Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Ratusan TKI di Malaysia Makan Rumput, Gegara Lockdown


Peristiwa

Ratusan TKI di Malaysia Makan Rumput, Gegara Lockdown

Senin, 20 April 2020 11:20 WIB
IMG

Rayapos | Kuala Lumpur - Ratusan TKI di Malaysia terkurung dalam sebuah gedung, akibat lockdown. Sebagian terpaksa makan rumput.


Itu dikatakan Mahbubi Ali, pengurus Ormas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kepada wartawan, Senin (20/4/2020).


Dijelaskan Mahbubi Ali, pemerintah Malaysia sudah beberapa waktu lalu menerapkan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP - lockdown). Mencegah penularan Covid-19.


Maka, ada ratusan TKI tersebut terkurung dalam lokasi proyek pembangunan apartemen di daerah Kuchai Lama, Kuala Lumpur.


Mereka terkurung, karena pintu utama keluar-masuk pekerja dikunci pimpinan perusahaan tempat mereka bekerja.


 "Mereka tidak bisa keluar membeli bahan makanan karena pintu utama untuk akses keluar-masuk para pekerja ditutup (dikunci)," katanya. 

"Untuk bertahan hidup, sebagian ada yang makan rumput atau  apa saja  yang bisa dimakan untuk sekadar mengganjal perut," 


Mahbubi mengetahui itu, ketika MES menyerahkan bantuan berupa beras dan ubi kepada para TKI tersebut, Sabtu (18/4/2020).


Sebagaimana dikatakan Mahbubi dalam tayangan video yang direkam ketika menyerahkan bantuan kepada para TKI yang terkurung itu, proses penyerahan bantuan dari MES dan Ikatan Keluarga Madura (IKMA) Malaysia terpaksa dilakukan melalui bawah pintu yang terkunci. 


"Kondisinya begitu mengkhawatirkan. Mereka terkunci dalam kongsinya. Bantuan dari MES dan IKMA berupa beras dan ubi terpaksa kami serahkan melalui bawah gate (pintu) karena kami tidak bisa masuk," tuturnya.


"Tentu ini belum cukup karena ternyata kami baru tahu ada ratusan TKI yang terkurung," katanya.


Dalam videonya, Mahbubi juga menunjukkan dua orang TKI yang mencoba keluar dan masuk melalui celah di bawah pintu dengan cara terlentang beralaskan kardus.


Sementara menurut keterangan pengurus IKMA, Jamal Al Fateh, sejak pemerintah Malaysia menerapkan PKP pada 18 Maret 2020 lalu, ratusan TKI itu belum pernah mendapat bantuan paket sembako dari pihak mana pun. 


"Awalnya, mereka menghubungi MES melalui ketuanya, Kyai Mahbubi Ali dan beliau mengajak kolaborasi IKMA untuk menyalurkan bantuan," kata Jamal.


Terkait pendataan secara online yang dilakukan KBRI Kuala Lumpur, lanjut Jamal, para TKI tersebut sebenarnya sudah mengisi formulir pendataan. 


Namun, hingga saat ini mereka belum pernah mendapat bantuan apa-apa.  


"Menurut mereka, sudah mengisi formulir pendataan yang dilakukan kedutaan. Akan tetapi, kami tahu bahwa permohonan di KBRI beratus ribu juga. Tadi pihak MES dan IKMA sudah memberitahu mereka, insya Allah besok kami akan kirimkan paket sembako lagi dengan meminta  bantuan pihak kepolisian Malaysia (PDRM) agar bisa mendapatkan akses masuk," ujar Jamal. (*)