Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Salat Jumat di Masjid Al Huda Depok, Cuna Satu Gelombang


Peristiwa

Salat Jumat di Masjid Al Huda Depok, Cuna Satu Gelombang

oleh. Andrew Tito- Jumat, 19 Juni 2020 15:10 WIB
IMG
Salat Jumat (19/6/2020) di Masjid Al Huda, Depok.

Rayapos | Depok - Masjid Al Huda, Mekar Jaya, Depok, melaksanakan salat Jumat seperti biasa. Salat Jumat dilakukan tidak dua gelombang, seperti dilakukan di masjid lain.

Di Masjid Al Huda, Jalan Tole Iskandar, Mekar Jaya, Depok, Jumat (19/6/2020), pukul 11.56 WIB, jemaah mulai berdatangan ke Masjid Al Huda. Satu pengurus masjid menggunakan face shield terlihat mengarahkan jemaah yang masuk untuk cuci tangan.

Ada dua cuci tempat cuci tangan di area masuk masjid. Terlihat antrean jemaah yang hendak cuci tangan saat kondisi sedang ramai.

"Cuci tangan, cuci tangan dulu. Yang bawa hand sanitizer bisa langsung masuk," ujar pengurus masjid yang berjaga di depan.

Di halaman masjid terlihat ada beberapa pedagang peralatan salat. Mereka menjual kopiah, parfum, dan celana.

Masjid Al Huda juga telah memberi jarak antarjemaah di bagian dalam masjid. Namun, di area luar tidak terlihat tanda batas sehingga jemaah mengatur jaraknya sendiri.

Terlihat jemaah di luar kurang menjaga jarak sehingga terlihat masih berdekatan. Jemaah yang hadir juga melebar sampai ke bagian rumput.

Tidak dibuat dua gelombang, sebagaimana masjid lainnya.

Diberitakan sebelumnya, DMI (Dewan Masjid Indonesia) mengeluarkan Surat Edaran mengenai tata cara salat Jumat yang dibuat dua gelombang dengan aturan ganjil-genap yang didasarkan pada nomor ponsel jemaah. 

Kebijakan ini dibuat karena masih ada masjid yang memiliki keterbatasan ruang salat.

Kebijakan ini tercantum dalam SE Nomor 105-Khusus/PP-DMI/A/VI/2020 tertanggal Selasa (16/6/2020). SE ini ditandatangani Ketum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen DMI Imam Addaruqutni.

Dalam SE itu, salah satunya DMI meminta salat Jumat dibagi dua gelombang, yakni pada pukul 12.00 dan 13.00. 

Pada Jumat yang jatuh pada tanggal ganjil, jemaah yang akhir nomor HP-nya ganjil punya kesempatan salat di gelombang pertama (pukul 12.00). 

Sementara pada Jumat yang jatuh pada tanggal genap, jemaah yang punya akhir nomor HP genap akan mendapat kesempatan salat di gelombang kedua.

Menanggapi hal itu, MUI Jabar telah menyatakan menolak pelaksanaan salat Jumat dua gelombang 'ganjil-genap' berdasarkan nomor handphone sesuai edaran Dewan Masjid Indonesia (DMI). MUI Jabar menilai aturan itu tidak sah.

"MUI sudah berpegang pada fatwa MUI. Itu sudah ada nomor 10 tahun 2000 yang bunyinya salat Jumat dua sif itu dianggap tidak sah," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat dihubungi, Kamis (18/6). (*)