Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Lagi, Jamaah Masjid Kebon Jeruk Positif Covid-19


Peristiwa

Lagi, Jamaah Masjid Kebon Jeruk Positif Covid-19

Jumat, 03 April 2020 17:00 WIB
IMG
Masjid Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang jadi evakuasi ODP Covid-18

Jakarta – Setelah tiga orang jamaah Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Jakarta Barat, positif Covid-19, pekan lalu, hari ini ditemukan lagi beberapa positif Covid-19 di situ.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan, rapid test kedua di Masjid Jami’ itu diselenggarakan Kamis (2/4/2020).

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi

“Di situ lagi ada beberapa jemaah terdeteksi positif Covid-19. Namun, saya tidak ingat berapa jumlahnya,” kata Rustam ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (3/4/2020).

Pasien positif Covid-19 itu pun telah dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat untuk menjalankan karantina.

Bukan hanya jemaah positif Covid-19, sebanyak 31 jemaah Masjid Jami’ Kebon Jeruk juga dievakuasi ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2020).

“Kami siapkan dua bus. Jumat siang ini usai salat dzuhur ke-31 jemaah kami antarkan ke Wisma Atlet untuk dikarantina,” ujar Rustam.

Rustam memastikan ketika evakuasi para jemaah itu juga tetap steril. Hal itu lantaran satu bus hanya diisi oleh 15 penumpang dan antarjemaah diberi jarak satu meter.

Ketika evakuasi, jemaah juga didampingi oleh pengawas di tim medis.

Disinggung soal kapan seluruh jemaah masjid Jami’ Kebon Jeruk dievakuasi, Rustam mengatakan hal itu akan dilakukan bertahap.

“Sampai saat ini kami masih terus membujuk seluruh jemaah agar mau dievakuasi,” ujarnya. Dibujuk, sebab sebagian besar mereka menolak.

Sehingga total ada 70 jemaah yang sudah dievakuasi.

Sebelumnya, 3 Jamaah Positif Covid-19

Diketahui sebelumnya ratusan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk yang berasal dari mancanegara dan dalam negeri, kini berstatus ODP.

Status itu mereka sandang usai menjalankan rapid test Covid-19 Kamis (26/3/2020). Dari test itu ditemukan tiga WNI (warga negara Indonesia) suspect Covid-19.

Ketiga WNI yang suspect itu kini sudah dikarantina di rumah sakit darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Mestinya, saat itu ratusan jamaah lainnya diisolasi di RS. Namun ratusan jemaah itu memilih mengisolasi di Masjid Jami’ Kebon Jeruk.

Selama 14 hari pihak Suku Dinas Sosial Jakarta Barat rutin mengirimkan pasokan makanan siap saji ke ODP Masjid Jami Kebon Jeruk.

Pemkot Bujuk ODP di Masjid

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat masih membujuk ratusan jemaah di Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta Barat agar mau dievakuasi ke rumah sakit darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tapi, sebagian besar mereka menolak.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengaku sudah menjalankan intruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta seluruh jemaah yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) agar dievakuasi.

Namun Sabtu (28/3/2020) baru 39 dari 221 jemaah yang berhasil dievakuasi ke Wisma Atlet, Kemayoran.

Sisanya masih bertahan mengisolasi diri di masjid tersebut.

“Sedang kami upayakan, karena mereka masih enggan juga kami evakuasi. Ini masih kami negosiasikan terus,” jelas Rustam dihubungi Minggu (29/3/2020).

Rustam memastikan evakuasi ODP di Masjid Jami’ Kebon Jeruk berlangsung steril.

Sebanyak 39 jemaah diangkut ke dalam bus pariwisata yang mereka telah siapkan.

Misalnya saja di dalam bus para jemaah saling menjaga jarak ketika duduk. Ada dua bus yang disediakan untuk mengangkut 39 orang yang masuk ke dalam status ODP itu.

Rustam berharap para jemaah yang masih bertahan di dalam masjid agar bersedia dievakuasi ke Wisma Atlet, Kemayoran.

Ia menjamin akan mempersiapkan semua kebutuhan evakuasi jika para jemaah siap.

Namun jika negosiasi mandek, mau tidak mau ia mengizinkan para jemaah untuk diisolasi di masjid tersebut selama 14 hari.

“Karena dikhawatirkan orang yang ODP itu walaupun belum positif Covid-19 namun masih berpotensi sebagai carier. Ini yang kami hindari makanya kami isolasi,” jelasnya.

Meski demikian ia masih berharap para jemaah bersedia dibawa ke Wisma Atlet. Hal itu juga demi kondisi kesehatan mereka ke depannya.

“Pemantauanya lebih enak di sana dibandingkan di masjid. Selain itu tidur juga lebih enak. Ini terus menerus kami berikan penjelasan kepada mereka,” tuturnya.

Ia sendiri mengaku tidak mengetahui pasti, alasan para jemaah itu menolak dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran.

Diberitakan sebelumnya rapid test sudah dilaksanakan di Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta Barat.

Sampai saat ini masjid yang kerap menjadi destinasi ziarah umat muslim berbagai macam negara itu menjadi tempat isolasi sementara para jemaah. (*)