Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Pelanggar PSBB di DKI Bakal Dipidana


Peristiwa

Pelanggar PSBB di DKI Bakal Dipidana

Rabu, 08 April 2020 17:22 WIB
IMG
Konferensi pers bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. Foto: Antara

Rayapos | Jakarta - PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta harus ada sanksi bagi pelanggar. Sebab, pelanggar masih sangat banyak. 

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/4/2020) mengatakan:

Penegakan hukum berupa penindakan bagi pelanggar PSBB adalah langkah terakhir.

Langkah terakhir akan diambil, setelah melakukan imbauan dan pendekatan humanis ke masyarakat.

Menurut Nana, pihaknya sudah berkordinasi dengan kejaksaan dalam memproses hukum para pelanggar PSBB dengan menerapkan acara pemeriksaan singkat (APS) dalam penangan setiap kasus pelanggaran PSBB.

"Kami dan kejaksaan sepakat untuk memprosesnya dengan cepat. Kejaksaan sudah merespon baik dan mempelajari maklumat kapolri, serta akan melakukan APS atau acara pemeriksaan singkat dalam penanganan hal ini," kata Nana.

Menurut Nana ada beberapa ketentuan pidana yang bisa diterapkan kepada masyarakat pelanggar PSBB, sebagai upaya terakhir pihaknya.

Yakni UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan serta Pasal 212, 216 dan 218 KUHP.

Nana Sudjana memastikan bahwa saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, Jumat 10 April 2020, pihaknya akan melakukan penegakan hukum sebagai langkah terakhir agar masyarakat mentaatinya.

Salah satunya kata dia adalah pada pembatasan moda transportasi angkutan barang dan penumpang, baik angkutan umum atau pribadi.

"Untuk kendaraan pribadi, misalnya mobil Avanza kapasitas 6 orang, hanya boleh 3 orang. Ini juga berlaku bagi roda dua. Jika kendaraan roda dua berboncengan, maka jelas melanggar physical distancing," kata Nana dalam konpers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/4/2020).

Karenanya kata dia sepeda motor hanya bisa dikendarai seorang diri tanpa berboncengan.

"Jadi motor atau roda dua hanya diperbolehkan untuk satu orang, termasuk juga bagi ojek online. Tidak ada istilahnya motor berboncengan," kata Nana.

Jika pengendara motor diketahui berboncengan kata Nana maka akan diberi sanksi.

Pembatasan moda transportasi ini, kata Nana, juga berlaku untuk kendaraan bus, kereta api, MRT dan LRT.

"Misalnya bus yang selama ini bisa memuat 40 orang, maka yang diperbolehkan separuhnya 50 persen, atau 20 orang saja. Begitu juga dengan kereta api, MRT dan LR, penumpang hanya boleh 50 persennya saja dari kapasitas," kata dia.

Meski begitu Kata Nana detil aturannya masih menunggu Peraturan Gubernur yang akan rampung dan keluar, Kamis besok.

"Detailnya kita menunggu Peraturan Gubernur yang akan keluar besok," kata Nana.

Nana memastikan selama pemberlakuan PSBB tidak ada penutupan jalan dan akses jalan keluar masuk wilayah Jakarta.

"Kami sampaikan tidak ada penutupan akses jalan keluar masuk wilayah Jakarta saat pemberlakuan PSBB ini," kata dia. (*)