Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
VIDEO, Ayah Bakar Anak Kandung di Temanggung


Peristiwa

VIDEO, Ayah Bakar Anak Kandung di Temanggung

oleh. Kemal Setiawan- Rabu, 10 Juni 2020 17:27 WIB
IMG
Ilustrasi

Rayapos | Temanggung - Ini bisa pelajaran orang tua, menghadapi anak bandel. AF (35) menggertak anaknya, ALF (12) yang bandel, akan dibakar. Akhirnya benar-benar dibakar, dan ALF tewas gosong.


Kejadiannya pada 27 Mei 2020 di rumah keluarga AF di Temanggung, Jawa Tengah. ALF benar-benar terbakar, kemudian dilarikan ke RSUD Temanggung.


Dokter menyatakan, kondisi ALF terbakar 90 persen. Sehari kemudian ALF tewas. Pembaca harus hati-hati mendidik anak. Simak berita ini.


Kronologi


Kasat Reskrim Polres Temanggung, Muhammad Alfian kepada wartawan menjelaskan:


Kejadian pada 27 Mei 2020, atau dua hari setelah idul Fitri.


Awalnya sepele. Yakni, ALF minta izin orang tua, hendak bermain ke tetangga desa, di saat pandemi Corona.


Mungkin, ALF sudah bosan berada di rumah terus, selama pandemi. Dia ingin main ke temannya yang rumahnya bertetangga desa.


Saat ALF pamitan ke ibunya, kontan ibunya melarang. Sang ibunda khawatir anaknya bakal ketularan Corona. Semua orang memang khawatir hal ini.


Apalagi, ALF tergolong bandel. Sehari sebelumnya (26 Mei 2020) ALF sudah main ke rumah temannya, dan dua hari tidak pulang. Tidak dijelaskan, di mana ALF selama dua hari tidak pulang.


Maka, permintaan izin ALF hari itu ditolak keras oleh ibundanya. 


"Sebab, ALF pada sehari sebelumnya, baru pulang setelah dua hari berturut-turut tidak pulang," tutur Kasat Reskrim Polres Temanggung, Muhammad Alfian.


"Sehingga, wajar sang ibu melarangnya lantaran kondisi pandemi Covid-19," tutur Alfian.

Ini videonya:



Nah, ALF ngotot. Bersikeras hendak pergi ke rumah temannya di desa tetangga.


Saat itulah sang ayah, AF, turun tangan. AF sangat marah. Sebaliknya, ALF tetap bersikukuh hendak pergi.


AF gelap mata. Dia menyiramkan bensin ke tubuh anaknya.


Dijelaskan: "AF menyedot bensin dari dalam tangki sepeda motor Vega miliknya. Lalu disiramkan ke sekujur tubuh korban," kata Alfian.


Dari hasil pemeriksaan polisi, Alfian menirukan ucapan AF kepada ALF, demikian:


'Tak obong kowe... tak obong kowe... Nek dikandani kui ojo ngeyel wae (aku bakar kamu, aku bakar kamu, kalau dinasihati jangan membantah)."


Tapi, pada saat itu AF sudah menyiramkan bensin. Sekujur tubuh ALF sudah kuyup oleh bensin. Bau bensin sangat menyengat.


Kemudian, AF menyulut korek. Mungkin tujuannya menggertak. Tapi, seketika api menyambar tubuh ALF. 


Spontan ALF menjerit histeris. Sekujur baju dan celana menyala, berkobar-kobar. Berlari, gulung-gulung kelojotan di tanah. Api tambah besar.


Ayah-ibu jadi panik. Mereka sudah berusaha memadamkan api. Tapi, mungkin karena panik, dan gerakan ALF yang terbakar tidak beraturan, maka ayah-ibu ini tidak bisa segera memadamkan api.


Akhirnya api padam setelah disiram air beberapa kali. Juga, mungkin karena bahan bakar di tubuh ALF sudah habis. Api pun padam.


Namun, kondisi ALF sudah gosong parah. Pingsan.


Dari hasil pemeriksaan polisi, sang ayah memang berusaha keras memadamkan api. Terbukti, pakaian dan tubuh AF juga terbakar. Diduga, karena menyiram air dan memeluk anaknya.


"Tersangka sudah berusaha keras menolong anaknya. Mengambil air, tapi tumpah. Mengambil air lagi," terang Alfian.


"Tersangka AF juga mengalami luka bakar," tutur Kasat Reskrim.


Akhirnya api memang padam. ALF pingsan. Dibopong ayahnya, dilarikan ke RSUD Temanggung. Dirawat di sana.


Esoknya ALF meninggal, dengan luka bakar 90 persen.


Menurut pengakuan tersangka AF, anaknya bandel. Pernah menghilangkan ponsel milik sang ayah.


Kini, polisi sudah menahan AF. Sejumlah barang bukti disita polisi. 


Antara lain, satu jeriken, dua buah korek api gas, abu sisa pembakaran, dan pakaian yang terbakar.


AF dijerat pasal 44 ayat 3 UU no 23 tahun 2004 tentang KDRT dan pasal 76 c Jo pasal 80 ayat 3 UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak atau pasal 187 ayat 3 KUHP.


Ia terancam hukuman 15 tahun penjara. (*)