Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Pegawai Kementerian BUMN Kerja di Rumah Mulai Besok


Peristiwa

Pegawai Kementerian BUMN Kerja di Rumah Mulai Besok

Minggu, 15 Maret 2020 13:09 WIB
IMG
Ilustrasi PNS

Rayapos | Jakarta – Instansi pertama yang mewajibkan karyawan bekerja di rumah, mengantisipasi penularan corona, adalah Kementerian BUMN. Berlaku mulai Senin (16/3/2020) sampai waktu yang belum ditentukan.

Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (14/3/2020) malam, mengatakan:

“Sampai hari ini semua BUMN tetap beroperasi seperti biasa. Tapi kita menjaga semua bentuk rapat, jumlah orang yang hadir dalam rapat”

“Kemudian juga pembatasan mobilitas dibatasi,”

Arya juga mengatakan, waktu rapat juga dibatasi, sehingga banyak hal yang dibatasi.

“Tapi secara umum BUMN tetap beraktivitas seperti biasa,” kata Arya.

Terkait adanya kabar bahwa seluruh BUMN di DKI Jakarta ditutup, Arya Sinulingga menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks dan tidak benar.

“Itu hoaks, tidak benar bahwa seluruh BUMN di DKI Jakarta ditutup selama dua pekan. Itu tidak benar sama sekali”

“Jadi tolong yang membuat kabar hoaks itu menghentikan hoaks tersebut,” ucap Arya.

Selain menegaskan semua BUMN tetap beroperasi seperti biasa, Kementerian BUMN juga mengeluarkan pengumuman.

Pada intinya, pegawai Kementerian yang rutin menggunakan transportasi publik menuju kantor, dan berusia lebih dari 50 tahun, agar berdinas dari rumah masing-masing.

Berikut petikan pengumuman yang dirilis oleh Kementerian BUMN tersebut:

Kepada Yth:

  1. Pejabat Eselon I
  2. Pejabat Eselon II
  3. Pejabat Eselon III
  4. Pejabat Eselon IV
  5. Pelaksana

Dalam rangka pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona di lingkungan Kementerian BUMN, dan sesuai keputusan Pimpinan.

Disampaikan kepada seluruh pegawai Kementerian BUMN tentang pelaksanaan dinas masuk kantor sebagai berikut:

  1. Bagi pegawai di lingkungan Kementerian BUMN yang setiap hari menggunakan transportasi publik untuk menuju ke kantor, atau berusia lebih dari 50 tahun, agar berdinas dari rumah masing-masing (Working From Home / WFH).
  2. Bagi Pejabat Eselon I dan Eselon II tetap berdinas masuk kantor dengan aktivitas kegiatan sebagaimana biasa.
  3. Pejabat Eselon II agar melaksanakan pembagian jadwal kedinasan pegawai untuk berdinas di kantor dengan setiap jenjang/ eselon terwakili.
  4. Mekanisme dan pengaturan teknis tentang pelaksanaan WFH akan disosialisasikan dalam waktu segera.
  5. Bagi pegawai yang berdinas secara WFH tidak diizinkan untuk meninggalkan rumah.
  6. Kebijakan ini akan dituangkan dalam bentuk Surat Edaran dan mulai berlaku Senin, 16 Maret 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut dari Pimpinan.
  7. Kepala Biro Umum dan Humas agar melaksanakan pembagian jadwal kedinasan pegawai pengelola gedung, sekretaris pimpinan dan layanan terkait agar operasional kantor tetap dapat berjalan dengan baik.
  8. Asdep Data dan Teknologi Informasi agar menyiapkan sarana-prasarana agar pelaksanaan dinas WFH dapat berjalan lancar dan melaksanakan pembagian jadwal kedinasan pegawai di kantor agar operasional kantor tetap dapat berjalan dengan baik.

Ini Alasan Erick Thohir Tak Pakai Masker saat Berkegiatan

Menteri BUMN Erick Thohir beberkan alasannya mengenai dirinya tidak menggunakan masker saat berkegiatan.

Terkait alasan Erick Thohir tak pakai masker saat berkegiatan dibeberkannya di akun Instagramnya @erickthohir.

Menurut Erick Thohir, anjuran penggunaan masker menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diperuntukan orang sakit.

Berikut alasan lengkap Erick Thohir tak pakai masker dalam berkegiatannya sehari-hari.

“Beberapa wartawan bertanya, kenapa saya tidak menggunakan masker dalam berkegiatan?

