Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Anies Tunda Formula E di Monas karena Virus Corona


Peristiwa

Anies Tunda Formula E di Monas karena Virus Corona

oleh. Andrew Tito- Rabu, 11 Maret 2020 16:29 WIB
IMG
IlIlustrasi Formula Eustrasi Formula E

Rayapos | Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunda pelaksanaan turnamen Formula E di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

Awalnya, turnamen yang melibatkan peserta dari berbagai negara di dunia ini akan digelar pada 6 Juni 2020 mendatang.

Keputusan tunda tertuang dalam surat bernomor 117/-1.857.73 yang diterbitkan pada Senin (9/3/2020) lalu. Surat itu ditujukan kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix dengan sifat penting.

Hal yang disampaikan adalah penundaan penyelenggaraan Formula E.

Adapun surat itu juga ditembuskan kepada 15 instansi yakni Menteri Sekretaris Negara; Menteri Dalam Negeri; Menteri Luar Negeri; Menteri Perhubungan; Menteri Kesehatan; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kemudiam Menteri Pemuda dan Olahraga; Menteri Keuangan; Kapolri; Panglima TNI; Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka; Kapolda Metro Jaya; Pangdam Jayakarta dan Ketua DPRD DKI Jakarta.

Berikut isi surat tersebut ;

Mencermati perkembangan COVID-19 di berbagai belahan dunia khususnya di Jakarta, maka penyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada bulan Juni 2020 agar ditunda pelaksanaannya.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ditandatangani. 

Panitia Formula E Terus Koordinasi

Sebelumnya, Panitia Penyelenggara (Organizing Committee/OC) Formula E terus berkoordinasi dengan para stakeholder dalam memantau situasi terkait wabah virus corona di tanah air.

Koordinasi ini dilakukan mengingat wabah corona di berbagai negara terus mengalami peningkatan.

Bahkan turnamen Formula E di Kota Sanya, Tiongkok pada 21 Maret dan Kota Roma, Italia pada 4 April terpaksa ditunda karena wabah ini.

“Koordinasi dilakukan untuk memastikan kepentingan keselamatan bersama karena itu merupakan prioritas,” ujar Director of Communication and Sustainability OC Formula E Jakarta, Felicia Idama berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (7/3/2020).

Felicia mengatakan, lembaga FEO (Formula E Operations) sebagai pemegang lisensi Formula E di seluruh dunia terus menyampaikan pandangan-pandangan global kepada OC di Jakarta, mengingat beberapa negara lain menyelenggarakan kejuaraan yang sama.

“Di dalam negeri, kami memonitor dengan seksama semua kebijakan Pemerintah. Selain itu komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemprov DKI kami tingkatkan hingga level tertinggi,” katanya.

Berdasarkan pantauan terakhir hingga Jumat (6/3/2020) COVID-19 di seluruh dunia menyentuh angka 98.370 kasus. Setelah Cina, di urutan berikutnya Korea Selatan kemudian Italia.

Peningkatan ini signifikan dibanding pantauan tiga hari sebelumnya per Selasa (3/3/2020) yakni di angka 90.428 kasus menurut data yang dirangkum Johns Hopkins CSSE. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat pekan lalu (29/2/2020) menyatakan risiko COVID-19 sangat tinggi di dunia.

Dalam sepekan berjalan, status ini masih pada posisi yang sama dan terus diwaspadai termasuk di Indonesia. 

“Kami sangat memerhatikan kondisi ini sehingga menjadi pertimbangan- pertimbangan penting terhadap Jakarta E-Prix,” ujar Felicia.

OC Formula E Jakarta mengapresiasi masukan-masukan dari berbagai pihak.

“Kami sangat menghargai dukungan demi keselamatan bersama. Kami respect pada situasi global, berjuang menghadapi situasi berat. Kita berada di dunia yang sama, kita hadapi bersama,” ungkap Felicia.

OC berterima kasih kepada para pemangku kepentingan yang terhubung dengan gelaran Formula E yang direncanakan 6 Juni 2020.

“Kepedulian masyarakat luas dan stakeholders yang disampaikan kepada kami dalam bentuk masukan-masukan melalui berbagai medium komunikasi, menjadi pertimbangan kami yang terus dikomunikasikan dengan FEO untuk mengambil langkah terbaik,” tambah Felicia.

Tak Perlu Malu

Sebelumnya, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tidak mengeluarkan izin kegiatan yang mengumpulkan banyak orang paska dua orang positif virus Corona.

Peninjauan seharusnya tidak hanya terbatas pada kegiatan pihak swasta tapi juga kegiatan yang diselenggarakan pemerintah termasuk Formula E Jakarta 2020. 

"Pemprov harus bersikap adil, berkaca dan menjadi contoh. Kegiatan milik pemerintah yang melibatkan kerumunan seperti Formula E harusnya menjadi yang pertama yang ditangguhkan izinnya," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam keterangannya Rabu (4/3/2020).

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan dana hingga Rp 1.5 triliun untuk menggelar 378 kegiatan sepanjang 2020.

