Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Larangan Mudik Disambut Positif PT KAI


Peristiwa

Larangan Mudik Disambut Positif PT KAI

Selasa, 21 April 2020 20:43 WIB
IMG
Dulu, suasana mudik di stasiun KA seperti ini

Rayapos | Jakarta - Larangan mudik Lebaran, disambut positif PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kini mereka sedang merancang sistem pencegahannya.


Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia, Eva Chairunisa mengatakan masih membahas mengenai keputusan pemerintah melarang mudik.


"Yang pasti kami mendukung semua upaya pemerintah terkait pencegahan dan pemutusan mata rantai covid-19," kata Eva saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2020).


Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui langkah-langah PT KAI terkait rencana itu.


Kini pihaknya tengah melakukan koordinasi terkait skenario yang akan dilakukan sesuai keputusan pemerintah.


"Nanti kami update kembali skenarionya seperti apa di lapangan. Saat ini kami masih bahas," katanya


Sebelumnya Presiden Jokowi dalam rapat terbatas lewat video conference, Selasa (21/4/2020) mengumumkan larangan mudik di tengah pandemi covid-19.


"Pada rapat hari ini, saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang," kata Presiden Jokowi.


Ia meminta jajarannya segera mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan larangan mudik ini.


Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyambut baik kebijakan Presiden RI Joko Widodo yang melarang warga mudik.


Kebijakan ini dikeluarkan untuk menghindari penyebaran Covid-19 dari  Jakarta ke daerah lain di Indonesia.


Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat dihubungi wartawan pada Selasa (21/4/2020) mengatakan:


“Tentu kami dari Jakarta menyambut ini dengan baik yah karena kita pahami Jakarta khususnya dan Jabodetabek pada umumnya, ini sudah masuk pada klaster epidemiologi yang zona merah. Artinya siapa pun yang ada di sini itu berpotensi terpapar Covid-19,” 


Syafrin mengatakan, dengan adanya larangan mudik tentu diharapkan bisa menekan potensi penyebaran virus di beberapa kota/kabupaten lain yang ada di Indonesia.


Imbauan ini juga idealnya ditaati oleh warga luar daerah yang ingin masuk wilayah Jakarta.


“Dengan adanya pola ini, artinya bahwa yang dari Jabodetabek tidak boleh keluar, yang dari luar tidak boleh masuk,” ungkapnya. (*)