Sesuai dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan, masker lebih diprioritaskan untuk mereka yang saat ini sedang sakit, sehingga mereka tidak menularkan lingkungan di sekitarnya.

Diperlukan kesadaran dari setiap individunya. Jika tujuannya untuk mencegah virus, pencegahan yang paling ampuh adalah menjaga pola makan sehat dan seimbang, kebersihan dan berolahraga.

Jadi, berikan masker kepada orang yang lebih membutuhkan, ya.

Di postingan sebelumnya, diakui Erick Thohir ia dan Kementerian BUMN harus siap menghadapi virus corona.

Bahkan, semaksimal mungkin Erick Thohir dan pihaknya melakukan pencegahan virus corona di Indonesia.

“Kita harus siap!

Kami pastikan layanan diberikan semaksimal mungkin kepada masyarakat untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Hari ini di Bandara Soekarno Hatta, saya cek protokol keamanan dan sinkronisasi penyebaran virus corona dilakukan dengan tepat.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Hal ini juga membantu masyarakat yang terindikasi mendapat bantuan yang tepat dan sesuai dengan prosedur, sehingga tidak panik dan meminimalisasi resiko.

Setelah itu, saya ke Rumah Sakit Pertamina Jaya, memastikan bahwa RS BUMN siap menjadi rujukan untuk penanganan pasien terinfeksi corona.

Fasilitas di 65 RS BUMN akan terus ditingkatkan. Bukan hanya untuk penanganan pasien terinfeksi corona, tetapi juga bisa menangani beragam penyakit yang kompleks.

Tinjau Bandara Soetta

Menteri Erick Thohir mengunjungi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada Rabu (11/3/2020).

Ia datang untuk mengecek kesiapan PT Angkasa Pura II (Persero) dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di area bandara.

Uniknya, ketika meninjau mantan bos Inter Milan itu memilih tak mengenakan masker.

Hal tersebut berbeda dengan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin yang memilih menggunakan masker ketika mendampingi Erick meninjau.

“Kan masker itu diperuntukkan untuk yang sakit atau yang kondisi badannya kurang (sehat),” ujar Erick ketika ditanya alasannya tak mengenakan masker.

Erick mengaku tak mengenakan masker bukan karena ingin “gaya-gayaan”.

Sebab, dirinya berkunjung ke Bandara Soekarno-Hatta tidak dalam waktu yang lama.

“Jadi bukan saya gaya-gayaan enggak mau pakai masker. Kan di sini cuma mohon maaf, cuma sejam,” kata Erick.

Erick pun memaklumi jika Dirut AP II Muhammad Awaluddin lebih memilih memakai masker ketika masuk ke area bandara.

Sebab, Awaluddin lebih memiliki risiko tertular virus corona yang besar karena sering beraktivitas di bandara.

“Kecuali kayak Pak Awal, beliau 24 jam di sini. Risiko masuk (tertular virus) kan itu ada,” ucap dia.

Update Virus Corona di Dunia

Pihak Sekretariat Kabinet Indonesia menginformasikan terkait perkembangan terkini virus corona di dunia.

Diketahui, update terkini virus corona di dunia telah terdata ada 15 WNI positif virus corona di luar negeri.

Dari 15 WNI positif virus corona di luar negeri, diantaranya ada 7 WNI di luar negeri sembuh dari virus corona.

Setkab.go.id dan akun twitter resmi Sekretariat Kabinet di @setkabgoid, menyebut ada 15 WNI terjangkit virus corona di luar negeri.

Sementara dari 15 WNI, teradapat 7 WNI di luar negeri sembuh dari virus corona atau Covid-19 tersebut.

Di artikel setkab.go.id Kementerian Luar Negeri Indonesia telah mengumumkan bahwa sebanyak 15 warga negara Indonesia di luar negeri dinyatakan positif untuk Covid-19.

Tujuh dari mereka telah pulih sebagaimana dinyatakan oleh otoritas lokal di masing-masing negara.

“Sembilan warga negara Indonesia yang dites positif terkena virus saat ini berada di Jepang, enam di antaranya telah pulih dan tiga orang lainnya dalam kondisi stabil,” Kementerian mengumumkan dalam siaran pers, Rabu (11/3/2020).

Sementara itu di Singapura, berdasarkan informasi dari Kementerian, empat orang Indonesia dinyatakan positif dengan satu pulih dan tiga dalam kondisi stabil.

Selain itu, satu orang Indonesia di Taiwan dan Australia masing-masing dinyatakan positif virus dan sekarang dalam kondisi stabil.

