama dengan vitamin tanpa cuci darah,"

Lanjutnya, sejak 2016 sampai 2020 mamanya sudah beberapa kali rawat inap di RS, sampai Maret 2020 mama di rawat lagi dan dokter mengatakan bahwa kondisi ginjal mama sudah stadium akhir.

"Kondisi ginjalnya sudah seperti kerupuk yang sangat rapuh," kata Regina.

Lanjut Regina, rencana pernikahan dirinya dan suami awalnya akan dilaksanakan September 2020 namun sang bunda meminta agar ditunda hingga kondisi fisik Mama membaik.

"Oktober jo kwa supaya mama so lebe kuat, ini tare mama so mulai baba kuat (Oktober saja biar kondisi mama sudah lebih kuat, ini mama sudah mulai membaik)," tulis Regina mengutip perkataan mamanya.

Waktu terus berjalan dan hari pelaksanaan semakin dekat. Segala sesuatu telah siap di WBB Tomohon.

Undangan telah disebar, persiapan sudah rampung. Tinggal pemberkatan dan resepsi saja yg belum dilaksanakan.

Tapi Tuhan berkehendak lain, pada Jumat 09 Oktober 2020 pukul 08.30 mama Regina Pakasi lebih dulu menghadap Sang Pencipta.

Ya niat ibunda Regina Pakasi untuk melihat langsung pernikahan sang putri, pupus.

"Penikahan yang dilaksanakan dalam rumah duka, pemberkatan nikah di hadapan jenazah mama, pernikahan yang diiringi tangisan dan bukan musik gembira, pernikahan tanpa prosesi keluarga, tanpa wedding cake dan semacamnya, dan penikahan yangg takkan pernah terlupakan bagi kami keluarga terlebih khusus oleh saya dan suami," tulis Regina Pakasi.

Sontak saja postingan yang diunggah Regina Pakasi itu viral dan mengundang kesedihan bagi netizen.

Tak sedikit dari netizen yang memberikan ucapan syukur atas pernikahan Regina namun turut berduka cita atas kematian sang mama.

Hingga berita ini diturunkan postingan yang diunggah Regina Pakasi pada Sabtu 10 Oktober 2020 itu sudah dikometari 106 komentar dan sudah ditanggapi oleh 585 akun Facebook. Semoga keluarga Regina Pakasi tabah. (*)