Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
WASPADA, 51 Pedagang di 6 Pasar DKI Positif Corona


Peristiwa

WASPADA, 51 Pedagang di 6 Pasar DKI Positif Corona

oleh. Andrew Tito- Kamis, 11 Juni 2020 14:16 WIB
IMG
Kondisi di pasar tradisional Senen, Jakarta Pusat.

Rayapos | Jakarta - Corona masih sangat menakutkan warga. Ada 51 pedagang di 6 pasar tradisional di Jakarta terinfeksi Corona. Itu data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) per Kamis (11/6/2020) pukul 10.00 WIB.


"Data Pedagang Pasar Terdampak Covid-19 di Jakarta 51 orang," ujar Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/6/2020).


Adanya 51 pedagang pasar yang positif ini diketahui berdasarkan hasil dari pemeriksaan swab.


Sebelumnya mereka menjalani rapid test dan dinyatakan reaktif Covid-19.


Berikut rinciannya berdasarkan data IKAPPI:


1. Pasar Perumnas Klender: 20 pedagang (paling banyak)


2. Pasar Mester Jatinegara: 1 pedagang


3. Pasar Serdang Kemayoran: 9 pedagang


4. Pasar Kedip, Kebayoran Lama: 2 pedagang


5. Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih: 14 pedagang


6. Pasar Induk Kramat Jati: 5 pedagang


Untuk data Indonesia, berdasarkan data pada Rabu (10/6/2020), sebanyak 439 pedagang di 89 pasar di berbagai daerah di Indonesia positif Corona.


"Kami telah melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah di beberapa provinsi, dan beberapa daerah telah menjalani rapid test Atau swab di pasar," tambahnya.


Pengelola pasar sebelumnya diingatkan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan pasar.


Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar meminta seluruh pengelola pasar di Jakarta Timur memperketat aturan protokol kesehatan penanganan Covid-19.


Anwar mengingatkan kepada para kepala pasar agar tidak melonggarkan protokol kesehatan meskipu DKI Jakarta telah memasuki masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.


Anwar menegaskan bahwa kepala pasar harus mematuhi protokol kesehatan penanaganan Covid-19, seperti menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, dan lainnya.


Sebab, pasar dinilai menjadi tempat yang memiliki potensi penyebaran Covid-19.


"Saya minta kepala pasar peduli dengan pasar dan pedagangnya. Sebab, yang dekat dengan warga sekitar pasar, ya kepala pasar. Minimal ada tempat cuci tangan, masker, disinfektan dan Iainnya," ujar Anwar.


Ia bahkan mendorong penutupan sementara pasar yang pedagangnya positif Covid-19.


Adapun Direktur Teknik Perumda Pasar Jaya Dono Pratomo mengatakan, penutupan pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya merupakan wewenang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


"Kalau kami pada prinsipnya mengikuti arahan Gubernur. Karena pada prinsipnya penutup pasar itu adalah kendali dari Pak Gubernur," ujar Dono ketika diwawancarai wartawan, Selasa (9/6/2020).


Menurut dia, PD Pasar Jaya sudah mengikuti aturan dan menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19, khususnya di area pasar.


Untuk pedagang yang sudah dinyatakan positif Covid-19, lanjut Dono, tentunya harus menjalani perawatan atau isolasi mandiri seusai arahan petugas kesehatan.


Pihaknya juga secara tegas menyatakan bahwa pedagang yang dinyatakan terpapar virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) tidak akan diizinkan berdagang di pasar.


"Jika memang sudah dinyatakan positif Covid-19 tentu harus diisolasi. Sehingga, mohon maaf, mereka (sementara) tidak bisa lagi datang ke pasar," ungkapnya.


Dono mengaku pihaknya terus memberikan imbauan kepada para pedagang maupun pengunjung dalam hal menerapkan protokol kesehatan.


Mulai dari penggunaan masker hingga tetap menjaga jarak fisik atau physical distancing ketika berada di area pasar.


Jumlah pasien Virus Corona (COVID-19) di Indonesia bertambah 1.241 orang, per Rabu (10/6/2020).


"Sehingga total ada 34.316 kasus positif," ujar Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (COVID-19) Achmad Yurianto, Rabu (10/6/2020).


Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 715 orang, sehingga total pasien sembuh ada 12.129 orang.


Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 36 orang, sehingga total ada 1.959 pasien Covid-19 yang meninggal.


Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 9 Juni 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:


DKI JAKARTA


Jumlah Kasus: 8.355 (25.3%)


JAWA TIMUR


Jumlah Kasus: 6.533 (19.8%)


JAWA BARAT


Jumlah Kasus: 2.448 (7.4%)


SULAWESI SELATAN


Jumlah Kasus: 2.194 (6.6%)


JAWA TENGAH


Jumlah Kasus: 1.674 (5.1%)


KALIMANTAN SELATAN


Jumlah Kasus: 1.438 (4.3%)


SUMATERA SELATAN


Jumlah Kasus: 1.188 (3.6%)


PAPUA


Jumlah Kasus: 1.108 (3.3%)


BANTEN


Jumlah Kasus: 1.061 (3.2%)


NUSA TENGGARA BARAT


Jumlah Kasus: 830 (2.5%)


SUMATERA BARAT


Jumlah Kasus: 645 (2.0%)


SUMATERA UTARA


Jumlah Kasus: 618 (1.9%)


BALI


Jumlah Kasus: 608 (1.8%)


SULAWESI UTARA


Jumlah Kasus: 551 (1.7%)


KALIMANTAN TENGAH


Jumlah Kasus: 522 (1.6%)


KALIMANTAN TIMUR


Jumlah Kasus: 351 (1.1%)


MALUKU


Jumlah Kasus: 315 (1.0%)


SULAWESI TENGGARA


Jumlah Kasus: 263 (0.8%)


DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


Jumlah Kasus: 249 (0.8%)


KALIMANTAN BARAT


Jumlah Kasus: 234 (0.7%)


KEPULAUAN RIAU


Jumlah Kasus: 228 (0.7%)


MALUKU UTARA


Jumlah Kasus: 190 (0.6%)


PAPUA BARAT


Jumlah Kasus: 183 (0.6%)


KALIMANTAN UTARA


Jumlah Kasus: 170 (0.5%)


SULAWESI TENGAH


Jumlah Kasus: 159 (0.5%)


LAMPUNG


Jumlah Kasus: 148 (0.4%)


GORONTALO


Jumlah Kasus: 139 (0.4%)


KEPULAUAN BANGKA BELITUNG


Jumlah Kasus: 121 (0.4%)


RIAU


Jumlah Kasus: 120 (0.4%)


JAMBI


Jumlah Kasus: 103 (0.3%)


NUSA TENGGARA TIMUR


Jumlah Kasus: 103 (0.3%)


SULAWESI BARAT


Jumlah Kasus: 94 (0.3%)


BENGKULU


Jumlah Kasus: 92 (0.3%)


ACEH


Jumlah Kasus: 20 (0.1%). (*)