Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Bandara A Yani Ditutup Mulai Malam Ini


Peristiwa

Bandara A Yani Ditutup Mulai Malam Ini

Jumat, 24 April 2020 20:57 WIB
IMG
Penumpang terakhir di area ‘check in’ Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019). Foto: Antara

Rayapos | Semarang - Upaya banyak pihak menghentikan pergerakan orang, mencegah penyebaran Covid-19, sangat masif. Mengerahkan energi besar, berakibat kemerosotan ekonomi luar biasa.


Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, menghentikan layanan penerbangan komersil mulai Sabtu (25/4/2020) pukul 00.00 


GM Bandara Ahmad Yani, Hardi Ariyanto, mengatakan pihaknya hanya akan melayani penerbangan yang dikecualikan dalam larangan mudik.


"Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang tetap beroperasi seperti biasanya karena kami wajib melayani penerbangan yang termasuk dalam pengecualian penghentian layanan sementara dan bagi pesawat udara yang take off, landing maupun melintas di bandara," ujar Hardi dalam siaran persnya, Jumat (24/4/2020).


Penerbangan yang dikecualikan yakni:


1. Pimpinan lembaga tinggi negara Republik Indonesia dan tamu kenegaraan;

2. Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia;

3. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi flight) yang melakukan pemulangan WNI maupun WNA;

4. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat;

5. Operasional angkutan kargo;

6. Operasional lainnya berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.


Dia menjelaskan setidaknya ada 21 rute penerbangan komersil yang terdampak kebijakan larangan mudik. Yaitu penerbangan tujuan Denpasar, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Pangkalan Bun, Surabaya, Batam, Banjarmasin, Makassar, dan Ketapang.


"Namun pihak pengelola bandara akan terus berkoordinasi intensif dengan otoritas bandar udara, maskapai, dan pihak terkait lainnya untuk implementasi kebijakan dan kelancaran kegiatan operasional di lapangan," jelas Hardi.


Hardi mengimbau masyarakat yang memiliki tiket dengan jadwal penerbangan periode 25 April sampai dengan 31 Mei untuk menghubungi pihak maskapai guna melakukan refund, reroute, atau reschedule.


"Bandara menyediakan konter khusus bagi masyarakat yang ingin melakukan refund, reroute, atau reschedule jadwal penerbangan dengan mendatangi langsung konter maskapai di bandara," ujarnya.


Pengaturan waktu refund, reroute atau reschedule tiket akan dilakukan oleh pihak operator maskapai. Langkah itu, kata Hardi, untuk menghindari terjadinya kerumunan orang di bandara yang berpotensi penyebaran virus corona.


Hardi berharap diberlakukannya kebijakan larangan mudik dan penghentian sementara penerbangan komersil dapat menekan penyebaran virus corona secara signifikan.


"Kami harap kebijakan ini dapat dipatuhi bersama dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dapat berjalan dengan tertib dan lancar demi keselamatan dan kebaikan kita bersama," jelasnya. (*)