Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Wah... Ada Paparan Radioaktif di Serpong


Peristiwa

Wah... Ada Paparan Radioaktif di Serpong

oleh. Djono W. Oesman- Sabtu, 15 Febuari 2020 13:54 WIB
IMG
Sekretaris Utama (Sestama) Bapeten Hendrianto Hadi Tjahyanto. Foto: JPNN

Rayapos | Tangerang Selatan - Warga Serpong,Tangerang Selatan dihebohkan adanya paparan radioaktif nuklir. Kebetulan di wilayah itu ada BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional).

Radioaktif itu di wilayah Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Kondisi di titik paparan radioaktif masih dibatasi menggunakan garis perimeter.

Itu di Blok I, Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel pada pukul 09.00 WIB, Sabtu (15/2/2020), ada garis perimeter berwarna kuning bertuliskan 'Daerah Radiasi Dilarang Melintas'. 

Pemberi garis perimeter Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Garis perimeter tersebut diikatkan ke sejumlah pohon yang melingkari sebidang tanah.

Ada sebuah gundukan tanah yang ditutupi oleh terpal warna biru di tengah rimbun pohon. Gundukan tanah tersebut tepat berada di tengah sebidang tanah yang digarisi perimeter.

Sepuluh meter dari gundukan tanah tersebut, ada sebuah alat berat yang ditutupi plastik terpal juga. Alat berat tersebut juga termasuk yang diberi garis perimeter.

Penjelasan Bapeten

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkap sumber radioaktif yang berada di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). 

Bapeten mengatakan, sumber radioaktif tersebut adalah sisa limbah yang sedang didalami.

"Kalau seperti itu, susah dugaan seperti itu. Tapi, yang jelas, memang ini ada sumber sisa limbah atau sampah dari radioaktif. Jadi dalam tanah-tanah itu kita lihat ada beberapa kecil-kecil yang kita sebut debris. Itu adalah limbah atau sampah radioaktif entah dari mana. Itu yang kita cari," kata Sekretaris Utama (Sestama) Bapeten Hendrianto Hadi Tjahyanto di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Sabtu (15/2/2020).

Hadi mengatakan bentuk sisa limbah tersebut berbentuk bulir. Warnanya pun telah bercampur dengan tanah di lokasi.

"Buliran-buliran, serpihan kecil, kayak lebih besar dari pasir, tapi nggak lebih besar dari itu, mungkin buliran kecil," ujar Hadi.

"Macam-macam (warna sisa limbah), kan sudah bercampur dengan tanah kan," tambahnya.

Unsur sisa limbah ini adalah sesium, yang biasa digunakan di berbagai bidang. 

Hadi mengatakan, di Indonesia, sesium biasa digunakan dalam bidang industri hingga penelitian.

"Sumber sesium itu banyak sekali yang pakai, karena kan di Indonesia ini kan penggunaan atau pemanfaatan tenaga nuklir itu luas sekali. Ada di bidang industri, bidang medis, bidang penelitian," ucap Hadi.

Hadi mengatakan seharusnya sisa limbah tersebut dikelola dengan baik. Dia mengatakan Bapeten akan menginvestigasi sumber sisa limbah tersebut.

"Tapi ini limbah, sampah, di mana biasa orang sudah abended sampai itu meskipun ada aturan bahwa sampah radioaktif itu harus dikelola. Tapi pengelolaan itu, nah ini yang harus kita cek itu, pengelolaan limbah. Jadi kita nanti bukan menginvestigasi sumber-sumbernya, tapi yang dicari limbah-limbahnya itu," sebut Hadi.

"Limbah itu dari mana asalnya, misalkan limbah dari satu usaha dia punya limbah, limbahnya kan harus disimpan di fasilitas pengelolaan limbah. Itu mungkin di Batan atau mungkin dia di-reexport mungkin dia beli dari negara mana, harus diekspor ke sana. Nah ini ada catatannya, itu harus kita cross-check," imbuhnya. (*)