Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
SERU, Penumpang Wings Air Buka Pintu Darurat


Peristiwa

SERU, Penumpang Wings Air Buka Pintu Darurat

Minggu, 16 Febuari 2020 14:07 WIB
IMG
Ilustrasi Wings Air

Rayapos | Balikpapan - Peristiwa lucu menegangkan terjadi di penerbangan Wings Air jurusan Balikpapan - Malinau, Sabtu (8/2/2020). Seorang penumpang membuka pintu darurat, saat pesawat hendak terbang.

Penumpang itu, pria inisial PMP (30).

Akibatnya, pesawat gagal terbang. Kemudian diganti pesawat lain. Sehingga jadwal keberangkatan terlambat tiga jam.

Rencananya, pesawat akan terbang dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur ke Bandara Robert Atty Bessing, Kabupaten Malinau pada Sabtu (8/2/2020) pukul 08.15.

PMP diproses hukum. Juga kena black-list, dilarang naik Wings Air lagi.

Berikut kronologi kejadian:

1. Penasaran

Kapolres Balikpapan, Kombes Turmudi mengatakan, PMP penasaran dengan arahan pramugari.

Ia duduk di 1F bagian kanan. Lokasi duduk PMP bersebelahan dengan jendela darurat.

Saat pramugari memberikan simulasi membuka jendela darurat, jika pesawat dalam keadaan bahaya, PMP memperhatikan itu. 

Sebagaimana lazimnya prosedur penerbangan, dia ditawari pramugari, apakah dia siap membuka jendela, jika dalam keadaan darurat?. PMP menyatakan, siap.

Setelah menjelaskan prosedur, pramugari kembali ke tempat duduknya. Pesawat sudah jalan di landasan pacu.

Saat itulah PMP membuka jendela darurat. Lantas semuanya kacau.

"Dia bilang penasaran setelah dengar arahan dari pramugari dan baca buku petunjuk. Dia buka jendela," kata Turmudi.

Menurut pengakuan PMP, dari arahan pramugari, tugasnya membuka jendela lantaran tempat duduknya dekat dengan jendela darurat.

Bahkan, dia sudah menyatakan siap membuka jendela, jika sewaktu-waktu pesawat dalam kondisi darurat.

Namun, ia mempraktikkannya saat pesawat hendak terbang, dan bukan dalam keadaan darurat.

2. Terlambat terbang hampir 3 jam

Usai jendela darurat terbuka, lampu indikator pun menyala.

PMP langsung didatangi oleh awak pesawat.

43 penumpang Wings Air ATR 72-600 registrasi PK-WHY itu diminta turun dari pesawat.

Mereka semua diminta kembali ke ruang tunggu penumpang di Bandara Sepinggan Balikpapan.

Menurut Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, pesawat terlambat terbang 165 menit atau hampir tiga jam.

"Seharusnya mengudara pada 08.15, atas kondisi tersebut mengakibatkan keterlambatan keberangkatan Wings Air dari Balikpapan menuju Malinau 165 menit," katanya.

Akhirnya para penumpang terbang dengan menggunakan pesawat Wings Air yang lain pada 11.00 WITA.

3. Diproses hukum

PMP pun diserahkan pada pihak kepolisian beserta Otoritas Bandar Udara guna pemeriksaan lebih lanjut.

Mengacu Pasal 54 UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan, tindakan yang dilakukan PMP memiliki konsekuensi hukum.

Sebab, Wings Air mewajibkan seluruh penumpang untuk tak melakukan tindakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan saat di darat serta ketika sedang mengudara.

Dalam Undang-Undang tentang Penerbangan, PMP bisa diberikan hukuman penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

"Wings Air menegaskan, seluruh operasional pesawat mengutamakan keselamatan dan keamanan," kata Danang.

4. Blacklist

Konsekuensi lainnya, PMP kini tak lagi diperbolehkan menggunakan seluruh penerbangan Wings Air.

Sebab, namanya telah masuk dalam catatan hitam penerbangan Wings Air.

"Dia sudah di-blacklist. Apalagi angkutan udara ke sana (Malinau) cuma Wings Air," ujar Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Sepinggan, Balikpapan, Anung Bayumurti.

Adapun PMP, saat kejadian, hendak terbang ke Malinau untuk bekerja.

"Dia sebenarnya mau kerja di Malinau. Kerja di kebon kelapa sawit," kata dia. (*)

Di India juga pernah terjadi hal yang serupa: