Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
VIDEO, KM Lambelu Dilarang Berlabuh, Penumpang Terjun ke Laut


Peristiwa

VIDEO, KM Lambelu Dilarang Berlabuh, Penumpang Terjun ke Laut

Kamis, 09 April 2020 12:57 WIB
IMG
Para penumpang KM Lambelu menyaksikan, beberapa penumpang terjun ke laut. Capture video

Rayapos | Kupang - Covid-19 mengacaukan kehidupan bermasyarakat. Di NTT (NusaTenggara Timur), KM Lambelu dilarang berlabuh di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, NTT, sebab ada isu 3 ABK kena Covid-19.

Akibatnya, kapal terkatung-katung di perairan dekat pelabuhan. Kemudian beberapa penumpang terjun ke laut, berenang ke pelabuhan.

KM Lambelu berlayar dari Tarakan, Kalimantan Timur menuju, Kabupaten Sikka, NTT.

Begitu kapal tiba, otoritas pelabuhan melarang kapal bersandar di Pelabuhan Lorens Say, Maumere.  

Karena diduga 3 anak buah kapal (ABK) tersebut terjangkit Covid-19.  

Akibat larangan itu, sejumlah penumpang lompat dari kapal ke laut dan berusaha berenang ke daratan.  

Sementara itu, ratusan penumpang lainnya berteriak meminta pemerintah Kabupaten Sikka mengizinkan kapal untuk sandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere.  

Merespons aksi para penumpang yang lompat ke laut, tim Sar Maumere langsung melakukan pertolongan.  

Beberapa penumpang yang lompat ke laut pun berhasil diselamatkan oleh tim Sar Maumere.  

Kepala Basarnas Maumere, I Putu Sudayana mengatakan, 5 penumpang KM Lambelu yang loncat menggunakan life jacket. 

Putu mengatakan, kelima penumpang nekat lompat ke laut saat Bupati Sikka dan Forkompinda menyampaikan kapal tidak boleh sandar. 


Pemerintah Kabupaten Sikka di Flores, Provinsi NTT, sebelumnya melarang seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) KM Lambelu untuk turun dan bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Selasa (7/4/2020). 

Larangan itu lantaran sejumlah kru kapal milik Pelni tersebut diduga terjangkit Covid-19.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, mengatakan, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo telah melakukan koordinasi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terkait pelarangan kapal itu bersandar. 

Terkait tiga orang ABK yang diduga terjangkit Covid-19, Marius mengaku segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka. 

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo kemudian mengizinkan kapal bersandar di pelabuhan, tetapi penumpang tidak boleh turun. 

"Kapal kami sandarkan," kata Roberto Diogo.

"Para penumpang tidak boleh turun sebelum tim kesehatan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan rekomendasi," kata Roberto, Selasa (7/4/2020). (*)