Jakarta, NY IMG HI 58° LO 56°
IMG-LOGO
Berita Cepat dan Akurat
Banjir, Listrik Mati, Sekeluarga Tewas Keracunan Genset


Peristiwa

Banjir, Listrik Mati, Sekeluarga Tewas Keracunan Genset

Jumat, 03 Januari 2020 11:17 WIB
IMG
Ilustrasi

Rayapos | Jakarta - Dampak banjir Jakarta, ada yang langsung juga tak langsung. Akibat banjir, listrik dipadamkan, warga pakai genset. Maka, sekeluarga ini tewas keracunan asap genset.

Sekeluarga ditemukan tewas di kamar kontraknya Jalan Kayu Manis Selatan VI, RT 001/009, Pulogadung, Jakarta Timur.

Korban bernama Mahmudi (35), Ayu (31), Selvi (9) dan Eza (4) tewas ditemukan di kamarnya.

Kondisi empat mayat itu, keluar darah dari mulut, hidung dan telinga.

Kini kondisi rumah korban sudah dipasangi garis polisi.

Tak ada orang lain di rumah kontrakan itu, kontrakan itu pun dalam keadaan tertutup.

Informasinya, keempat jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur sejak Kamis (2/1/2020) tadi malam.

Namun beberapa warga sekitar pun juga nampak berkumpul di depan rumah kontrakan korban.

Salah satu saksi Jayadi (35) mengatakan, dirinya tak mengetahui secara pasti kematian korban.

Ia mengetahui korban meninggal setelah bersama kakak ipar korban mengecek kondisi korban yang dalam keadaan terbujur di tempat tidur.

"Kalo meninggalnya saya nggak tahu pasti. Cuma saya emang yang pertama yang tahu, sama kakak iparnya yang mau anter makanan," kata Jayadi saat ditemui di Pulogadung, Jumat (3/1/2020).

Jayadi menyebut, korban ditemukan ketika kakak ipar korban, Jumari tengah mengantarkan makanan untuk korban sekitar pukul 22.30 WIB.

Jumari kaget melihat korban dalam keadaan terbujur kaku dan kondisi di dalam rumah sudah gelap gulita.

"Saya lagi kerja bengkel, adeknya nyamperin saya minta tolong katanya kakak iparnya pada kaku semua, nah saya masuk, pas masuk yang saya liat mereka pada tidur, saya balik lagi tu ambil senter karena gelap kan," katanya.

Saat itu, Jayadi mengaku tak memiliki firasat apapun, bahkan saat melihat para korban dalam keadaan seperti orang tertidur pada umumnya.

Setelah mengambil senter dan kembali lagi sontak Jayadi berteriak kaget.

"Saya kaget, sampai saya teriak itu juga. Ya gimana gak kaget pas liat pada berdarah, dari hidung, telinga, mulut. Langsung itu saya keluar minta tolong ke warga," katanya.

Jayadi mengaku memang saat pertama kali membuka pintu rumah korban dan masuk ke dalam rumah sudah merasakan udara menyengat.

"Ya pas ke dalam itu kayak gimana sih kita napas tapi nggak enak gitu. Ya mungkin karena genset karena kan gensetnya ada di dalam samping mereka tidur," ucapnya.

Saat ini korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.

Beberapa barang bukti seperti genset pun juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian. (*)