Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Ketika Wabah Memaksa Manusia Hidup Dalam Kebiasaan-Kebiasaan Baru


Peristiwa

Ketika Wabah Memaksa Manusia Hidup Dalam Kebiasaan-Kebiasaan Baru

Jumat, 29 Mei 2020 16:02 WIB
IMG
Hidup hemat merupakan salah satu kebiasaan yang timbul sebagai dampak wabah Virus Corona.

Rayapos | Jakarta – Situasi pandemi yang melanda banyak negara di berbagai belahan dunia akhirnya membuat manusia merubah kebiasaan hidup mereka demi terhindar dari wabah Virus Corona (COVID-19).

Namun apakah kebiasaan baru yang tercipta secara prematur akibat wabah tersebut akan terus berjalan? Bagaimana jika akhirnya kita semua mulai terbiasa bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk cuci tangan, menutup mukanya dengan masker, hingga mengindari kontak dengan sesama.

Kebiasaan yang selama ini melekat dalam kehidupan manusia menjadi hilang akibat pandemi yang berlangsung begitu lama. Saat ini mungkin kita sudah mulai jarang melihat orang berjabat tangan, kunjungan keluaga ke panti jompo, hingga muda-mudi yang bergandengan tangan untuk mengekspresikan kasih sayang.

Ketika di kemudian hari kita telah terbiasa melakukan hal-hal tersebut dengan tanpa merasa repot maka disitu kita telah memasuki “The New Normal” yang membuat kita hidup berdampingan dengan wabah.

Hidup Hemat

Situasi pandemi hingga saat ini telah banyak mempengaruhi sektor perekonomian dunia, bahkan beberapa bidang usaha mulai lesu akibat menurunya daya beli masyarakat akibat wabah COVID-19. Berhemat tentu menjadi solusi paling realistis bagi sebagian banyak orang, apalagi bagi mereka yang telah kehilangan pekerjaan.

Bisa dipastikan orang-orang akan memilih hidup sederhana dari pada mendapati tagihan dalam jumlah besar pada kartu kredit mereka, sedangkan mereka yang masih bekerjapun tidak dapat memastikan sampai kapan dirinya akan terus berangkat ke kantor.

Dilansir dari Forbes, Analis investasi Glenmede yang dipimpin oleh CIO Jason Pride dalam catatan klien mengatakan bahwa sejak situasi pandemi berlangsung masyarakat mejadi lebih konservatif dalam pengelolaan keuangan. (25/05/2020)

"Salah satu tesis yang berlaku tentang perilaku konsumen di dunia pasca-karantina adalah bahwa individu cenderung sedikit lebih konservatif dengan pengeluaran mereka," kata Jason.

Menurunya Ketergantungan

Selama ini kita tidak menyadari bahwa ketergantungan terhadap distributor kebutuhan pokok telah memasuki fase yang cukup parah, bahkan bumbu masakan, sambal, sayur, buah, yang dahulu bisa kita dapatkan dari sekitaran rumah kini sudah tersedia di supermarket.

Sejak berlangsungnya situasi pandemi di berbagai negara, ketergantungan itu sedikit demi sedikit mulai membaik. Kini orang-orang mulai berpikir untuk mengolah bahan makanan sendiri, mencuci baju sendiri, bahkan menanam tanaman sayur untuk kebutuhan pribadi.

Tentu ini hanya sebagian kecil saja, mungkin suatu saat nanti kita akan mulai lebih banyak  mengurangi ketergantungan semacam itu. Masyarakat nantinya hanya akan bergantung terhadap ketersediaan kebutuhan pokok saja, sedangkan kebutuhan yang sekiranya mereka dapat menghasilkan sendiri akan coba diusahakan.

Hidup mandiri bisa saja akan menjadi bentuk budaya baru bagi sebagian besar masyarakat demi menyesuaikan diri dengan kehidupan yang berdampingan dengan penyebaran wabah.

Lebih Melek Kesehatan

Mencegah penularan wabah menjadi suatu keharusan bagi banyak orang saat ini, penggunaan masker, budaya kebersihan, hingga konsumsi makanan menjadi perhatian utama.

Dahulu berpergian dengan memakai masker di anggap sesuatu yang tabu, bolak-balik mencuci tangan hanya dilakukan oleh pengidap germaphobia (ketakutan berlebih terhadap kuman), dan memiminimalisir kontak pasti di anggap anti social. Namun saat ini budaya hidup bersih telah biasa dilakukan, terlepas dari keterpaksaan dalam usaha mencegah penularan wabah.

Di kemudian hari sudah pasti bahwa setiap negara akan mulai meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan demi mencegah tumbangnya banyak korban pada situasi-situasi pandemi selanjutnya. Masyarakat juga akan menerapkan kebiasaan-kebiasaan baru kaitanya dengan usaha-usaha menjaga kondisi kesehatan sebagai hasil pembelajaran dari wabah yang saat ini mengancam.

(**)