Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Polri Tegas Larang Demo May Day Besok, Buruh Menurut


Peristiwa

Polri Tegas Larang Demo May Day Besok, Buruh Menurut

Kamis, 30 April 2020 21:34 WIB
IMG
Ilustrasi demo May Day tahun lalu. Dok Rayapos

Rayapos | Jakarta - Polri tegas melarang demo May Day (hari buruh) 1 Mei 2020 besok. Pimpinan buruh pun menurut.


Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, guna mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak atau social distancing saat PSBB, pihaknya meniadakan kegiatan aksi turun ke jalan saat peringatan May Day, Jumat (1/5/2020) esok hari.


Meski begitu, para buruh akan mengganti kegiatan dengan cara melakukan aksi bakti sosial ke sejumlah titik.


"May day kali ini buruh tidak akan turun ke jalan. Tapi kegiatan diganti dengan bakti sosial, kampanye media sosial, kemudian penggalangan dana untuk pangan dan kesehatan," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (29/4/2020).


Selain itu, para buruh juga akan membawa spanduk yang bakal dipasang di depan perusahaan-perusahaan tempat sebagian buruh bekerja.


Spanduk tersebut berisi tiga tuntutan para buruh yang setiap tahun biasanya disuarakan dengan cara aksi unjuk rasa setiap tanggal 1 Mei.


"Kami juga akan memasang spanduk di perusahaan-perusahaan berisi tolak Omnibus Law, stop PHK dan libur kan buruh dengan upah beserta THT yang dibayar penuh," katanya.


Iqbal sangat mengharapkan agar Presiden Joko Widodo menghentikan pembahasan tentang RUU Cipta Kerja, tak hanya saat pendemi, namun juga setelah pandemi.


Ia juga mengkhawatirkan nasib buruh-buruh yang saat ini diputus kontrak kerjanya akibat pandemi.


Pihaknya memprediksi jumlah buruh yang terkena PHK bakal lebih banyak setelah pandemi berakhir.


"Kami juga minta stop PHK, sudah ratusan ribu buruh yang di PHK selama pendemi corona. Setelah pendemi pasti akan lebih banyak lagi. Bisa jutaan. Kami harapkan ada strategi dari pemerintah," ujar Iqbal. (*)