Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
RAZIA, Jidat Ditempeli Scanner, Cek Corona


Peristiwa

RAZIA, Jidat Ditempeli Scanner, Cek Corona

Selasa, 11 Febuari 2020 16:31 WIB
IMG
"Selamat pagi, pak.... Permisi, jidatnya saya periksa," ujar petugas razia Corona. Foto: Dok PLTU Celukan Bawang

Rayapos | Denpasar - Ini hanya terjadi di Bali. Tepatnya di Kabupaten Buleleng, Bali. Lebih spesifik, ada razia Corona bagi pekerja PLTU Celukan Bawang, Buleleng, Bali.

Semua pekerja harus melewati razia Corona. Beberapa petugas security PLTU mencegat jalan masuk menuju PLTU setiap pagi.

Pekerja yang datang dengan kendaraan dihentikan security. Lantas jidat pekerja ditempeli alat, Nama alatnya Thermal Scanner. 

Sebenarnya, alat itu hanya mengukur suhu tubuh manusia. Pada standar tertentu, menandakan bahwa tubuh manusia sedang demam. 

Saat diketahui demam, yang bersangkutan akan diperiksa lebih lanjut. Apakah kena virus Corona, atau sakit yang lain.

Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, mengatakan, itu dilakukan petugas Dinkes Bali, dibantu security. Sebab, di PLTU tersebut ada TKA asal China.

Dan, di antara beberapa TKA asal China, ada empat orang baru kembali ke situ dari China. Mereka ke China untuk mudik Imlek.

I Ketut Suarjaya kepada wartawan mengatakan: "Itu kegiatan rutin-lah. Kami sambil memastikan di PLTU baik-baik dan endak ada masalah. Ya diobservasi sehat, tidak ada masalah."

Dia mengatakan, observasi untuk mengantisipasi virus Corona akan dilakukan sejak Senin (2/2/2020) sampai Sabtu (15/2/2020). 

Batas waktu tersebut terkait kepulangan empat TKA China yang sudah mudik Imlek. Mereka sudah tiba kembali di Buleleng pada Minggu (1/2/2020). Lantas, mereka diharuskan libur sampai Sabtu (15/2/2020) untuk observasi. Setelah itu, mereka boleh kerja kembali.

Lantas, bagaimana hasil razia Corona selama ini?

"Bersih. Tidak ada karyawan PLTU yang dicurigai kena Corona. Kondisi aman," kata I Ketut Suarjaya.

Razia itu menandakan, begitu hebohnya isu Corona melanda Indonesia. Bahkan, sampai pelosok Buleleng. (*)