Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Dengarlah Curhat Mantan Pasien Corona


Peristiwa

Dengarlah Curhat Mantan Pasien Corona

Selasa, 17 Maret 2020 14:21 WIB
IMG
Mantan pasien 02 (berkebaya). Foto: SPNN

Rayapos | Jakarta – Kejamnya masyarakat dirasakan betul oleh mantan pengidap Corona, pasien 01. Dia merasa dihajar stigma buruk oleh masyarakat. Bertubi-tubi.

“Waktu itu, saya menangis tiap hari sampai sekitar seminggu,” kata 01.

Seperti diberitakan, 01 bersama ibundanya dinyatakan positif Corona pada 2 Maret 2020. Ibundanya jadi pasien 02.

Kejadian itu menghebohkan Indonesia. Karena, itulah kasus Corona pertama di Indonesia.

Masyarakat merespon berlebihan. Bahkan, Walokita Depok sampai menggelar konferensi pers. Isi konferensi pers bukan tentang pasien 01 dan 02, melainkan imbauan waspada Corona.

Tapi, imbasnya bagi pasien ternyata luar biasa. Foto mereka beredar di grup-grup WhatsApp (WA). Mereka jadi bahan berita pers. Apalagi, digunjing di media sosial.

Pasien 01 kepada pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16/3/2020) menceritakan:

“Ada sejumlah media yang mengungkap informasi profesi saya dan ibu saya.”

Seperti diketahui, profesi 01 adalah guru tari. Sedangkan, 02 dosen di sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

“Mereka masuk, mengungkap pribadi saya,” ujar 01.

Berita itu disambut media sosial yang, kemudian, membahas profesi mereka berdua.

“Masyarakat menyerang profesi kami sebagai penari, penggiat seni dan pejuang budaya,” katanya.

Akibatnya, 01 mengau, dia menangis tak henti-hentinya, selama di dalam RSPI Sulianti Saroso. 01 dan 02 tak berkutik, sebab mereka masuk ruang isolasi.

“Saya menangis terus sampai seminggu,” kisahnya.

“Saya mendapatkan banyak banget direct message di sosial media maupun WhatsApp,” ujarnya.

Menurut Pasien 01, mereka menanyakan apa saja gejala Virus Corona..

Bahkan ada di antara mereka yang takut terekspos identitasnya apabila melakukan tes Virus Corona.

“Mereka nanya ke saya, ‘mba gejalanya gimana?’ ‘saya mau cek tapi saya takut, saya takut nanti identitas saya terbongkar’,” katanya.

Penderitaan mereka mereda, seiring bertambahnya jumlah orang yang kena Corona. Bahkan, aktor top dunia, Tom Hanks bersama isterinya, mengakui kepada publik melalui Instagram, bahwa dia dan isteri positif Corona.

01 menegaskan, Virus Corona tidak pernah memandang bulu akan menyerang tubuh siapa.

“Virus ini tidak memilih ras, agama, profesi apapun. Di mana pun bisa menular ke siapa pun,” ungkapnya.

Sementara, pemberitaan tentang pasien Corona yang tidak akurat, dampaknya menyiksa pasien.

Pasien 01 mengimbau masyarakat dan media yang berada di luar untuk mendukung secara moral pasien positif Virus Corona yang ada di rumah sakit.

“Penyebaran informasi yang tidak akurat, yang dilakukan oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab, sangat mengganggu psikis kami di dalam,” ujarnya.

01 mengimbau masyarakat, jangan mencibir, apalagi menghina pasien Corona. “Kami tidak bersalah. Kami korban,” ujarnya.

Kini 01 dan 02 sudah lega. Mereka sudah dinyatakan sembuh total dari Corona. Dan, dibolehkan pulang. Pasien 03 juga sudah dinyatakan sembuh total.

Bagi para penghina pasien Corona, bakal merasakan penderitaan sebagai pasien jika suatu saat ketularan. (*)