Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Pekerja Malam Jakarta Menjerit, 5 Bulan Tak Bekerja


Peristiwa

Pekerja Malam Jakarta Menjerit, 5 Bulan Tak Bekerja

oleh. Andrew Tito- Selasa, 21 Juli 2020 14:00 WIB
IMG
Para pekerja tempat hiburan malam di Jakarta demo di depan Balai Kota DKI, Selasa (12/7/2020)

Rayapos | Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap mengabaikan pekerja hiburan malam di Jakarta. Sudah sekitar 5 bulan ini tempat kerja mereka ditutup. Mereka teriak, karena tak bergaji.

Ratusan pekerja tempat hiburan malam berdemo di depan Balai Kota DKI, Selasa (21/7/2020). Mereka seolah berontak dari kelaparan akibat tak bergaji.

Mereka mengaku harus putar otak memikirkan bagaimana agar kehidupan mereka bisa berjalan. Salah satunya perempuan yang mengaku bernama Ami, seorang pelayan di sebuah kafe di Jakarta.

Ami mengaku, sudah melakukan upaya agar dapat membantu keluarganya. Awalnya, keluarga makan dengan nasi lauk garam. Lama-lama, mengurangi jadwal makan. 

Berlanjut kemudian, menjual aneka barang pribadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Makan...

"Lima bulan nggak kerja, udah apa pun saya lakukan kak, kan saya punya orang tua yang harus dikasih makan, adik saya," kata Ami, di depan Balai Kota, Selasa (21/7/2020).

"Sampai saya jual barang pribadi saya kak, bingung mau kerja apa lagi, saya nyambi jualan olshop juga," lanjut Ami.

Sama halnya dengan Ica, dia mengaku tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dalam lima bulan terakhir. Apalagi, dia harus hidup untuk memenuhi kebutuhan anak dan suaminya.

"Saya nggak ada pemasukan sama sekali, apalagi saya punya anak dua, suami saya kan nggak kerja, saya yang bekerja selama ini. Ya sulit banget rasanya, bingung kita," katanya.

Ica meminta Gubernur DKI Anies Baswedan melonggarkan kebijakan agar tempat hiburan juga dibuka lagi. Jadi mereka dapat kembali bekerja dan mencukupi kebutuhannya.

"Tolong Pak Anies, buka tempat usaha kita lagi, pikirin nasib kita. Kita juga perlu makan dan minum, Pak," ujar Ica.

Cerita tak jauh berbeda disampaikan Anggun, yang bekerja sebagai perias LC, yang disebutnya sebagai 'anak-anak' di kafe Jakarta. Anggun merasa sulit menjalani kehidupannya karena tidak bekerja.

"Saya makeup aja sih, makeup anak anak, lima bulan ini nggak kerja sama sekali, bingung, Kak, harus bayar kontrakan, cicilan. Belum lagi anak," jelasnya.

Anggun meminta Anies kembali membuka tempat hiburan malam. Dia mengaku iri terhadap sektor lain yang sudah dibuka.

"Kenapa yang lain udah dibuka, restoran udah dibuka tapi kita belum diizinkan Pak Anies, kita cuma minta buka tempat kita kembali," ujar Anggun. (*)