Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
SPPI: Ada yang Belokkan Pelarungan ABK WNI Jadi Politik Rasis


Peristiwa

SPPI: Ada yang Belokkan Pelarungan ABK WNI Jadi Politik Rasis

Jumat, 08 Mei 2020 01:27 WIB
IMG
Proses pelarungan jenazah ABK WNI di kapal China. Foto: MBCnews

Rayapos | Jakarta - Peristiwa apa pun, belakangan ini, bisa dibelokkan pihak-pihak tertentu jadi isu politik rasial. Misalnya, peristiwa pelarungan (penguburan di laut) jenazah ABK WNI di kapal berbendera China.


Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) mengaku, mendeteksi upaya penggeseran isu eksploitasi anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) ke arah isu politik rasial. 


SPPI menilai sebaiknya semua fokus pada upaya pemenuhan hak para ABK WNI yang malang itu.


Ketua SPPI, Ilyas Pangestu, melalui siaran langsung dari kanal YouTube Greenpeace, Kamis (7/5/2020) mengatakan:


"Dari tadi malam bangga campur kecewa. Bangganya apa? Ini ternyata sudah menjadi trending topic di masyarakat, di mana-mana, di Korea maupun di Twitter Indonesia kemarin." 


"Tetapi ada beberapa hal yang miris memang, karena kami sedang fokus terhadap pemenuhan hak korban ini." 


"Tapi ada banyak pihak lain yang coba menggeser isu ini menjadi isu-isu politik. Menjadi isu rasis." 


Ilyas mengatakan, pihaknya tengah menggencarkan pemenuhan hak bagi para korban yang mendapat perlakuan eksploitasi. 


Dia meminta agar pemerintah segera memperbaiki kebijakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


"Mari kita bersama-sama, mari kita suarakan, fokus kita adalah bagaimana pemenuhan hak-hak dari para korban ini."


"Kemudian yang kedua, kebijakan dan regulasi yang ada di Indonesia harus diperbaiki yang implemented."


"Kemudian yang ketiga, jangan sampai terulang lagi apa kejadian kejadian seperti ini," ujarnya.


Diketahui sebelumnya, berita dilarungnya jenazah anak buah kapal (ABK) yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) menghebohkan Korea Selatan dan Indonesia. 


Ada 14 ABK WNI yang selamat dan kini tengah menjalani masa karantina virus Corona di Korea Selatan.


Dijelaskan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, kapal tempat para WNI bekerja itu adalah kapal penangkap ikan berbendera China bernama Long Xing 629. 


Sebanyak 15 ABK WNI dari kapal Long Xing 629 kemudian dioper ke kapal lainnya dan akhirnya sandar di pelabuhan Busan pada 24 April lalu. (*)