Mengutip data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), covid-19 sejauh ini telah menyebar ke 109 negara di luar negara asalnya Cina dengan jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 113.702 orang.

Arti Istilah Terkait Virus Corona, Apa itu ODP, PDP, Suspect Corona hingga Vaksin dan Obat COVID-19

Apa itu ODP atau orang dalam pemantauan?

Apa itu Pasien Dalam Pengawasan (PDP)?

Apa itu arti suspect virus corona siapa yang masuk kategori pasien suspect corona?

Banyak istilah terkait Virus Corona yang belum semua dipahami masyarakat awam.

Berikut Wartakotalive.com tuliskan istilah terkait Virus Corona yang sering disebutkan sejumlah pejabat, kalangan medis, atau masyarakat menyebut COVID-19.

Pengertian atau arti istilah terkait Virus Corona itu diambil dari laman resmi WHO.

Apa itu Virus Corona atau Coronavirus?

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia.

Pada manusia, beberapa coronavirus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit coronavirus COVID-19.

Apa itu COVID-19?

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru ditemukan.

Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, China, pada bulan Desember 2019.

Apa saja gejala COVID-19?

Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering.

Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.

Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap.

Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi tidak mengembangkan gejala apa pun dan merasa tidak enak badan.

Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus.

Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.

Orang berusia tua, dan mereka yang memiliki masalah medis yang mendasari, seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit serius.

Siapa yang termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP)?

Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 adalah jika kamu mengalami gejala demam (>38 C) atau ada riwayat demam ATAU ISPA tanpa pneumonia.

Dan, memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Siapa yang termasuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP)?

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 adalah orang mengalami gejala demam (>38 C) atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat.

Serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Apa itu suspect Virus Corona?

WHO menjelaskan, tersangka atau suspect Virus Corona adalah:

A. Seorang pasien dengan penyakit pernapasan akut (demam dan setidaknya satu tanda / gejala penyakit pernapasan (misalnya, batuk, sesak napas),

Dan, tanpa etiologi lain yang sepenuhnya menjelaskan presentasi klinis.

Dan, riwayat perjalanan ke atau tempat tinggal dalam suatu negara/wilayah atau wilayah yang melaporkan transmisi lokal penyakit COVID-19 selama 14 hari sebelum timbulnya gejala.

ATAU

B. Seorang pasien dengan penyakit pernapasan akut.

Dan, yang telah melakukan kontak dengan kasus COVID19 yang dikonfirmasi atau kemungkinan (lihat definisi kontak) dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala;

ATAU

C. Seorang pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut yang parah (demam dan setidaknya satu tanda / gejala penyakit pernapasan (misalnya, batuk, napas pendek).
Dan, memerlukan rawat inap.

Dan, tanpa etiologi lain yang sepenuhnya menjelaskan presentasi klinis.

Confirmed case atau kasus yang dikonfirmasi adalah: Seseorang dengan konfirmasi laboratorium infeksi COVID-19, terlepas dari tanda dan gejala klinis.

Apakah sudah ada vaksin atau obat Virus Corona?

Saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk coronavirus.

Pengobatan untuk penyakit ini hanya berdasarkan gejala saja berupa perawatan suportif

Bagaimana mengantisipasi penularan COVID-19?

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan COVID-19.

Anda dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular, dia ntaranya dengan :

Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat.

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan alkohol 70-80% handrub sesuai langkah-langkah mencuci tangan yang benar.

Mencuci tangan sampai bersih merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah.

Dan, sebagian besar penyebaran penyakit akibat virus dan bakteri bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.

Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lipatan siku tangan bagian dalam (bukan dengan telapak tangan) dan gunakan masker.

Gunakan masker penutup mulut dan hidung (tipe masker bedah) ketika Anda sakit, dan masker harus diganti secara berkala. Masker cuci pakai, tidak diperkenankan

Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dan cucilah tangan Anda.

Hindari konsumsi protein berbahan dasar hewani yang tidak diolah (mentah)/diolah setengah matang.

Virus penyebab COVID-19 dan SARS berasal dari keluarga besar virus yang sama, namun dengan jenis yang berbeda.

SARS adalah coronavirus yang diidentifikasi pada tahun 2003.

Gejala SARS mirip dengan COVID-19, namun dengan kondisi/gejala yang lebih berat.

Jika ada gejala di atas dan ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit COVID-19 atau Anda terpapar dengan pasien Positif COVID-19, hubungi nomor darurat tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di 112 atau Posko Dinas Kesehatan di nomor 0813 8837 6955. (*)