Karena adanya kebijakan baru, Pemprov DKI harus mulai menyisir dan menangguhkan kegiatan-kegiatan yang memiliki resiko tinggi penyebaran virus corona. 

Gubernur DKI Jakarta mengatakan Jakarta akan menjadi tuan rumah dalam ajang balap mobil Formula E di pertengahan tahun 2020.

Gubernur DKI Jakarta mengatakan Jakarta akan menjadi tuan rumah dalam ajang balap mobil Formula E di pertengahan tahun 2020. (Instagram @aniesbaswedan)

Sejumlah penyelenggaran event berskala besar di Jakarta sudah dibatalkan akibat tingginya resiko penyebaran virus corona, hal serupa juga terjadi pada kegiatan olahraga internasional antara lain MotoGP Thailand, MotoGP Qatar, Grand Prix Formula 1 Cina dan Formula E Sanya Cina yang batal diadakan.

Bahkan penyelenggaraan olimpiade yang mempunyai skala tingkat dunia pun dipertimbangkan untuk tidak diselenggarakan tahun ini. 

"Pemprov DKI Jakarta tidak perlu gengsi ataupun malu membatalkan Formula E karena negara-negara lain juga membatalkan event-event besar," kata Ara. 

Pemprov DKI harus berani mengambil sikap sampai dapat dipastikan Indonesia dan negara peserta Formula E 2020 dinyatakan bebas dari infeksi virus korona. 

Sementara situasi yang ada sekarang, keseluruhan 13 negara peserta Formula E 2020 telah terinfeksi wabah virus corona termasuk negara dengan kasus infeksi virus corona tertinggi dari Cina, Perancis, Jerman dan Amerika Serikat, belum termasuk kerumunan penonton yang ditargetkan sebanyak 30-50 ribu orang.

"Jangan dipaksakan, jangan sampai Indonesia menjadi titik epidemi virus Corona baru hanya karena Pemprov lalai melindungi warganya," ucapnya. 

Desakan Pimpinan DPRD

Sebelumnya Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membatalkan turnamen Formula E di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada 6 Juni 2020 mendatang.

Pembatalan dilakukan demi keamanan masyarakat akibat wabah virus corona yang merebak di berbagai negara termasuk Indonesia.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, pemerintah daerah harus bercermin dari keputusan negara Qatar yang menghentikan sementara perhelatan MotoGP di Sirkuit Losail, Qatar pada Minggu (8/3/2020) mendatang.

“Saya rasa kayak di Qatar dihentikan dulu, banyak jadwal dihentikan. Kalau kebijakan pak Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) seperti itu (tetap digelar Formula E, itu harus dihentikan,” kata Prasetio saat ditemui di DPRD DKI Jakarta pada Selasa (3/3/2020).

Menurut dia, rencana Formula E harus dikaji ulang karena peserta dari berbagai negara akan memboyong ratusan mekanik.

Pemerintah juga tak bisa menjamin kondisi mekanik tersebut apakah terbebas dari corona atau tidak.

“Nah kita nggak tahu dia kena atau nggak, jadi untuk amannya Jakarta dan Indonesia itu harus dihentikan dulu,” ujar Prasetio.

Prasetio mengatakan, turnamen Formula E digelar pada Juni 2020 mendatang atau tinggal tiga bulan lagi.

Sementara pemerintah telah mengumumkan adanya virus corona sejak Senin (2/3/2020) lalu.

Dibanding menggelar Formula E, sebaiknya DKI fokus pada penanganan virus corona.

Apalagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers pada Senin (2/3/2020) petang lalu, menyatakan, tidak akan mengeluarkan izin kegiatan yang mengundang keramaian demi menekan potensi penyebaran virus corona.

“Pokoknya sementara kami fokus kepada masalah virus corona di Jakarta. Kalau anggaran sudah diketok (disetujui), kan bisa kami stop (hentikan) dulu dan nggak dikeluarkan semua," kata Prasetyo.

Mengenai dana yang sudah dikeluarkan, kata Prasetyo, mereka tinggal laporkan kepada DPRD saja.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memandang keselamatan warga lebih penting dibanding dampak ekonomi akibat virus corona.

Anies tak memungkiri, wabah virus corona memberikan dampak perekonomian bagi Jakarta.

“Saat ini nomor satu keselamatan warga untuk dampak ekonomi tentu ada. Tapi kami tidak akan menomorsatukan ekonomi dan menomorduakan keselamatan warga,” kata Anies di Balai Kota DKI pada Senin (2/3/2020).

Anies berharap, warga Jakarta dapat selamat dari wabah ini, sehingga perekonomian di Jakarta juga membaik.

Meski menomorsatukan keselamatan warga ketimbang dampak ekonomi, namun Anies belum memastikan pembatalan turnamen Formula E di Monas, Jakarta Pusat pada Juni 2020 mendatang.

Nilai perputaran duit akibat turnamen yang melibatkan beberapa negara di dunia itu diklaim mencapai Rp 1,2 triliun.

“Ini dulu ini sekarang, karena kondisinya urgent (penting),” ujar Anies saat ditanya soal pembatalan Formula E. (*)

Tag: