Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Virus Corona Bisa Menular lewat Mata


Peristiwa

Virus Corona Bisa Menular lewat Mata

Selasa, 28 Januari 2020 11:43 WIB
IMG
dr Wang Guangfa (insert)

Rayapos | Jakarta - Bahaya virus Corona ini: Meski Anda pakai masker, tetap bisa tertular. Buktinya, pakar medis China, dr Wang Guangfa tertular virus mematikan yang belum ada obatnya itu.

Wang Guangfa terinfeksi setelah mengunjungi Wuhan, lokasi yang diduga awal virus Corona mewabah.

Dikutip dari Daily Mirror, Jumat (24/1/2020), Wang Guangfa mengaku mengunjungi Wuhan dua pekan lalu.

"Saya punya energi untuk berselancar di WeChat, internet, maupun pesan teks, di mana saya tersentuh dengan doa dan harapan semua orang," ucapnya.

Saat mengunjungi Wuhan, Wang Guangfa mengenakan pakaian pelindung dan masker N95.

Namun, ia tidak mengenakan pelindung mata.

"Tapi saya segera menyadari, tidak memakai pelindung mata," katanya.

Wang meyakini virus Corona kemungkinan dapat menular melalui mata.

Setelah pulang dari Wuhan dan kembali ke Beijing, Wang Guangfa menceritakan mulai menderita konjungtivitis di bagian mata kirinya.

Konjungtivitis adalah penyakit mata yang menyebabkan mata bagian putih menjadi merah.

Sekitar tiga jam kemudian, ia mengaku menderita demam dan radang selaput lendir yang parah.

Awalnya ia mengira menderita flu. Namun, obat-obatan flu tidak ada yang membuatnya membaik.

Dia memutuskan mencoba tes virus Corona, lalu hasilnya positif.

Namun, kini ia mengaku sudah sembuh.

Wang kemudian mengajukan asumsi, bahwa salah satu penularan patogen yang sudah menyebar hingga 12 negara itu adalah melalui mata.

Menindaklanjuti klaim Wang, pakar dari Komisi Kesehatan Nasional China Li Lanjuan menyatakan, tim medis yang merawat pasien harus mengenakan goggle.

Wang sempat mendapat hujatan setelah dua pekan lalu, dia menyebut penyebaran virus tersebut sudah bisa dikendalikan.

Namun, dia sendiri jatuh sakit, dengan penyakit itu sudah membunuh 41 orang, dengan sebagian besar terjadi di Wuhan maupun Provinsi Hubei.

Wang bersikukuh, penyakit itu bisa diatasi.

Namun dibutuhkan kerja ekstra dikarenakan situasi di Wuhan berbeda dengan area lain.

Dia berkata, langkah pemerintah pusat dengan menutup Pasar Hasil Laut Huanan, diyakini sebagai sumber pertama penyebaran virus Wuhan, sudah tepat.

Selain itu, dia juga menekankan bahwa virus sudah bisa diidentifikasi, di mana prosesnya lebih cepat dibanding saat penanganan SARS.

Wang Guangfa kerap turun tangan ketika penyakit menyerang warga Cina. 

Ia pernah membantu mengatasi wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2003.

Cegah Virus Corona

Dr Novita Eva Sawitri, Sp.P., M.Kes. dari Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta, menjelaskan, pentingnya masker untuk pencegahan penularan penyakit.

Penderita harus mengenakan masker agar dapat mencegah penyebaran virus corona saat batuk, bersin, atau berteriak.

"Saat batuk, bersin, atau berteriak, orang yang sakit bisa mengeluarkan ribuan kuman, termasuk virus corona," jelasnya, Minggu (26/1/2020).

Dokter yang akrab disapa Eva ini mengatakan, saat pengidap penyakit tidak menggunakan masker, percikan cairan dari mulut dan hidung dapat beredar bebas di udara.

Demikian juga untuk orang sehat. Penggunaan masker cukup efektif mencegah penularan penyakit.

Jenis Masker

Eva mengatakan pemilihan jenis masker untuk pencegahan penularan infeksi virus corona tergantung kebutuhan.

Bagi penderita dan orang yang bersinggungan langsung dengan suspect virus corona, maka masker yang digunakan adalah masker N95.

Masker N95 lebih ampuh menyaring pasrtikel mikro.

Eva menjelaskan masker N95 lebih pas digunakan penderita, petugas kesehatan, atau orang yang bersinggungan langsung dengan penderita yang terindikasi gejala virus corona.

Bagi Anda yang ingin mencegah virus corona, masker bedah atau yang kerap disebut masker ojol sudah cukup.

Masker bedah mampu mencegah penularan penyakit di tempat umum atau ruang publik.

Masker bedah mampu menyaring partikel berukuran besar dan bercak dahak atau bersin agar tak masuk ke pernapasan.

"Cara penggunaan masker harus tepat agar mencegah penularan penyakit seperti infeksi virus corona," katanya.

Cara Pemakaian

Berikut cara pemakaian masker agar Anda terhindar dari virus corona.

1. Cuci tangan dengan sabun atau gel cairan pembersih antikuman sebelum menggunakan masker

2. Pastikan kondisi masker baru dan dalam keadaan bersih

3. Pasang masker sampai menutup bagian hidung, mulut, dan dagu

4. Saat memasang masker, posisikan bagian berwarna di luar dan bagian putih di dalam

5. Saat memasang masker, pastikan sisi kawat yang bisa ditekuk berada di atas Upayakan tidak ada celah pada masker.

6. Caranya, tekuk kawat atau bagian keras masker sampai rapat mengikuti lekuk hidung Kaitkan kedua karet ke telinga, dan pastikan masker terpasang sempurna

7. Setelah terpasang, upayakan tidak memegang masker

8. Begitu selesai digunakan, lepaskan masker, lalu lipat masker bekas tanpa menyentuh bagian dalam masker

9. Buang masker bekas ke tempat sampah

10. Cuci tangan dengan sabun atau gunakan gel pembersih tangan antikuman setelah menggunakan masker

Anda yang masih bingung cara menggunakan masker? 

Inilah video cara menggunakan masker yang tepat menurut WHO oleh Seto Wing Hong dari Hong Kong University berikut: