Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
April Mop, Kisah Pembantaian Muslim Terbesar Di Spanyol


Peristiwa

April Mop, Kisah Pembantaian Muslim Terbesar Di Spanyol

Rabu, 01 April 2020 13:52 WIB
IMG
April Mop dan kisah pembantaian umat Islam di Spanyol. Foto : wowmenariknya.com

Rayapos | Jakarta – April Mop adalah salah satu perayaan tahunan yang selalu di rayakan oleh orang-orang barat, namun terdapat kisah memilukan dimana konon katanya perayaan ini terkait dengan pembantaian besar-besaran umat Muslim di Spanyol. Apakah kisah tersebut memang benar-benar pernah terjadi? Rabu (01/03/2020) WIB.

Dikutip dari wikipedia, April Mop atau yang biasa disebut sebagai April Fools’Day merupakan sebuah perayaan dimana orang-orang boleh untuk membuat lelucon dengan cara berbohong tanpa dianggap salah.

Dilansir dari republika, banyak sejarawan di dunia meyakini bahwa awal mula perayaan April Mop terkait dengan peristiwa pembantaian orang-orang Muslim yang kala itu kalah dalam perang salib.

Pembantaian tersebut berawal saat kekhalifahan Islam Spanyol yang dipimpin oleh Pangeran Thariq bin Ziyad menguasai hampir sebagian besar wilayah di Eropa Barat, namun kemudian diserang oleh Tentara Salib yang ingin merebut kekuasaanya.

Masyarakat Islam Spanyol yang diceritakan telah berkuasa sejak abad ke-8 Masehi saat itu sempat mengembangkan syiar Islam hingga ke beberapa kota di Perancis seperti Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, dan Tours membuat geram beberapa negara lain yang notabenya menganut agama Nasrani.

Hal ini memicu timbulnya konfllik antar umat beragama, baik dengan cara konfrontasi, maupun intervensi pemikiran dan kebudayaan.

Konflik yang terus menerus terjadi akhirnya mambuat perang besar terjadi antara kekhalifahan Islam Spanyol dengan gabungan beberapa negara Eropa bercorak Nasrani.

Kekhalifahan Islam Spanyol yang kala itu akhirnya runtuh membuat masyarakatnya harus tersingkir dan di berikan izin untuk pergi meninggalkan tanah Spanyol, namun saat mereka telah bersiap naik kapal untuk angkat kaki justru kapal mereka di bakar dan terjadilah pembantaian besar-besaran.

Beberapa sejarawan menganggap bahwa tragedi ini terjadi pada 1 April 1487 Masehi, lalu kemudian seterusnya peristiwa pengingkaran tersebut di peringati sebagai April Fool’Day yang dilakukan dengan saling membuat kebohongan (sebagai lelucon) tanpa harus disalahkan.

Kisah tersebut menyimpan banyak sekali keraguan, dimana penjelasan awal mula berkuasa dan keruntuhan kekhalifahan Islam Spanyo di dalaml kisah tersebut ternyata bertentangan dengan beberapa sumber literatur yang ada.

Dikutip dari website resmi Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Nederland, berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol menurut Prof.Dr. Hj. Musyrifah Sunanto, dalam buku berjudul “sejarah islam klasik” terjadi pada tahun 1492 Masehi. Namun nyatanya peringatan yang terkait dengan April Mop baru muncul lebih dari lima puluh tahun setelahnya.

Kemudian penyebab runtuhnya kekuasaan Islam Spanyol dalam beberapa literatur ternyata bertentangan dengan narasi kisah diatas.

Cendekiawan Muslim Dr.Badri Yatim, M.A, dalam buku “Sejarah Peradaban Islam” memaparkan bahwa keruntuhan kekuasaan kekhalifahan Islam pada periode ke-6 tahun 1492 M lebih mengarah kepada perang saudara akibat perebutan kekuasaan, sebelum di intervensi oleh beberapa negara-negara Nasrani.

Penguasa Islam Spanyol terakhir bernama Abu Abdullah yang tak kuasa menahan arus konfrontasi dari dua penguasa Nasrani bernama Ferdenand dan Isabella, akhirnya meninggalkan Spanyol untuk berpindah ke Afrika Utara dan tidak ada satupun penjelasan tentang pembantaian.

Kisah terkait pembantaian yang disinyalir melatar belakangi perayaan April Mop sebenarnya masih belum jelas kebenaranya, karena masih perlu penguatan fakta dari berbagai literatur sejarah.

Dari pemaparan tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap isu yang beredar dan tidak mudah tersulut provokasi, sehingga kerukunan umat beragama khususnya di Indonesia dapat terus terjalin. (**)