Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Imam Salat Tarawih Positif Covid-19, Puluhan Jamaah Jadi ODP


Peristiwa

Imam Salat Tarawih Positif Covid-19, Puluhan Jamaah Jadi ODP

oleh. Andrew Tito- Sabtu, 16 Mei 2020 16:29 WIB
IMG
Ilustrasi masjid disemprot disinfektan

Rayapos | Jakarta - Kasus ini jadi pelajaran kaum Muslimin. Warga nekat salat Tarawih di Mushala Baitul Muslimin RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Imamnya, setelah diperiksa ternyata positif Covid-19.


Akibatnya, 28 jamaahnya berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Mereka kemudian diperiksa petugas kesehatan setempat.


Hasil swab menyatakan 9 dari 28 orang itu positif Corona. Entah itu akibat tertular imam, atau sebab lain. Proses penularan Covid-19 dahsyat dan sangat cepat.


Camat Tambora, Bambang Sutama saat dihubungi wartawan, Sabtu (16/5/2020) mengatakan:


"Iya sudah, alhamdulillah sudah ditangani oleh pihak kesehatan. Hasil swab-nya memang kemarin dari informasi dari kesehatan, itu ada 9 yang dinyatakan positif, tapi positif ringan, termasuk ringan, penanganan ringan."


Bambang tidak menjelaskan, apa yang dia maksud positif Covid-19 tapi positif ringan. Tidak jelas.


Bambang menuturkan, dari 9 warga yang positif itu, beberapa sudah ada yang dibawa ke rumah sakit untuk menjalani isolasi. 


Sisanya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Menunggu informasi lebih lanjut dari pihak pusat kesehatan (puskes) setempat.


Ternyata, mereka yang sudah positif tapi belum dibawa ke RS, karena menunggu antrean masuk RS yang, mungkin penuh.


Bisa dibayangkan, orang positif Covid-19, pulang ke rumah. Sedangkan, di rumah sakit saja bisa menulari dokter dan perawat (dengan pakaian APD lengkap).


"Nanti informasi dari kesehatan kan lagi minta rujukan dari rumah sakit. Informasi tempatnya dan sebagainya perlu diperhitungkan," kata Camat Tambora, Bambang Sutama.


"Nunggu informasi tempat yang di rumah sakit. Lebih konkretnya dari puskes karena memang komunikasi dari Wisma Atlet, Tarakan, itu dari puskes," tuturnya.


Bambang menjelaskan 9 orang yang dinyatakan positif itu tidak ada yang memiliki penyakit bawaan. 


Dia menyebut beberapa warga yang dibawa ke rumah sakit merupakan salah satu bentuk penanganan sesuai protokoler.


"Nggak ada (penyakit bawaan), di situ (RS Tarakan) kan komunikasi juga dengan Wisma Atlet kalau bawa ke sana kan harus ada protokolernya. Hubungi dokter dan lain sebagainya kan harus komunikasi dengan pihak Wisma Atlet juga," jelasnya.


Bambang mengungkapkan hasil swab keluar pada Jumat (15/5/2020) sore. Semua yang dinyatakan positif, menurut dia, dalam keadaan baik.


"Semua dalam kondisi sehat-sehat semua, baik-baik semua, nggak ada yang kelihatan sakit nggak ada. Ini mungkin akan lebih mudah untuk disembuhkan tergantung imun mereka. Mudah-mudahan imunnya tinggi terus, semoga cepat pulih," ungkapnya. 


Mungkin (juga) itu yang dimaksud Bambang Sutama sebagai orang positif Covid-19, tapi positif ringan. (*)