Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
1.335 Perempuan Bandung Menjanda, Selama Pandemi


Peristiwa

1.335 Perempuan Bandung Menjanda, Selama Pandemi

oleh. Kemal Setiawan- Sabtu, 27 Juni 2020 16:32 WIB
IMG
Ilustrasi. Foto: Quora

Rayapos | Bandung - Selama pandemi Covid-19 Maret sampai Juni 2020, tercatat 1.355 perempuan jadi janda baru di Bandung, Jawa Barat. Data dari Pengadilan Agama Bandung.

Ketua Pengadilan Agama Bandung, Acep Saifuddin mengatakan, sejak Maret hingga pertengan Juni 2020, tercatat 1.449 gugatan perceraian yang masuk. 

Hasilnya, 1.355 gugatan diputuskan, bercerai. Sisanya belum diputuskan dan tidak jadi cerai.

Menurutnya, penyebab perceraian kebanyakan dipicu percekcokan karena masalah ekonomi. Juga perselingkuhan.

"Rata-rata masalah ekonomi dan perselingkuhan," tegas Asep.

Gugat cerai dari berbagai kalangan. Mulai wiraswasta hingga aparatur sipil negara (ASN). Dengan usia pernikahan beragam.

"Banyak dari ASN Kota Bandung juga, tapi kalau jumlah ASN itu harus melihat data," ucapnya.

Sebelum disidang, pihak pengadilan agama akan menyiapkan mediator untuk memediasi pasangan yang ingin bercerai. Kebanyakan gagal dimediasi, berakhir cerai.

"Mediasi 30 hari sesuai Perma nomor 1 tahun 2016. Umpamanya mediasi berhasil perkaranya dicabut," katanya.

"Rata-rata yang datang sudah matang bercerai. Sedikit sekali yang dimediasi berhasil," tambahnya.

Data gugat cerai yang masuk Pengdilan Agama Bandung, sebagai berikut:

Maret 2020 sebanyak 433 gugatan, April 103 gugatan, Mei 207 gugatan dan Juni sampai tanggal 24 mencapai 706 gugatan. (*)