Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Pesawat Tempur AU Jatuh di Kampar


Peristiwa

Pesawat Tempur AU Jatuh di Kampar

oleh. Muchlis Aji- Senin, 15 Juni 2020 16:51 WIB
IMG
Pesawat tempur TNI AU Hawk 200 yang jauh di Kampar, Riau, Senin (15/6/2020). Foto: Antara

Rayapos | Pekanbaru - Pesawat tempur TNI AU tipe Hawk 200 nomor registrasi TT 0209 jatuh di wilayah Kampar, Riau, Senin (15/6/2020). Pilotnya, Lettu Pnb Apriyanto Ismail selamat karena menggunakan kursi lontar.


Pilot bersama kursi lontar jatuh di wilayah permukiman dan ditolong warga Perum Sialang Indah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar.


Dari foto yang diterima, terlihat sang pilot duduk dikelilingi warga. Wajahnya tampak pucat, namun tak nampak ada luka.


"Iya betul fotonya," ujar Kadispen AU Marsma Fajar Adriyanto kepada wartawan, Senin (15/6/2020).


Seorang warga saksi mata bernama Zainab mengatakan, mendengar teriakan minta tolong. Dia melihat si pilot terjatuh.


"Dengar teriakan dia: 'Tolong!'. Terus dia jatuh ke bawah terguling-guling," ujar Zainab alias Butet.


Warga lainnya, Indra dan Subari, mengaku langsung mencari pilot yang disebut jatuh di sebelah rumahnya. Kebetulan, rumah tempat jatuhnya itu tak berpenghuni.


Mereka juga mengaku mendengar pilot tersebut berteriak meminta tolong. Mereka mengaku melihat pilot dan parasut di lokasi itu.


Lettu Pnb Apriyanto Ismail adalah penerbang yang dilahirkan oleh Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin. 


Berdasar data, Lettu Pnb Apriyanto Ismail sudah lulus uji sebagai pilot pesawat tempur.


Dia sudah menjalani penerbangan solonya dengan Hawk 100/200 di atas langit Riau pada 19 September 2018.


Saat itu, dia berhasil menerbangkan pesawat tempur Hawk 100, bersama dua penerbang lain, yakni Letda Pnb Ferarri Aditya P Lubis dan Letda Pnb Hadhi Prayitno.


Apriyanto Ismail berhasil menerbangkan dan mendaratkan pesawat tempur itu dengan mulus sehingga mendapat apresiasi dari Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Rsn Marsma TNI Ronny Irianto Moningka.


Selanjutnya, pada 23 Mei 2019, Lettu Pnb Apriyanto Ismail mengakhiri masa pendidikan transisinya sebagai penerbang Hawk 100/200. 


Pendidikan transisi adalah salah satu tahapan dari pendidikan penerbangan pesawat tempur. (*)