Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
300 Siswa Polisi Terindikasi Positif Corona


Peristiwa

300 Siswa Polisi Terindikasi Positif Corona

Rabu, 01 April 2020 15:00 WIB
IMG
Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol di Sukabumi. Dok Rayapos

Rayapos | Sukabumi – Tak kurang 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol di Sukabumi dinyatakan terindikasi positif COVID-19. Kini mereka menjalani isolasi.

Itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono setelah mengecek kondisi para siswa tersebut di Setukpa, Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2020).

Argo Yuwono kepada pers mengatakan:

“Sesuai perintah Bapak Kapolri, sehubungan dengan pemberitaan siswa Setukpa terjangkit atau positif Corona, kita cek ke sini, ada Ka SDM Polri dan Karo Psikologi. Kita langsung mengecek, mengawasi, melihat, memberikan beberapa arahan-arahan berkaitan dengan siswa tersebut,”

Argo mengungkapkan 1.550 siswa yang ada di Setukpa menjalani rapid test beberapa hari lalu.

Dari jumlah tersebut, 300 siswa dinyatakan positif Corona. Atau hampir 20 persen.

“Saat ini 300 siswa yang dinyatakan positif usai rapid test tersebut, ada di Setukpa. Kemudian 1.250 siswa lainnya cuti. Dari 300 ini sudah dilakukan langkah oleh Setukpa, Pusdokes Polri, SDM Polri, dan Kasetukpa,” ucap Argo.

Ada beberapa langkah yang dilakukan Polri, antara lain pemberian vitamin dan isolasi mandiri. Saat ini kondisi 300 siswa tersebut dalam keadaan baik.

“Yang pertama isolasi mandiri, kedua adalah pemberian vitamin C injeksi dan tablet. Kemudian rontgen dan olahraga ringan, berjemur. Itu semua sudah kita lakukan. Secara teknis akan dijelaskan nanti oleh Kapusdokes,” beber Argo.

Argo meminta masyarakat yang tinggal di sekitar area Setukpa tidak resah dan khawatir.

Karena, pihaknya sudah melakukan langkah sesuai protokol kesehatan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona.

“Masyarakat sekitar Setukpa tidak perlu khawatir. Dari 300 siswa itu sudah dilakukan langkah-langkah kedokteran, sudah dilakukan, langkah psikologi juga sudah kita lakukan. Semua dalam kondisi baik dengan situasi baik juga. Nanti dijelaskan oleh Kapusdokes,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Musyafa menyatakan:

Hasil rapid test, bukan berarti ratusan siswa tersebut sudah benar-benar terjangkit Corona.

“Perlu kita ketahui bahwa pelaksanaan rapid test ini tidak menjamin yang bersangkutan positif COVID 19 karena akurasinya kurang-lebih 80 persen dan itu tidak khusus (hanya) COVID19,” kata Musyafak.

Dia juga mengungkapkan, telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kondisi kesehatan para siswa.

Salah satunya memberi tambahan menu makan yang tujuannya untuk stamina sekaligus obat yang menguatkan daya tahan tubuh dan imunitas.

“Seperti kemarin pemberian injeksi vitamin 1.000 miligram dengan harapan ada daya tahan tubuh yang tinggi. Kalau memang terinfeksi virus, tubuh bisa meng-counter, diisolasi, kita berikan obat vitamin untuk daya tahan tubuh,” jelas Musyafak.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, khususnya yang di sini. Sudah dilakukan foto rontgen, dan hasilnya dalam batas normal,” ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat mengungkapkan adanya klaster baru penyebaran Corona di Jabar.

Klaster baru itu terdapat di satu kecamatan di Kota Sukabumi.

Penemuan klaster baru itu diketahui setelah dilakukan rapid test kepada 22 ribu orang.

Dari hasil tes tersebut terdapat sebanyak 300 orang yang terindikasi positif Corona yang sebagian besar berada di Kota Sukabumi.

“Dari hasil tes masif itu, paling banyak itu dari Sukabumi. Itu yang terbesar dari seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jabar. Jadi bukan di Depok, Bekasi, ini menjadikan Sukabumi sebagai klaster baru,” kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (30/3/2020). (*)