Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Mengapa Orang Afrika Jarang Kena Covid-19?


Peristiwa

Mengapa Orang Afrika Jarang Kena Covid-19?

Senin, 27 April 2020 21:52 WIB
IMG
Orang Afrika diperiksa tenaga medis. Foto: AP

Rayapos | Jakarta - Covid-19 masuk negara-negara Afrika. Tapi tidak banyak. Mengapa? Yang pasti, bukan berarti virusnya ogah masuk ke tenggorokan orang berkulit hitam. Bukan begitu.


Kendati, hal itu membuat para ahli penasaran.


Covid-19 pertama kali masuk Afrika Februari 2020. Ketika Mesir mengumumkan kasus Corona pertama pada 14 Februari 2020. 

Selanjutnya, virus ini menyebar ke negara Afrika lainnya.


Ada beberapa negara Afrika menerapkan lockdown. Memutus mata rantai penularan.


Seperti dilansir AFP, Rwanda lockdown sejak 21 Maret 2020. Saat itu di sana ditemukan 17 kasus.


Kemudian, Afrika Selatan lockdown sejak 26 Maret 2020.


Corona terus menyebar di benua itu. Tapi, bulan April berhenti. Tak lagi menyebar.


Sebagaimana dilaporkan BBC pada 13 April 2020, Covid-19 tidak lagi menyebar, khususnya di Afrika Selatan.


"Memang aneh sekali situasinya. Misterius. Kami tak tahu apa yang sebenarnya terjadi," ujar Dr Evan Shoul, pakar penyakit menular di Johannesburg.


Yang jelas, warga Afrika Selatan punya kekebalan tambahan atas virus ini.


Sebab, setiap warga sudah divaksin tuberculosis. 


Juga mungkin disebabkan oleh fakta bahwa ada orang-orang yang mendapatkan perawatan antiretroviral.


Merujuk data Worldometers, tercatat per Senin (27/4/2020) ada 4.546 kasus Corona di Afsel. 87 Orang meninggal dan 1.473 sembuh.


Negara di Afrika terparah terdampak Covid-19 adalah Aljazair, jika dilihat dari korban meninggal dunia. Ada 3.382 kasus Corona dan 425 orang meninggal dunia. Sedangkan yang pulih 1.508 orang.


Perbandingan Afrika dengan Benua Lain


Afrika merupakan benua terbesar kedua di dunia setelah Asia. Namun, luasnya wilayah ini tak berbanding lurus dengan jumlah kasus Corona di sana.


Sedangkan posisi kasus tertinggi Corona ditempati oleh benua Eropa, yakni 1.295.262 kasus Corona dengan 122.461 orang meninggal dan 449.804 orang pulih. 


Posisi ini disusul benua Amerika Utara--Amerika Serikat masuk di dalamnya--dengan 1.065.973 kasus Corona, 60.014 meninggal dunia dan 147.312 pulih.


Kemudian di Asia, kasus Corona mencapai 476.755. 17,396 meninggal dunia dan yang sembuh 230.293.


Sedangkan benua Amerika Selatan angka kasus Corona mencapai 138.255, yang mati 6.309 orang dan yang sembuh 49.664 orang. 


Australia dan negara-negara Oseania, kasus Corona mencapai 8.290 orang. 102 orang di antaranya meningga dunia dan 6.838 orang sembuh.


Berikut urutan kasus Covid-19 per benua:


1. Eropa: 1.295.262 kasus

2. Amerika Utara: 1.065.973 kasus

3. Asia: 476.755 kasus

4. Amerika Selatan: 138.255 kasus

5. Afrika: 32.733 kasus

6. Australia-Oseania: 8.290 kasus